Belanja Jelang Lebaran: Fenomena Konstruksi Sosial Menurut Sosiolog Unesa

Mar 16, 2026 - 10:20
 0  3
Belanja Jelang Lebaran: Fenomena Konstruksi Sosial Menurut Sosiolog Unesa

Belanja jelang Lebaran menjadi tradisi yang sangat melekat di masyarakat Indonesia. Menurut Dosen Sosiologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Putri Dwi Permata Indah, S.Sos., M.Sosio, kecenderungan masyarakat untuk membeli barang baru sebelum Lebaran bukan sekadar aktivitas ekonomi biasa, melainkan sebuah fenomena konstruksi sosial budaya yang mencerminkan nilai dan norma yang berkembang dalam masyarakat.

Ad
Ad

Konstruksi Sosial dalam Tradisi Belanja Lebaran

Putri Dwi Permata Indah menjelaskan bahwa belanja menjelang Lebaran merupakan hasil dari proses sosial yang dibentuk dan dilestarikan oleh masyarakat secara kolektif. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan material, tetapi juga berkaitan dengan identitas sosial dan simbol status. Belanja barang baru—seperti pakaian, peralatan rumah tangga, dan makanan khas Lebaran—menjadi cara bagi individu untuk menunjukkan kesiapan menyambut hari raya sekaligus memperkuat ikatan sosial dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Belanja jelang Lebaran ini merupakan konstruksi sosial karena masyarakat secara bersama-sama menetapkan bahwa membeli barang baru adalah bagian penting dari tradisi menyambut Idul Fitri,”
ujar Putri.

Aspek Budaya dan Sosial dari Aktivitas Belanja

Aktivitas belanja ini juga dipandang sebagai ritual sosial yang membawa makna lebih dari sekadar konsumsi ekonomi. Dalam konteks budaya Indonesia, Lebaran merupakan momentum untuk memperbaharui diri dan mempererat hubungan sosial. Oleh karena itu, membeli barang baru menjadi simbol pembaruan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik setelah Ramadan.

  • Identitas Sosial: Memiliki barang baru saat Lebaran sering kali dipandang sebagai simbol status dan keberhasilan.
  • Penguatan Ikatan Sosial: Tradisi ini memperkuat hubungan antar anggota keluarga dan masyarakat melalui pertukaran hadiah dan silaturahmi.
  • Ritual Budaya: Belanja menjadi bagian dari ritual menyambut hari suci yang penuh makna religius dan sosial.

Dampak Sosial dan Ekonomi Belanja Jelang Lebaran

Selain memiliki makna sosial dan budaya, belanja jelang Lebaran juga berdampak signifikan pada aspek ekonomi masyarakat. Aktivitas ini mendorong perputaran uang yang tinggi dan menjadi momen penting bagi pelaku usaha, terutama usaha kecil dan menengah yang mengandalkan peningkatan permintaan selama Ramadan dan Lebaran.

Namun, menurut Putri, penting bagi masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja agar tidak terjebak dalam konsumsi berlebihan yang dapat menimbulkan beban ekonomi. Kesadaran sosial terhadap konstruksi budaya ini dapat membantu masyarakat memahami bahwa makna Lebaran lebih dari sekadar materi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penjelasan Putri Dwi Permata Indah membuka wawasan penting tentang bagaimana tradisi belanja menjelang Lebaran sebenarnya merupakan hasil konstruksi sosial yang kompleks, menggabungkan aspek budaya, sosial, dan ekonomi. Fenomena ini bukan hanya soal kebutuhan barang baru, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mengekspresikan identitas, status, dan harapan dalam konteks sosial mereka.

Selain itu, redaksi melihat perlunya edukasi dan kesadaran berkelanjutan agar aktivitas belanja tidak berubah menjadi konsumtif berlebihan yang malah membebani masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah. Pemerintah dan pelaku usaha harus bekerja sama untuk mendorong belanja yang berkelanjutan dan bermakna, misalnya dengan mengedepankan produk lokal dan etika konsumsi yang sehat.

Kedepannya, fenomena konstruksi sosial seperti ini akan terus berkembang sesuai dinamika sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan akademisi untuk terus mengamati dan memahami bagaimana tradisi-tradisi seperti belanja jelang Lebaran berevolusi dan memberikan dampak luas, baik secara sosial maupun ekonomi.

Untuk itu, mari kita terus ikuti perkembangan dan pemahaman budaya ini agar tradisi Lebaran tidak hanya menjadi momen konsumsi, tetapi juga refleksi nilai-nilai sosial yang memperkuat kebersamaan dan kesejahteraan bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad