Menhan AS Minta Rp3.300 T untuk Biayai 145 Hari Perang Lawan Iran

Mar 20, 2026 - 23:40
 0  4
Menhan AS Minta Rp3.300 T untuk Biayai 145 Hari Perang Lawan Iran

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengajukan permintaan tambahan anggaran sebesar US$200 miliar atau sekitar Rp3.300 triliun yang diduga akan digunakan untuk membiayai operasi militer selama kurang lebih 145 hari perang melawan Iran. Permintaan dana besar ini menjadi sorotan utama karena menunjukkan eskalasi biaya dan durasi konflik yang diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Ad
Ad

Estimasi Biaya Perang Berdasarkan Data CSIS

Menurut laporan media bisnis dan ekonomi Fortune, angka tersebut diambil dari analisis lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS). CSIS memperkirakan bahwa dalam 12 hari pertama konflik, AS sudah menghabiskan sekitar US$16,5 miliar (Rp279 triliun). Dari data tersebut, biaya rata-rata per hari diperkirakan mencapai US$1,38 miliar (Rp23 triliun).

Lebih jauh, CSIS juga mengungkapkan bahwa selama 100 jam pertama peperangan, biaya yang dikeluarkan sudah mencapai US$3,7 miliar (Rp62,6 triliun). Angka ini belum termasuk persiapan militer awal Pentagon yang diperkirakan menelan biaya sekitar US$630 juta (Rp10,6 triliun).

Pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth

Dalam konferensi pers pada Kamis (19/3), Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa angka permintaan anggaran sebesar US$200 miliar bisa saja berubah. Ia menekankan bahwa dana tersebut diperlukan untuk memastikan militer AS memiliki amunisi dan perlengkapan yang cukup guna menghadapi musuh yang disebutnya sebagai "orang jahat".

"Mengenai angka US$200 miliar, saya kira angka itu bisa berubah. Tentu saja butuh uang untuk membunuh orang jahat," ujar Hegseth, seperti dikutip Al Jazeera.

Respons Politik dan Prospek Pengesahan Anggaran

Hingga saat ini, pemerintahan Presiden Donald Trump belum secara resmi meminta dana tambahan ini kepada Kongres AS. Namun, terdapat penolakan dari sejumlah anggota parlemen, termasuk dari partai Republik, yang khawatir konflik ini dapat memperburuk krisis energi global dan melebar tanpa kendali.

Meski demikian, Ketua DPR AS, Mike Johnson, memberikan sinyal dukungan terhadap proposal penambahan anggaran tersebut. Johnson menyatakan,

"Saya mendukung apa yang diperlukan untuk memastikan bahwa rakyat Amerika tetap aman."

Implikasi dan Proyeksi Perang ke Depan

Jika anggaran tambahan US$200 miliar ini disetujui, perang yang sedang berlangsung diperkirakan dapat berlanjut hingga pertengahan Agustus 2026, sekitar 145 hari ke depan. Dengan biaya harian yang sangat tinggi, perang ini bukan hanya berdampak besar pada anggaran pertahanan AS, tetapi juga berpotensi memperpanjang ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan mempengaruhi pasar energi global.

  1. Permintaan anggaran tambahan sebesar US$200 miliar oleh Kemhan AS.
  2. Perkiraan biaya perang per hari mencapai US$1,38 miliar.
  3. Durasi perang diperkirakan sekitar 145 hari atau hingga Agustus 2026.
  4. Penolakan dan dukungan berbeda dari anggota Kongres AS.
  5. Potensi dampak besar terhadap ekonomi dan stabilitas global.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, permintaan tambahan anggaran sebesar US$200 miliar ini mengindikasikan bahwa pemerintah AS mempersiapkan skenario perang yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Dana sebesar ini bukan hanya soal biaya operasional militer, tetapi juga mencerminkan ekspektasi bahwa konflik dengan Iran dapat menjadi konflik berkepanjangan yang akan memakan banyak sumber daya.

Selain dampak langsung terhadap anggaran pertahanan, lonjakan pengeluaran militer ini dapat memperburuk tekanan inflasi dan defisit anggaran AS. Secara geopolitik, eskalasi ini bisa memicu ketegangan baru di kawasan yang sudah rentan, memengaruhi harga minyak dunia, dan memperburuk krisis energi global yang sedang berlangsung.

Publik dan pengamat harus memantau bagaimana respons Kongres AS terhadap permintaan ini, karena penolakan atau persetujuan anggaran tambahan akan menjadi indikator penting terkait arah kebijakan luar negeri dan militer AS dalam beberapa bulan ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad