Patung Christopher Columbus Ditempatkan Dekat Gedung Putih oleh Trump

Mar 24, 2026 - 05:00
 0  2
Patung Christopher Columbus Ditempatkan Dekat Gedung Putih oleh Trump

Patung replika Christopher Columbus kini resmi ditempatkan di halaman Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower yang bersebelahan dengan Gedung Putih. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghormati penjelajah yang kontroversial tersebut.

Ad
Ad

Sejarah dan Kontroversi Patung Columbus

Menurut laporan AP News, patung tersebut adalah replika dari patung Christopher Columbus yang sempat dilemparkan ke Pelabuhan Baltimore pada tahun 2020 saat masa jabatan pertama Trump. Peristiwa ini terjadi di tengah gelombang protes nasional yang menyoroti masalah rasisme institusional di Amerika Serikat.

Patung asli yang dibuat oleh pematung Will Hemsley dari Maryland ini sebagian besar terbuat dari marmer. Pada 4 Juli 2020, patung tersebut dirobohkan oleh para pengunjuk rasa dan kemudian dilemparkan ke pelabuhan sebagai bentuk protes atas perlakuan tidak adil terhadap masyarakat kulit hitam, yang memuncak setelah kematian George Floyd di tangan polisi.

Persepsi Berbeda tentang Christopher Columbus

Presiden Trump mendukung pandangan tradisional yang menganggap Columbus sebagai pemimpin misi bersejarah tahun 1492 yang menjadi titik awal kolonisasi Eropa di Amerika dan perkembangan tatanan ekonomi-politik modern. Gedung Putih bahkan menyatakan,

"Di Gedung Putih ini, Christopher Columbus adalah seorang pahlawan, dan Presiden Trump akan memastikan ia dihormati sebagai pahlawan untuk generasi mendatang."

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, citra Columbus juga dikritik keras karena dianggap sebagai simbol penaklukan Eropa Barat yang menyebabkan eksploitasi dan genosida penduduk asli Amerika. Banyak patung Columbus di berbagai daerah dirusak atau dicopot sebagai bentuk protes terhadap sejarah kelam tersebut.

Reaksi dan Dukungan Terhadap Penempatan Patung

John Pica, seorang pelobi Maryland dan presiden Italian American Organizations United yang memiliki patung tersebut, menyatakan kebahagiaannya atas penempatan patung itu di lokasi yang dianggap aman dan terhormat dekat Gedung Putih:

"Kami senang patung itu telah menemukan tempat di mana ia dapat bersinar dengan damai dan terlindungi."

Penempatan ini juga menjadi simbol dukungan Trump terhadap warisan budaya Italia-Amerika dan penolakan terhadap upaya menggantikan Hari Columbus dengan Hari Masyarakat Adat, yang mulai diakui oleh beberapa negara bagian dan pemerintah federal di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden.

Perdebatan Mengenai Hari Columbus dan Hari Masyarakat Adat

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah lembaga dan pemerintah daerah mulai mengganti perayaan Hari Columbus dengan Hari Masyarakat Adat sebagai bentuk pengakuan atas sejarah dan hak-hak penduduk asli Amerika. Pada 2021, Presiden Joe Biden menjadi presiden AS pertama yang resmi memperingati Hari Masyarakat Adat dengan proklamasi.

Berbeda dengan itu, Trump menolak perubahan tersebut dan menyebut kelompok yang mendukung penggantian ini sebagai "para pembakar sayap kiri" yang mencoba membengkokkan sejarah dan memutarbalikkan ingatan rakyat Amerika. Pada April lalu, Trump menyatakan niatnya untuk "menghidupkan kembali Hari Columbus dari abu" dan menuding Demokrat berusaha menghancurkan reputasi Columbus dan warisan orang Italia-Amerika.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penempatan patung Christopher Columbus di dekat Gedung Putih bukan sekadar soal penghormatan pada figur sejarah, melainkan juga simbol politik yang kuat dari pemerintahan Trump. Ini merupakan perlawanan langsung terhadap tren nasional dan internasional yang mulai mengkritisi narasi tradisional yang dianggap mengabaikan penderitaan penduduk asli Amerika dan kelompok minoritas lainnya.

Langkah ini berpotensi memperdalam polarisasi terkait isu sejarah dan identitas nasional di Amerika Serikat. Penempatan patung ini bisa dianggap sebagai upaya mempertahankan warisan sejarah versi tertentu, sambil mengabaikan tuntutan pengakuan dan keadilan sosial. Publik dan pemerintah lokal yang sudah bergeser ke pengakuan Hari Masyarakat Adat mungkin akan semakin memperkuat argumen mereka, sehingga konflik budaya dan sejarah ini bisa terus berlanjut.

Kedepannya, penting untuk mengawasi bagaimana pemerintah federal dan daerah merespons simbol-simbol sejarah yang kontroversial ini. Apakah akan ada dialog yang lebih inklusif mengenai sejarah kolonisasi dan dampaknya, atau justru perpecahan yang semakin dalam dalam masyarakat AS? Pertanyaan-pertanyaan ini akan menentukan arah perdebatan nasional tentang identitas dan sejarah Amerika di masa depan.

Dengan penempatan patung ini, pemerintahan Trump kembali menegaskan sikapnya yang konservatif dan nasionalis dalam menghadapi perubahan sosial dan sejarah. Masyarakat internasional dan pengamat politik perlu terus mengikuti dinamika ini sebagai bagian dari gambaran lebih luas tentang bagaimana sejarah dipolitisasi di era modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad