Jumlah Pengunjung Pantai Pandan Turun 50% Pascabanjir Saat Libur Lebaran 2026

Mar 22, 2026 - 15:00
 0  3
Jumlah Pengunjung Pantai Pandan Turun 50% Pascabanjir Saat Libur Lebaran 2026

Jumlah pengunjung Pantai Pandan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 50 persen pada libur Lebaran 2026. Penurunan ini sangat terasa jika dibandingkan dengan momen Lebaran di tahun-tahun sebelumnya yang jauh lebih ramai.

Ad
Ad

Pada hari kedua Lebaran 2026 (H+2), jumlah pengunjung yang datang untuk rekreasi di Pantai Pandan hanya berkisar 300 orang. Padahal, pada tahun sebelumnya di waktu yang sama, pengunjung bisa mencapai lebih dari 900 hingga 1.000 orang dalam sehari.

“Beginilah situasinya agak sepi, meski masih libur Hari Raya. Ini karena juga dampak dari bencana sepertinya jadi masyarakat sibuk bersihkan rumah atau memang juga takut kan,” kata Sutrisno, petugas pengelola wisata Pantai Pandan, kepada ANTARA, Minggu.

Penurunan Penyewaan Tiker Mengindikasikan Sepinya Pengunjung

Sutrisno menjelaskan, penurunan jumlah pengunjung juga tercermin dari berkurangnya penyewaan tiker yang biasa digelar pengelola. Masyarakat yang datang umumnya menyewa tiker sebagai alas duduk, meskipun diperbolehkan membawa alas sendiri.

“Biasanya, penyewaan tiker bisa mencapai lebih dari 100 dalam satu hari. Namun sekarang, hanya ada sekitar 30 tiker yang kami sewakan,” jelasnya.

Situasi ini sangat berbeda dibandingkan dengan Lebaran tahun-tahun sebelumnya, di mana Pantai Pandan selalu dipadati ribuan pengunjung yang menikmati suasana pantai dan berbagai fasilitas rekreasi.

Dampak Bencana Banjir Terhadap Aktivitas Wisata

Selain penurunan pengunjung, pelaku usaha jasa permainan air seperti Banana Boat juga merasakan dampak signifikan. Muhammad, salah satu penyedia jasa Banana Boat, mengatakan bahwa aktivitas sewanya turun drastis.

“Kalau Lebaran tahun-tahun lalu, kami bisa melakukan sampai 15 kali perjalanan dalam sehari. Tahun ini, baru 5 sampai siang ini,” ujarnya.

Harga sewa Banana Boat di Pantai Pandan berkisar antara Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per orang dalam sekali jalan. Penurunan permintaan ini tentu berpengaruh pada pendapatan para penyedia jasa wisata di kawasan tersebut.

Suasana Lengang dan Harapan Pemulihan

Tim ANTARA yang melakukan pantauan langsung di Pantai Pandan mendapati suasana yang relatif lengang. Tiker-tiker yang biasanya dipakai pengunjung banyak terlihat menganggur dan tidak terpakai, menandakan penurunan aktivitas wisata yang signifikan.

Pantai Pandan merupakan destinasi ikonik di Tapanuli Tengah yang selalu ramai dikunjungi masyarakat terutama saat libur Lebaran. Penurunan pengunjung ini tidak lepas dari dampak pascabanjir yang terjadi sebelumnya, yang membuat masyarakat lebih waspada dan fokus pada pemulihan rumah dan lingkungan.

Berikut adalah beberapa faktor utama penurunan pengunjung di Pantai Pandan pada Lebaran 2026:

  • Dampak langsung dari bencana banjir yang membuat banyak warga sibuk membersihkan rumah.
  • Ketakutan masyarakat akan kondisi pascabanjir sehingga mengurangi aktivitas rekreasi.
  • Penurunan penyewaan fasilitas wisata seperti tiker dan permainan air.
  • Suasana pantai yang lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penurunan drastis pengunjung di Pantai Pandan pascabanjir bukan hanya soal angka statistik, tetapi merupakan cerminan nyata dari dampak bencana terhadap sektor pariwisata lokal. Wisata menjadi salah satu korban yang paling cepat merasakan efek bencana alam, terutama di daerah yang sangat bergantung pada kunjungan wisatawan.

Selain itu, penurunan ini juga mengindikasikan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah dan pengelola wisata untuk mempercepat pemulihan fasilitas dan meningkatkan rasa aman bagi pengunjung. Promosi ulang dan jaminan keamanan lingkungan sangat krusial agar kepercayaan wisatawan kembali pulih.

Ke depan, pemantauan secara berkala terhadap perkembangan kondisi wisata Pantai Pandan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa sektor pariwisata bisa bangkit kembali, sekaligus menjadi sumber pendapatan penting bagi masyarakat lokal yang terdampak bencana.

Para pembaca disarankan untuk terus mengikuti perkembangan berita terkait pemulihan wisata di Tapanuli Tengah dan mendukung upaya revitalisasi destinasi ini demi kemajuan ekonomi lokal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad