Argentina Resmi Keluar dari WHO, Ikuti Jejak Amerika Serikat

Mar 18, 2026 - 07:30
 0  4
Argentina Resmi Keluar dari WHO, Ikuti Jejak Amerika Serikat

Argentina resmi menarik diri dari World Health Organization (WHO), menyusul jejak yang telah lebih dulu diambil oleh Amerika Serikat. Keputusan ini merupakan langkah signifikan dalam hubungan internasional di bidang kesehatan dan menimbulkan beragam reaksi global.

Ad
Ad

Keputusan Argentina Keluar dari WHO: Kronologi dan Alasan

Pengumuman resmi penarikan Argentina dari WHO disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Argentina, Pablo Quirno, pada Selasa, 17 Maret 2026 waktu setempat. Ia menegaskan bahwa penarikan tersebut sudah efektif berlaku, tepat satu tahun setelah pemberitahuan resmi kepada WHO.

"Hari ini, penarikan Argentina dari WHO mulai berlaku, menandai satu tahun sejak notifikasi resmi dilakukan oleh negara kami," tulis Quirno melalui akun media sosialnya, mengutip pernyataan dari Al-Jazeera.

Penarikan ini merupakan kebijakan pemerintah Presiden sayap kanan Javier Milei, yang sejak awal menjadikan kritik terhadap peran organisasi internasional, khususnya WHO, sebagai bagian dari agenda politiknya.

Milei menilai kebijakan WHO selama pandemi COVID-19, seperti penggunaan masker, pembatasan sosial, dan vaksinasi, sebagai bentuk kontrol sosial yang berlebihan. Ia bahkan menyebut WHO sebagai "organisasi yang berbahaya" dan menganggap kebijakan mereka sebagai "eksperimen kontrol sosial terbesar dalam sejarah".

Reaksi dan Dampak Penarikan Argentina dari WHO

Meski keluar dari WHO, pemerintah Argentina menegaskan bahwa mereka tetap akan menjalin kerja sama internasional dalam bidang kesehatan melalui perjanjian bilateral dan forum regional. Namun, Argentina ingin menjaga kedaulatan penuh dalam menentukan kebijakan kesehatan nasional tanpa campur tangan dari organisasi internasional.

Langkah Argentina ini mengikuti keputusan serupa yang telah diambil oleh Amerika Serikat pada Januari 2025, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, yang juga mengkritik WHO dengan alasan mendorong kebijakan progresif yang tidak sejalan dengan kebijakan nasional AS.

Namun, WHO selama ini berfungsi sebagai lembaga penasihat yang memberikan panduan kesehatan global, tanpa kewenangan memaksakan kebijakan kepada negara anggota. Hingga Selasa, WHO masih mencatat memiliki 194 negara anggota sebelum keputusan Argentina berlaku.

Kritik dari WHO dan Implikasi Global

Penarikan diri Amerika Serikat, dan kini Argentina, dari WHO mendapat kritik keras dari Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia menyatakan bahwa alasan penarikan tersebut tidak berdasar dan dapat melemahkan keamanan kesehatan global.

"Pemberitahuan penarikan diri ini membuat Amerika Serikat dan dunia menjadi kurang aman," ujar Tedros saat menanggapi keputusan AS tahun lalu.

Menurut Tedros, keanggotaan WHO penting untuk koordinasi dan respon global terhadap ancaman kesehatan, termasuk pandemi. Penarikan negara besar dapat melemahkan efektivitas WHO dan memperumit penanganan krisis kesehatan mendatang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keputusan Argentina keluar dari WHO mencerminkan tren kedaulatan nasional yang semakin kuat di tengah ketidakpercayaan terhadap lembaga internasional. Langkah ini juga memperlihatkan bagaimana geopolitik kesehatan dapat dipolitisasi oleh kepentingan domestik dan ideologi tertentu.

Meskipun Argentina menyatakan akan tetap berkolaborasi secara bilateral, kehilangan akses ke mekanisme koordinasi WHO dapat menghambat respons kesehatan publik mereka dalam situasi krisis global. Hal ini juga berpotensi memperlemah solidaritas internasional yang krusial untuk penanganan pandemi berikutnya.

Ke depan, penting untuk memantau bagaimana negara-negara lain merespons langkah Argentina dan AS ini. Apakah akan ada gelombang penarikan anggota lain atau justru peningkatan upaya reformasi WHO untuk menjaga relevansi dan kepercayaan global.

Kesimpulan

Penarikan Argentina dari WHO setelah satu tahun pemberitahuan resmi menandai babak baru dalam dinamika organisasi kesehatan global. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Presiden Javier Milei yang kritis terhadap intervensi internasional dalam kebijakan kesehatan nasional. Meski tetap menjalin kerja sama bilateral, keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan kolaborasi kesehatan global dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi di masa depan.

Pemerintah, masyarakat, dan pengamat internasional perlu terus mengawasi perkembangan ini agar dampak negatif terhadap kesehatan publik dapat diminimalisasi. Informasi lebih lanjut dan tanggapan dari berbagai pihak diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad