Komunitas UMKM Depok Bangun Gerakan Sosial dan Literasi Perpustakaan Desa

Mar 16, 2026 - 16:00
 0  5
Komunitas UMKM Depok Bangun Gerakan Sosial dan Literasi Perpustakaan Desa

Komunitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Depok mengambil inisiatif membangun gerakan sosial dan literasi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan penguatan jejaring antar pelaku usaha kecil. Salah satu langkah nyata yang mereka lakukan adalah menggunakan hasil penjualan barang bekas untuk mendukung pembangunan perpustakaan desa sebagai bagian dari program literasi masyarakat.

Ad
Ad

Kegiatan Sosial Ramadhan dan Solidaritas UMKM Depok

Ketua Komunitas Sahabat Amanina Depok, Henny Juliana, menjelaskan bahwa kegiatan santunan anak yatim yang rutin diadakan bertepatan dengan bulan Ramadhan merupakan wujud kepedulian komunitas kepada keluarga pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan sosial. Selain memberikan santunan, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat solidaritas antar anggota komunitas.

“Kegiatan santunan anak yatim ini setiap tahun kami adakan sebagai bentuk kepedulian Sahabat Amanina kepada keluarga UMKM di Depok. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan anggota Sahabat Amanina dalam suasana Ramadan melalui buka puasa bersama,” ujar Henny.

Acara tersebut dilaksanakan di Toko PINTU Depok, yang dikelola oleh Yayasan Maharani Kirana Pertiwi. Tempat ini didedikasikan sebagai ruang usaha kreatif yang menggabungkan aktivitas ekonomi dengan program literasi masyarakat, sehingga menjadi pusat usaha sosial yang berdampak luas.

Toko PINTU: Usaha Sosial dengan Fokus Literasi

Co-Founder Yayasan Maharani Kirana Pertiwi, Putu Anggreni, menjelaskan bahwa Toko PINTU mengumpulkan barang-barang layak pakai, seperti pakaian dan perlengkapan rumah tangga, dari masyarakat untuk dijual kembali dengan harga yang sangat terjangkau.

“Melalui Toko PINTU, kami mengumpulkan pakaian dan berbagai barang dari para sahabat yang masih layak pakai untuk dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Selain membantu masyarakat mendapatkan barang berkualitas dengan harga hemat, seluruh hasil penjualan digunakan 100 persen untuk membeli buku dan mengembangkan perpustakaan desa yang kami dirikan,” jelas Putu.

Program ini mendukung target ambisius pendirian 100 perpustakaan desa dan kampung di berbagai wilayah Indonesia. Tujuannya adalah memperluas akses literasi sekaligus mendorong masyarakat agar tetap produktif melalui budaya membaca.

Saat ini, jaringan perpustakaan yang digagas yayasan tersebut telah beroperasi di 28 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk di daerah sekitar Depok seperti Citayam dan Bojonggede, serta wilayah lain seperti Pulau Samosir (Sumatera Utara), Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi, Flores, hingga Maluku Tenggara.

Program Literasi dan Dukungan Komunitas

Selain kegiatan penjualan barang bekas dan pengembangan perpustakaan, acara tersebut juga menghadirkan tausiah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustad Muda Abdullah Gymnastiar dari Pondok Pesantren At Tayba Depok. Tausiah ini mengangkat kisah-kisah inspiratif para nabi dan perjuangan pada masa Rasulullah SAW untuk memperkuat keimanan sekaligus kepedulian sosial para peserta.

Putu menambahkan bahwa gerakan sosial ini juga didukung oleh Komunitas Langkah Kemenangan Group, yang sebagian besar anggotanya adalah pelaku usaha dan perencana keuangan. Dukungan ini memperkuat visi yayasan untuk membuka ruang kreativitas, peluang bekerja, dan kesempatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Melalui sayap yayasan ini, para mitra di Langkah Kemenangan Group dapat terus berkembang dengan visi yang lebih besar. Kami ingin terus membuka ruang kreativitas, peluang bekerja, sekaligus peluang berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Putu.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif yang dilakukan komunitas UMKM di Depok ini bukan sekadar program sosial biasa, melainkan langkah strategis yang mampu menggabungkan aspek ekonomi dengan pembangunan sosial dan budaya literasi. Dengan memanfaatkan barang bekas sebagai sumber dana, mereka menciptakan model usaha sosial yang berkelanjutan dan inklusif.

Lebih dari itu, gerakan ini memperlihatkan bagaimana UMKM dapat menjadi agen perubahan di level komunitas dengan memperkuat solidaritas dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat luas. Pendekatan semacam ini juga membuka peluang bagi UMKM lain di Indonesia untuk mengadopsi model serupa guna memperkuat ekosistem usaha kecil sekaligus memberikan dampak sosial yang signifikan.

Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menjaga kesinambungan gerakan ini agar tidak hanya menjadi program temporer di bulan Ramadhan, tetapi bisa berkembang menjadi gerakan literasi dan sosial yang berdampak jangka panjang. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan juga dapat berperan aktif dalam mendukung dan mereplikasi model ini di wilayah lain.

Terus ikuti perkembangan gerakan sosial dan literasi UMKM di Depok serta dampaknya bagi pemberdayaan masyarakat luas melalui kanal berita kami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad