Trump Dicemooh Setelah Minta Bantuan China Amankan Selat Hormuz

Mar 17, 2026 - 09:52
 0  3
Trump Dicemooh Setelah Minta Bantuan China Amankan Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi kritik tajam dari kalangan politik setelah secara terbuka meminta bantuan China untuk mengamankan jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz, yang ditutup oleh Iran akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Ad
Ad

Permintaan Trump kepada China Menuai Cemoohan

Permintaan Trump yang terkesan mendesak bantuan dari China ini menjadi bahan cemoohan, terutama dari anggota senator Partai Demokrat, Chuck Schumer. Melalui akun media sosialnya, Schumer mengejek langkah Trump, menyebutnya sebagai langkah yang mengejutkan dan tidak masuk akal.

"Donald Trump bilang dia berharap China membantu kami membersihkan Selat Hormuz. Anda bercanda?" kata Schumer di platform X pada Senin (16/3).

Schumer menambahkan bahwa tindakan Trump dalam konflik ini justru memperburuk situasi tanpa perencanaan matang, sehingga menciptakan ketidakstabilan di kawasan yang sudah sarat ketegangan.

Konflik di Selat Hormuz dan Dampaknya pada Perdagangan Minyak

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak global, dan penutupan oleh Iran sejak perang pecah telah menimbulkan kekhawatiran besar di tingkat dunia. Penutupan jalur ini menjadi respons Iran terhadap serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, yang mengakibatkan kematian sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian melakukan serangan balasan ke Israel dan aset militer AS di wilayah Teluk, sekaligus menutup Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan strategis.

  • Penutupan Selat Hormuz mengancam pasokan minyak global.
  • Negara-negara konsumen minyak mengalami ketidakpastian dan potensi lonjakan harga.
  • Ketegangan militer meningkat di wilayah Teluk Persia.

Reaksi dan Sikap China dalam Krisis Ini

Trump dalam beberapa kesempatan mendesak negara-negara besar termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk mengirim kapal perang guna mengamankan Selat Hormuz.

"Mudah-mudahan China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain yang terdampak pembatasan buatan ini akan mengirim kapal ke daerah tersebut sehingga Selat Hormuz tak lagi jadi ancaman bagi negara yang benar-benar lumpuh," tulis Trump di Truth Social.

Namun, China belum memberikan komitmen apapun terkait permintaan ini. Juru Bicara Kedutaan Besar China di AS, Liu Pengyu, menyatakan bahwa pihaknya fokus pada stabilitas pasokan energi dan mengedepankan komunikasi untuk meredakan ketegangan.

"Semua pihak bertanggung jawab untuk memastikan pasokan energi stabil dan tidak terhambat," ujar Liu, dikutip dari Al Jazeera.

Hubungan China dengan Iran cukup erat, dan Beijing menegaskan pentingnya menghormati keputusan dan kedaulatan negara lain, terlebih setelah kematian Ayatollah Khamenei dan pergantian kepemimpinan di Iran.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, permintaan Trump yang mengandalkan bantuan China untuk intervensi militer di Selat Hormuz menunjukkan kesulitan diplomasi Amerika Serikat dalam mengelola konflik di Timur Tengah. Langkah ini mencerminkan situasi politik dan militer yang semakin rumit dan menunjukkan bahwa AS kesulitan mendapatkan dukungan internasional yang solid.

Selain itu, permohonan bantuan ini dapat memperlemah posisi AS di mata sekutu dan menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas kepemimpinan Trump dalam menangani krisis geopolitik. Sikap China yang berhati-hati juga menunjukkan bahwa Beijing tidak ingin terjerumus dalam konflik langsung, mengingat risiko dan kepentingan ekonomi mereka di kawasan tersebut.

Ke depan, publik dan analis perlu mengawasi bagaimana AS akan mengubah strategi diplomasi dan militernya dalam menghadapi ketegangan di Selat Hormuz. Apakah Trump akan mampu menjalin koalisi internasional atau justru semakin terisolasi, menjadi kunci dalam dinamika politik global yang sedang berlangsung.

Stay tuned untuk update terkini mengenai perkembangan situasi di Selat Hormuz dan reaksi negara-negara terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad