Fans Garis Keras Inggris Jual Rumah Demi Nonton Piala Dunia 2026 Secara Langsung

Mar 28, 2026 - 20:50
 0  4
Fans Garis Keras Inggris Jual Rumah Demi Nonton Piala Dunia 2026 Secara Langsung

Andy Milne, seorang penggemar sepak bola garis keras dari Inggris, mengambil langkah luar biasa menjelang Piala Dunia 2026. Pria berusia 62 tahun ini berencana menjual rumah keduanya di Inggris untuk membiayai perjalanan mengikuti seluruh pertandingan yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Ad
Ad

Langkah Ekstrem Demi Menonton Piala Dunia 2026

Dilansir dari CNBC Indonesia dan Euro News, Milne yang kini tinggal di Thailand dan menyewakan rumahnya di utara Inggris, memutuskan untuk menjual properti tersebut seharga sekitar £350.000 atau setara €403.000. Keputusan ini diambil setelah 27 tahun memiliki rumah tersebut, dan ia merasa ini waktu tepat untuk melepas asetnya demi mengejar mimpi menonton langsung Piala Dunia.

"Rumah itu akan dijual karena saya ingin pergi ke Piala Dunia," ujar Milne kepada media Inggris. "Kami sudah punya rumah kedua selama 27 tahun, jadi rasanya ini waktu yang tepat untuk mencairkannya."

Milne dikenal sebagai sosok ikonik di kalangan fans Inggris karena sering terlihat membawa replika trofi Piala Dunia. Piala Dunia 2026 nantinya menjadi yang ke-10 kalinya ia hadiri, termasuk sembilan edisi Piala Dunia pria dan satu edisi Piala Dunia Wanita pada 2023.

Rencana Perjalanan dan Tantangan Biaya

Menurut rencana, Milne akan memulai perjalanannya pada 3 Juni dan berada di Amerika Serikat selama tujuh minggu. Ia berambisi untuk menyaksikan seluruh rangkaian pertandingan Inggris di fase grup, antara lain:

  1. Dallas: Inggris vs Kroasia (17 Juni)
  2. Foxborough, Massachusetts: Inggris vs Ghana (23 Juni)
  3. New Jersey: Inggris vs Panama (27 Juni)

Biaya perjalanan tentu sangat besar, terutama dengan harga tiket yang menjadi sorotan. Saat penjualan umum dibuka Desember lalu, harga tiket pertandingan fase grup mulai dari US$140 dan bisa mencapai US$8.680 untuk final, angka yang dinilai sangat tinggi oleh banyak kelompok suporter.

Kritik Terhadap Harga Tiket dan Kontroversi FIFA

Keluhan atas harga tiket yang mahal telah memunculkan reaksi keras dari komunitas suporter. Organisasi Football Supporters Europe (FSE) dan kelompok konsumen Euroconsumers bahkan mengajukan keluhan resmi ke Komisi Eropa terkait penetapan harga tiket oleh FIFA. Mereka menuding FIFA melakukan abuse of monopoly dalam penjualan tiket, menerapkan harga yang tidak wajar, serta kurang transparansi dalam distribusi.

"FIFA memegang monopoli atas penjualan tiket Piala Dunia 2026 dan menggunakan kekuatan tersebut untuk menerapkan syarat yang tidak akan diterima dalam pasar yang kompetitif," ujar pernyataan bersama FSE dan Euroconsumers.

Selain harga, praktik penjualan tiket yang dianggap menekan konsumen dan penggunaan sistem harga dinamis juga menjadi sorotan. FSE mendesak agar harga tiket dibekukan pada tahap penjualan berikutnya dan sistem harga dinamis dihentikan, khususnya untuk penggemar di Eropa.

Antusiasme dan Pengorbanan Fans Sepak Bola

Di tengah kontroversi harga tiket dan tantangan biaya lainnya, keputusan Andy Milne menjual rumah demi menyaksikan Piala Dunia 2026 menjadi cerminan nyata betapa kuatnya passion dan dedikasi fans sepak bola. Milne siap mengorbankan aset pentingnya demi pengalaman luar biasa menyaksikan langsung turnamen sepak bola terbesar dunia.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Andy Milne menunjukkan sisi lain dari fenomena sepak bola global: bagaimana olahraga ini mampu menggerakkan kehidupan dan keputusan besar para penggemarnya. Meski harga tiket dan biaya perjalanan dinilai sangat tinggi, masih ada fans yang bersedia mengorbankan harta benda demi pengalaman langka ini.

Namun, kasus ini juga menyoroti masalah serius dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026, terutama terkait aksesibilitas tiket dan harga yang melambung. Jika FIFA tidak segera menyesuaikan kebijakan harga dan distribusi tiket, potensi alienasi penggemar sejati akan semakin besar, yang justru merugikan citra dan semangat turnamen.

Ke depan, penting bagi penyelenggara dan pihak berwenang untuk memikirkan solusi yang seimbang, agar Piala Dunia tetap bisa dinikmati oleh segala lapisan masyarakat, bukan hanya mereka yang mampu secara finansial. Kami sarankan para penggemar dan pihak terkait terus memantau perkembangan kebijakan tiket Piala Dunia 2026 agar tidak terjebak dalam situasi yang merugikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad