Riky Febriansyah Menyesal Foto Anaknya Tersebar, Tempuh Jalur Hukum
JAKARTA – Dokter Riky Febriansyah Saleh akhirnya angkat suara terkait permasalahan yang menyeret namanya di media sosial. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Senin, 16 Maret 2026, suami dari Maissy Pramaisshela itu mengungkapkan kekecewaannya atas beredarnya foto anak-anaknya di berbagai akun media sosial serta pemberitaan yang mengangkat kasusnya.
Riky menegaskan bahwa anak-anaknya memiliki hak privasi yang harus dihormati dan dilindungi.
"Saya sangat menyayangkan pemberitaan ini, baik dari akun-akun maupun media sosial yang menampilkan foto anak-anak saya," ujar Riky. "Kita sama-sama ketahui bahwa anak mempunyai hak privasi yang dilindungi oleh undang-undang," tambahnya.
Hak Privasi Anak dan Perlindungan Hukum
Dalam konteks hukum Indonesia, hak atas privasi anak sangat dilindungi untuk menghindari dampak negatif terutama dari penyebaran informasi secara luas tanpa izin. Kasus Riky memunculkan kembali diskursus tentang batasan publikasi gambar anak di media sosial dan pemberitaan.
Riky dan tim kuasa hukumnya menyatakan akan menempuh langkah hukum sebagai upaya perlindungan terhadap privasi anak-anak mereka. Jati, kuasa hukum Riky, menyampaikan bahwa sebelum melanjutkan ke jalur hukum, pihaknya akan mengirimkan somasi kepada pengelola akun-akun yang telah menyebarkan foto anak-anak tersebut.
"Saya masih menunggu iktikad baik saja. Kita sudah memiliki beberapa list," kata Jati.
Langkah Hukum dan Somasi Sebagai Upaya Perlindungan
Somasi akan menjadi langkah awal yang ditempuh guna memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang menyebarkan foto anak Riky untuk segera menghentikan tindakan tersebut. Apabila somasi ini diabaikan, maka proses hukum berikutnya akan dijalankan demi menjaga hak privasi keluarga Riky.
Langkah ini juga menjadi peringatan bagi publik dan media sosial untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan konten yang melibatkan anak-anak tanpa persetujuan orang tua atau wali, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti kasus perselingkuhan.
Reaksi dan Dampak di Media Sosial
Kasus ini mendapat sorotan luas di media sosial yang turut mengangkat isu perselingkuhan yang menimpa Riky. Namun, penyebaran foto anak-anaknya menimbulkan keprihatinan tersendiri, baik dari kalangan netizen maupun para ahli perlindungan anak yang menegaskan pentingnya menjaga privasi anak dalam situasi apapun.
Berikut beberapa poin utama yang perlu diperhatikan dalam kasus ini:
- Hak privasi anak harus dilindungi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
- Penyebaran foto anak tanpa izin dapat menimbulkan dampak psikologis dan sosial.
- Somasi dan jalur hukum adalah upaya legal yang tepat untuk melindungi hak tersebut.
- Pentingnya etika bermedia sosial bagi pengguna dan media.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kasus ini bukan hanya soal nama besar seorang dokter atau isu perselingkuhan yang sedang viral, melainkan lebih pada bagaimana masyarakat dan media sosial harus belajar menghormati hak privasi individu, terutama anak-anak yang tidak bersalah dalam persoalan orang tua mereka.
Penyebaran foto anak-anak di media sosial tanpa izin dapat menimbulkan trauma jangka panjang dan mengancam keselamatan psikologis mereka. Ini merupakan peringatan keras bahwa batasan privasi harus ditegakkan ketat, bahkan dalam situasi yang melibatkan figur publik sekalipun.
Ke depan, penting bagi pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk memperkuat regulasi serta edukasi publik mengenai perlindungan data pribadi dan privasi, terutama untuk anak. Masyarakat juga harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak menjadi pelaku penyebaran informasi yang merugikan pihak lain.
Kita akan terus mengikuti perkembangan kasus ini, terutama langkah hukum yang diambil oleh Riky dan bagaimana respons publik terhadap isu perlindungan anak di ranah digital.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0