Rating Trump Merosot ke Level Terendah, Warga AS Kecewa Penanganan Ekonomi dan Iran

Mar 26, 2026 - 08:10
 0  4
Rating Trump Merosot ke Level Terendah, Warga AS Kecewa Penanganan Ekonomi dan Iran

Tingkat persetujuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengalami penurunan drastis ke level terendah sejak menjabat kembali di Gedung Putih. Survei terbaru dari Reuters/Ipsos yang dirilis pada akhir Maret 2026 menunjukkan bahwa approval rating Trump turun menjadi 36%, dari sebelumnya 40% dalam survei pekan sebelumnya.

Ad
Ad

Penurunan ini mencerminkan memburuknya persepsi publik terhadap kinerja Trump, khususnya dalam mengelola ekonomi nasional dan menangani lonjakan biaya hidup yang dirasakan masyarakat. Lonjakan harga bahan bakar yang terjadi pasca serangan militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 menjadi salah satu faktor utama yang menimbulkan ketidakpuasan.

Penanganan Ekonomi dan Krisis Energi Picu Kekecewaan

Menurut survei, hanya sekitar 25% responden merasa puas dengan cara Trump menangani biaya hidup yang semakin tinggi. Persetujuan terhadap kebijakan ekonomi Trump bahkan mencapai 29%, angka terendah selama masa jabatannya dan lebih rendah dibandingkan dengan masa pemerintahan pendahulunya, Joe Biden.

Kenaikan harga bensin di AS yang melonjak sekitar US$1 per galon sejak dimulainya konflik dengan Iran, ikut memberikan tekanan pada perekonomian. Hal ini berimbas pada opini publik yang semakin skeptis terhadap kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Konflik dengan Iran dan Dampaknya pada Citra Trump

Selain aspek ekonomi, perang dengan Iran juga menjadi beban berat bagi citra Trump. Survei menunjukkan hanya 35% warga AS yang menyetujui serangan militer ke Iran, sementara mayoritas sebesar 61% menentangnya. Persetujuan ini bahkan menurun dibandingkan survei sebelumnya.

Kekhawatiran atas dampak jangka panjang konflik juga meningkat. Sekitar 46% responden berpendapat bahwa perang ini akan membuat AS kurang aman di masa depan, sedangkan hanya 26% yang percaya konflik tersebut akan meningkatkan keamanan nasional.

Di tengah eskalasi konflik, ada laporan bahwa Washington berencana mengirimkan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah, sementara Iran membantah adanya negosiasi damai sebagaimana yang diklaim Trump.

Pengaruh Survei Terhadap Politik dan Pemilu Paruh Waktu

Survei juga mengungkapkan bahwa 63% warga AS menilai kondisi ekonomi saat ini lemah, dengan rincian 40% pemilih Partai Republik, 66% independen, dan 84% pemilih Partai Demokrat yang merasa demikian.

Menurut Doug Farrar, ahli strategi dari Partai Demokrat, kondisi ini membuka peluang besar bagi Demokrat untuk meraih kemajuan signifikan dalam pemilu paruh waktu mendatang. Namun, secara relatif, Partai Republik masih sedikit lebih dipercaya dalam hal pengelolaan ekonomi, dengan 38% responden memilih Partai Republik dibandingkan 34% memilih Demokrat.

Detail Survei dan Respons Politik

Survei daring nasional ini melibatkan 1.272 responden dewasa di AS dengan margin of error sebesar 3 poin persentase. Amanda Makki, ahli strategi politik dari Partai Republik, menegaskan pentingnya bagi publik untuk memahami bahwa pemerintah merasakan penderitaan masyarakat dan sudah ada bantuan dalam proses.

"Penting bagi masyarakat untuk mengetahui bahwa presiden merasakan penderitaan mereka dan bantuan sedang dalam perjalanan," kata Amanda Makki, dikutip pada 25 Maret 2026.

Meski demikian, data terbaru ini menggambarkan dinamika politik dan sosial yang kompleks di AS, terutama terkait dampak konflik geopolitik terhadap kestabilan ekonomi dan kepercayaan publik pada kepemimpinan Trump.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, turunnya rating persetujuan Trump ke angka terendah ini menjadi indikator penting bagi masa depan politik Amerika Serikat, khususnya menghadapi pemilu paruh waktu 2026. Kekecewaan publik terhadap penanganan ekonomi dan konflik Iran berpotensi menggerus basis dukungan Partai Republik jika isu-isu ini tidak segera ditangani secara efektif.

Selain itu, eskalasi ketegangan dengan Iran dan dampaknya pada harga energi menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri sangat berkaitan erat dengan kondisi domestik. Ketidakstabilan geopolitik tidak hanya memengaruhi persepsi keamanan nasional tetapi juga kondisi ekonomi sehari-hari warga AS.

Ke depan, publik dan pengamat harus mencermati bagaimana pemerintahan Trump merespons tekanan ekonomi dan politik ini, serta bagaimana strategi komunikasi pemerintah dapat mengembalikan kepercayaan warga. Situasi ini juga berpotensi menjadi momentum bagi Partai Demokrat untuk memperkuat posisi politiknya jika mampu menawarkan solusi yang lebih meyakinkan.

Untuk informasi lebih lengkap dan data survei, kunjungi sumber asli di CNBC Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad