Pemimpin Muda Indonesia dan Singapura Bersatu Perkuat Kohesi Sosial di Tengah Keberagaman

Mar 15, 2026 - 15:00
 0  5
Pemimpin Muda Indonesia dan Singapura Bersatu Perkuat Kohesi Sosial di Tengah Keberagaman

Sebanyak 30 pemimpin muda dari Indonesia dan Singapura berkumpul di Singapura pada Januari 2026 dalam program Bilateral Relations and Intercultural Dialogue for Growth and Empowerment (BRIDGE) yang digagas oleh Singapore International Foundation (SIF). Program ini bertujuan memperkuat kohesi sosial dan memperdalam dialog lintas budaya di tengah keberagaman masyarakat kedua negara.

Ad
Ad

Memupuk Empati dan Keterbukaan dalam Kepemimpinan

Salah satu peserta asal Indonesia, Sri Nur Ainingsih, kader Fatayat NU, mengungkapkan bahwa program BRIDGE membuka wawasannya untuk berpikir lebih terbuka dan meningkatkan empati terhadap sesama.

"Program BRIDGE ini sangat membantu saya untuk lebih berpikir terbuka dan menambah ruang empati yang lebih mendalam,"
ujar Sri. Baginya, kemampuan berpikir terbuka dan berempati adalah kunci penting agar seorang pemimpin tidak mudah menghakimi orang lain secara prematur.

Belajar dari Pendekatan Keberagaman di Singapura

Peserta mendapatkan pengalaman berharga saat mengunjungi Harmony in Diversity Gallery, sebuah galeri edukasi yang menampilkan pendekatan multiagama Singapura dalam membangun harmoni antaragama. Sri mengagumi cara SIF menyusun peserta diskusi dengan memastikan keterwakilan dari berbagai ras, sehingga dialog menjadi lebih hidup dan bermakna.

"Susunan peserta di setiap meja dengan keterwakilan masing-masing ras menjadikan diskusi lebih hidup. Ini jadi momen yang sangat dinantikan karena bisa mendengarkan berbagai perspektif," tambahnya. Sri merefleksikan bahwa model serupa sangat potensial diterapkan di Indonesia untuk memperkuat kohesi sosial.

Dialog Lintas Negara sebagai Ruang Aman bagi Perempuan

Sri juga menyoroti pentingnya menciptakan ruang dialog yang nyaman dan aman bagi perempuan untuk berpartisipasi aktif. Menurutnya, dialog lintas negara dapat mendorong peran perempuan dalam pembangunan komunitas apabila didukung oleh nilai saling menghargai dan keterbukaan pendapat.

"Dialog lintas negara ini sangat dapat mendorong perempuan dalam pembangunan komunitas jika setiap forum diskusinya para peserta tidak merasa canggung untuk berpendapat, dan ada nilai saling menghargai serta aktif mendengarkan," jelasnya. Ia menambahkan bahwa membangun perspektif bersama melalui analisis kasus juga menjadi kunci agar kolaborasi berjalan efektif tanpa perdebatan yang berlarut-larut.

Pengalaman Rustam Shariq Mujtaba dari Singapura

Dari pihak Singapura, Rustam Shariq Mujtaba, pendiri Project Broken Barges dan anggota Inter-Religious Organisation Youth Wing, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah berdiskusi dengan peserta Indonesia. Rustam mengungkapkan rasa rendah hatinya ketika mengetahui upaya NU menjaga keharmonisan dan keamanan tempat ibadah di Indonesia.

"Saya merasa sangat rendah hati ketika teman dari Indonesia menjelaskan sejauh mana NU berupaya menjaga keharmonisan, termasuk menugaskan anggotanya menjaga keamanan tempat ibadah pada waktu-waktu penting,"
katanya. Rustam juga mengapresiasi keterbukaan peserta Indonesia saat berbagi tantangan misinformasi yang kerap memicu ketegangan politik, sebuah isu yang jarang ditemui di Singapura.

Teknologi dan Storytelling untuk Mempertahankan Budaya

Rustam menyoroti peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya melalui teknologi modern. Melalui proyeknya, ia memanfaatkan media sosial, kecerdasan buatan (AI), dan realitas virtual (VR) untuk menceritakan kehidupan komunitas masa lalu dengan nilai gotong royong dan harmoni.

"Teknologi dan storytelling membantu menghadirkan nilai-nilai abadi ini ke masa sekarang, agar bisa terus kita jaga," ujarnya. Pandangan ini sejalan dengan rencana Sri yang ingin menggunakan media sosial sebagai sarana dialog tentang kohesi sosial setelah kembali ke Indonesia.

Membangun Kepemimpinan Muda untuk Masa Depan Inklusif

Farah H. Sanwari, Senior Manager SIF, menegaskan pentingnya investasi dalam pengembangan pemimpin muda sebagai aktor utama dalam membentuk masyarakat inklusif.

"Pemimpin muda akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan masyarakat yang semakin beragam. Mereka perlu memiliki empati dan pemahaman lintas budaya untuk menjembatani perbedaan,"
ujarnya.

Program BRIDGE dirancang untuk menyediakan ruang dialog sejak awal perjalanan kepemimpinan para peserta, dengan evaluasi keberhasilan melalui kualitas diskusi dan survei pra dan pasca program. Selain itu, SIF berencana menjaga keberlanjutan program dengan mengadakan pertemuan daring bagi alumni dan menjajaki peluang kolaborasi lebih lanjut.

Rencana Aksi Pasca Program

Setelah program selesai, Sri telah menyiapkan langkah konkret untuk menerapkan pembelajaran di komunitasnya. Ia berencana mengadakan dialog lintas agama dan ras serta melakukan siaran langsung melalui media sosial guna membangun semangat pengetahuan kohesi sosial yang sama di Indonesia.

Rustam melihat potensi besar kolaborasi jangka panjang antar alumni BRIDGE. Ia optimis dengan jaringan yang luas dari berbagai sektor seperti masyarakat, pemerintah, swasta, teknologi, dan kesehatan, kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif.

Penguatan Jejak Kolaborasi SIF dan Indonesia

Program BRIDGE merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Singapore International Foundation di Indonesia sejak 1992. Mr Thomas Ardian Siregar, Kuasa Usaha KBRI Singapura, menegaskan nilai-nilai bersama seperti harmoni, keberagaman, dan saling menghormati yang menyatukan kedua negara meski dalam konteks yang berbeda.

Sementara itu, Ms Corinna Chan, CEO SIF, menyatakan bahwa BRIDGE berperan sebagai katalisator kolaborasi yang mempertemukan generasi muda kedua negara untuk merumuskan solusi memperkuat kohesi sosial.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, program BRIDGE menjadi contoh nyata bagaimana dialog lintas negara dan lintas budaya dapat memperkuat kohesi sosial di era globalisasi yang penuh tantangan ini. Kehadiran pemimpin muda yang memiliki empati dan keterbukaan sangat krusial untuk membangun masa depan yang inklusif dan harmonis, terutama di negara multikultural seperti Indonesia dan Singapura.

Yang menarik, program ini tidak sekadar bertukar gagasan, tetapi juga membuka akses bagi perempuan dan kelompok minoritas untuk berperan aktif, yang selama ini sering terpinggirkan dalam dialog sosial. Pendekatan menyeluruh yang menggabungkan diskusi, kunjungan edukasi, dan pemanfaatan teknologi modern seperti AI dan VR juga menunjukkan inovasi yang dapat menjadi model bagi program serupa di negara lain.

Ke depan, pembaca perlu mengawasi perkembangan kolaborasi alumni BRIDGE dan implementasi program yang dijalankan di Indonesia. Jika berhasil, inisiatif ini dapat menjadi jembatan penghubung yang memperkuat solidaritas antar masyarakat yang berbeda latar belakang, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi tantangan keberagaman yang kompleks.

Dengan dukungan terus menerus dari SIF dan berbagai pemangku kepentingan, ruang-ruang dialog kecil yang dibangun diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang luas dan berdampak positif di kedua negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad