Eks Bos CIA Leon Panetta Sebut Trump Picu Krisis Timur Tengah karena Sikap Naif

Mar 24, 2026 - 06:20
 0  2
Eks Bos CIA Leon Panetta Sebut Trump Picu Krisis Timur Tengah karena Sikap Naif

Leon Panetta, mantan Menteri Pertahanan sekaligus Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), mengkritik keras Presiden Donald Trump atas eskalasi konflik di Timur Tengah yang kini berujung pada krisis energi global yang serius. Dalam wawancara dengan The Guardian, Panetta menilai keputusan Trump sangat naif seperti bocah dan bertanggung jawab penuh atas memburuknya situasi di wilayah strategis tersebut.

Ad
Ad

Trump dan Dampak Penutupan Selat Hormuz

Selat Hormuz, jalur laut penting untuk distribusi minyak dunia, kini menjadi medan panas konflik yang diperparah oleh kebijakan Trump yang dinilai gegabah. Panetta menegaskan, penutupan Selat Hormuz akibat ketegangan perang antara AS dan Iran tidak akan terjadi jika Trump tidak mengambil langkah yang menurutnya "kekanak-kanakan" itu.

"Dia cenderung naif tentang bagaimana sesuatu bisa terjadi. Jika dia mengatakannya dan terus mengatakannya, dia berharap apa yang dia katakan akan menjadi kenyataan. Tapi itu yang dilakukan anak-anak. Itu bukan yang dilakukan seorang presiden," ujar Panetta.

Konflik AS-Iran Makin Memburuk

Perang yang dimulai 28 Februari antara AS-Israel melawan Iran telah berbalik menjadi bumerang bagi AS. Meski AS berhasil membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, hal ini justru memperkuat rezim teokratis Iran, bukan melemahkannya. Tercatat 13 anggota militer AS tewas dalam pertempuran yang tak kunjung usai.

Situasi ini juga berimbas pada citra Trump di dalam negeri yang mulai memburuk, dengan harga minyak dunia meroket dan koalisi politiknya mulai terpecah. Panetta memperkirakan Trump dan pemerintahannya kini sedang berjuang mencari jalan keluar dari krisis yang mereka ciptakan sendiri.

Reaksi Sekutu AS dan Pendekatan Trump

Sikap kasar Trump terhadap sekutu-sekutunya, termasuk ancaman keluar dari NATO, membuat banyak negara enggan memberikan dukungan. Panetta menilai pendekatan tak berperasaan Trump terhadap aliansi global justru memperparah isolasi AS di tengah konflik.

"Jika Anda merencanakan perang, bukan ide buruk untuk bicara dengan sekutu Anda. Aliansi penting untuk dapat mendukung segala jenis upaya militer. Tapi [Trump] mengambil pendekatan tak berperasaan terhadap aliansi dan sekarang tiba-tiba dia berada di posisi harus meminta bantuan sekutu," jelas Panetta.

Solusi dan Risiko yang Harus Dihadapi AS

Menurut Panetta, satu-satunya jalan keluar realistis adalah dengan menggunakan kekuatan militer untuk mengamankan Selat Hormuz dan mengawal tanker minyak yang melintasi jalur tersebut. Meski langkah ini berpotensi memperluas perang dan menimbulkan korban jiwa, Panetta menyebutnya sebagai cara paling efektif untuk mengatasi krisis energi sekaligus memperbaiki reputasi AS.

  • Menetralkan pertahanan Iran di sepanjang pantai Selat Hormuz
  • Mengawal kapal tanker minyak agar tetap bisa melintas
  • Menciptakan dasar negosiasi gencatan senjata dengan Iran

Panetta mengingatkan konsekuensi ekonomi jika AS gagal mengatasi krisis ini, termasuk potensi resesi global akibat melonjaknya harga bahan bakar.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kritik keras Panetta terhadap Trump mengungkapkan kegagalan pendekatan kebijakan luar negeri yang tidak matang dan impulsif. Konflik Timur Tengah yang semakin membara bukan hanya masalah regional, tetapi berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global melalui gangguan pasokan energi. Sikap Trump yang mengabaikan pentingnya diplomasi dan aliansi membuat AS semakin terisolasi saat menghadapi krisis serius.

Lebih jauh, eskalasi ini menjadi peringatan bagi pemerintahan selanjutnya untuk mengambil langkah yang lebih hati-hati dan strategis. Ketergantungan global pada Selat Hormuz sebagai jalur energi utama menuntut adanya solusi yang tidak hanya bersifat militeristik, tapi juga diplomasi yang kuat agar konflik tidak melebar dan merugikan banyak pihak.

Ke depan, publik dan pengamat harus mencermati bagaimana respons pemerintah AS dalam mengatasi dampak konflik ini. Apakah akan ada perubahan kebijakan yang lebih bijak ataukah perang berkepanjangan yang membawa kerugian besar bagi dunia?

Leon Panetta sendiri menegaskan bahwa jika Trump ingin keluar dari krisis ini dengan harga diri utuh, dia harus mengesampingkan khayalan dan menghadapi kenyataan pahit yang ada dengan strategi yang realistis dan terukur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad