Bus Tayo Terguling di Mojokerto Saat Rombongan Halalbihalal, 1 Tewas
Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Mojokerto, ketika sebuah bus Tayo yang dimodifikasi menjadi kereta kelinci terguling pada Sabtu (28/3/2026). Akibat kecelakaan ini, satu orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Rombongan Halalbihalal Buruh Pabrik Tatakan Telur
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Beni Hermawan, menjelaskan bahwa rombongan yang menaiki bus tersebut adalah anak-anak dan orang dewasa yang merupakan buruh pabrik tatakan telur. Mereka tengah dalam perjalanan menuju rumah seorang satpam pabrik untuk kegiatan halalbihalal.
"Jadi, itu rombongan buruh pabrik tatakan telur. Mereka hendak halalbihalal ke rumah satpam pabrik di Desa Jatidukuh. Sebenarnya kurang dikit lagi sampai rumah si satpam, tapi sepur kelincinya nggak kuat," ujar Beni, dikutip dari detikNews.
Detik-detik Kecelakaan dan Kondisi Korban
Kejadian bermula saat bus mencoba melewati tanjakan di lokasi tersebut. Namun, bus tidak kuat untuk naik dan kemudian mundur sehingga tergelincir. Bus kemudian menghantam tiang listrik sebelum akhirnya terguling.
Satu korban meninggal dunia adalah Sulimah (47), warga Dusun/Desa Mlaten, Puri, Mojokerto. Ia mengalami luka parah di kepala akibat terlempar keluar dari dalam bus saat kecelakaan terjadi.
Sementara itu, sebanyak 20 korban lainnya mengalami luka-luka. Mereka langsung dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan, yakni RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, dan Puskesmas Gondang untuk mendapatkan perawatan intensif. Termasuk sopir bus, Sariono (53), yang juga mengalami luka.
Faktor Penyebab dan Kondisi Tanjakan
Kondisi jalan yang menanjak dan beratnya muatan bus menjadi faktor utama dalam kecelakaan ini. Modifikasi bus menjadi kereta kelinci yang didesain untuk membawa banyak penumpang ternyata tidak didukung dengan kekuatan mesin yang memadai untuk medan tanjakan tersebut.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar keselamatan dan kelayakan kendaraan yang digunakan untuk rombongan massal, terutama dalam kegiatan sosial atau tradisional seperti halalbihalal.
Langkah Penanganan dan Imbauan Kepolisian
Satlantas Polres Mojokerto telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memastikan proses evakuasi korban berjalan lancar. Mereka juga mengimbau masyarakat dan penyelenggara acara serupa agar memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi kendaraan yang digunakan.
- Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan sesuai medan yang akan dilalui.
- Jangan memaksakan kendaraan dengan muatan berlebih.
- Perhatikan keselamatan penumpang terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kecelakaan ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kendaraan yang digunakan dalam acara komunitas atau keluarga, terutama yang sudah dimodifikasi. Modifikasi seperti bus yang menjadi kereta kelinci memang menarik dan unik, namun tanpa standar keselamatan yang jelas, dapat berujung fatal.
Selain itu, kejadian ini juga memperlihatkan betapa rentannya keselamatan transportasi di daerah dengan medan menanjak dan infrastruktur terbatas. Pemerintah daerah dan aparat terkait perlu meningkatkan pengawasan dan edukasi keselamatan untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi.
Ke depan, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih moda transportasi, serta penyelenggara acara harus memprioritaskan aspek keselamatan agar kegiatan halalbihalal atau tradisi lainnya tetap berjalan aman dan menyenangkan.
Untuk informasi terbaru dan perkembangan kasus ini, pembaca disarankan untuk terus mengikuti berita resmi dari kepolisian dan pihak rumah sakit terkait.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0