Pendiri Super Micro Didakwa Alihkan Chip AI Nvidia Senilai $2,5 Miliar ke China

Mar 20, 2026 - 13:10
 0  3
Pendiri Super Micro Didakwa Alihkan Chip AI Nvidia Senilai $2,5 Miliar ke China

Pendiri Super Micro Computer bersama dua rekannya didakwa atas tuduhan mengalihkan server senilai $2,5 miliar yang dilengkapi chip kecerdasan buatan (AI) buatan Nvidia ke China tanpa izin, sebuah pelanggaran hukum ekspor Amerika Serikat.

Ad
Ad

Latar Belakang Kasus Ekspor Ilegal Chip AI ke China

Yih-Shyan Liaw atau yang dikenal sebagai Wally, Ruei-Tsang Chang yang biasa dipanggil Steven, dan Ting-Wei Sun alias Willy, dituduh melakukan konspirasi untuk melanggar undang-undang kontrol ekspor, menyelundupkan barang dari AS, dan berkonspirasi untuk menipu pemerintah AS.

Liaw adalah salah satu pendiri Super Micro Computer dan juga anggota dewan direksi perusahaan tersebut. Ia ditangkap di California pada Kamis lalu dan telah dibebaskan dengan jaminan. Sun, yang berstatus kontraktor, saat ini ditahan menunggu sidang penahanan. Sedangkan Chang, yang pernah bekerja di kantor Super Micro di Taiwan, masih buron.

Perlu dicatat, Super Micro Computer tidak disebutkan secara eksplisit dalam dakwaan tersebut. Namun, perusahaan mengonfirmasi bahwa mereka telah menempatkan Liaw dan Chang pada cuti administratif serta memutus hubungan kerja dengan Sun.

"Perilaku yang diduga dilakukan individu-individu ini bertentangan dengan kebijakan dan kontrol kepatuhan perusahaan, termasuk upaya untuk menghindari hukum dan peraturan kontrol ekspor yang berlaku. Supermicro memiliki program kepatuhan yang kuat dan berkomitmen penuh pada kepatuhan terhadap semua hukum dan peraturan ekspor AS yang berlaku," ujar pernyataan resmi dari perusahaan.

Super Micro juga menyatakan bahwa mereka bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan yang sedang berlangsung.

Modus Operandi Pengalihan Server AI Nvidia

Menurut dakwaan, ketiga tersangka menggunakan perusahaan perantara yang berbasis di Asia Tenggara untuk memesan server agar tujuan akhir pengiriman ke China tidak terdeteksi. Mereka bekerja sama dengan eksekutif perusahaan perantara tersebut untuk memberikan dokumen palsu kepada produsen server demi menutupi pengalihan ilegal ini.

Selain itu, mereka menggunakan perusahaan pengiriman dan logistik untuk mengemas ulang server ke dalam kotak tanpa tanda agar isi paket tersembunyi saat dikirim ke China.

Untuk menipu auditor kepatuhan produsen server yang memeriksa perusahaan perantara tersebut, para tersangka menggunakan salinan "dummy" server yang tidak berfungsi saat server asli sedang dikirim ke China.

  • Dua terdakwa bahkan menata dummy server ini di sebuah gudang yang disewa perusahaan perantara.
  • Sun mengambil foto dan video dummy server tersebut dan mengirimkannya ke auditor kepatuhan yang ternyata tidak melakukan audit secara sungguh-sungguh karena sedang "berada di luar lokasi dan menikmati hiburan yang dibiayai oleh perusahaan perantara," menurut dakwaan.
  • Dalam kasus lain, kamera pengawas merekam orang-orang yang menggunakan pengering rambut untuk menghilangkan label asli dan menempelkan label serta nomor seri palsu pada kotak dan dummy server.

Respons Pemerintah dan Implikasi Keamanan Nasional

Jay Clayton, Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York, menegaskan pentingnya tindakan cepat terhadap kejahatan teknologi sensitif seperti ini.

"Skema pengalihan seperti yang digagalkan hari ini menghasilkan keuntungan ilegal miliaran dolar dan merupakan ancaman langsung terhadap keamanan nasional AS. Kejahatan yang melibatkan teknologi sensitif harus segera ditindak agar hukum tidak kehilangan maknanya," tegas Clayton.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus ini menyoroti betapa rapuhnya sistem kontrol ekspor teknologi canggih di tengah persaingan geopolitik yang semakin intens antara AS dan China. Pengalihan ilegal chip AI bernilai miliaran dolar bukan hanya merugikan ekonomi secara langsung, tetapi juga berpotensi memperkuat kemampuan teknologi China yang dapat digunakan untuk kepentingan militer dan intelijen.

Super Micro Computer, meskipun tidak secara langsung disebut dalam dakwaan, harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme kepatuhan dan pengawasan internalnya agar kejadian serupa tidak terulang. Kasus ini juga mengingatkan perusahaan teknologi lain untuk meningkatkan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi ekspor, terutama yang berkaitan dengan teknologi strategis seperti chip AI.

Ke depan, publik dan pelaku industri harus mengawasi ketat perkembangan kasus ini karena memiliki implikasi besar terhadap kebijakan ekspor, keamanan nasional, dan persaingan teknologi global. Pemerintah AS juga kemungkinan akan memperketat regulasi dan pengawasan ekspor teknologi tinggi sebagai respons atas kasus ini.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa pengalihan teknologi canggih secara ilegal adalah ancaman nyata yang harus ditangani dengan tegas demi menjaga keamanan dan kepentingan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad