Menteri PU Tinjau Langsung Banjir Brebes dan Instruksikan Penanganan Sedimentasi

Mar 29, 2026 - 16:30
 0  4
Menteri PU Tinjau Langsung Banjir Brebes dan Instruksikan Penanganan Sedimentasi

Banjir yang melanda ruas Ketanggungan-Pejagan di Kabupaten Brebes mendapat respons cepat dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Tak lama setelah menyelesaikan agenda pemeriksaan kesiapan arus balik di Gerbang Tol Kalikangkung, Kota Semarang, Sabtu (28/3), ia langsung bergegas menuju Brebes untuk meninjau lokasi banjir secara langsung.

Ad
Ad

Menteri Dody memilih cara yang cukup unik, yakni mengemudikan sendiri mobil Toyota putih melintasi ruas Tol Trans Jawa dari Kalikangkung, melewati Kabupaten Kendal, Batang, Pemalang, Tegal, hingga sampai di Brebes. Dalam perjalanan ini, ia tidak hanya fokus pada kunjungan kerja, tetapi juga menguji kualitas jalan tol yang menjadi tulang punggung arus mudik dan balik Lebaran 2026.

"Secara umum smooth, keren. Bahu jalan juga oke. Saya tadi sempat coba lewat bahu jalan untuk tes kualitasnya," ujar Dody dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

Peninjauan Langsung Lokasi Banjir dan Masalah Sedimentasi

Sesampainya di Brebes, Dody langsung keluar di Gerbang Tol Pejagan dan menuju titik banjir di ruas nasional Ketanggungan-Pejagan yang terdampak akibat limpasan air dari Sungai Babakan. Ia menyisir bantaran sungai dan menemukan permasalahan utama yakni sedimentasi yang sudah cukup parah. Akibat endapan lumpur dan material sedimen, aliran air menjadi melambat meski jarak ke muara tidak terlalu jauh.

Menanggapi hal ini, Menteri PU memberikan arahan tegas kepada jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) agar penanganan banjir dilakukan secara tuntas dan dimulai dari hilir atau muara sungai.

"Kerjain muaranya dulu. Itu yang paling cepat dampaknya. Kalau aliran ke laut lancar, air tidak melimpas ke jalan lagi," tegas Dody.

Strategi Penanganan Banjir: Fokus pada Muara dan Infrastruktur Pendukung

Pentingnya penanganan muara sungai ini mendapat dukungan dari pengalaman penanganan banjir bandang di Provinsi Aceh, di mana pembenahan muara terbukti mempercepat aliran air ke laut dan mengurangi risiko banjir.

Dody menekankan agar penanganan tidak hanya sebatas pengerukan lumpur, tetapi juga pembangunan jeti di sisi kanan dan kiri muara. Jeti ini berfungsi menahan sedimen agar tidak kembali masuk ke sungai saat arah angin berubah.

"Jangan cuma dikeruk. Harus dibangun jeti, supaya lumpur tidak balik lagi ke sungai," tambahnya.

Penanganan muara ini merupakan bagian dari program besar pengendalian banjir yang menggunakan skema pendanaan multiyears. Namun, Dody meminta agar penanganan muara menjadi prioritas utama dan ditargetkan selesai cepat pada tahun 2026.

Peninjauan Kolam Detensi dan Harapan Pengendalian Banjir

Selain meninjau sungai, Dody juga mengecek kondisi kolam detensi di Kedawung dan Padakaton. Kolam detensi berfungsi sebagai penyangga awal limpasan air sebelum air masuk ke sungai, yang diharapkan dapat mereduksi puncak banjir jika dikombinasikan dengan perbaikan alur sungai.

Menurut Dody, perjalanan dari Kalikangkung ke Brebes bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Dengan mengemudi sendiri dan meninjau langsung lokasi banjir, Kementerian PU ingin memastikan bahwa persoalan di lapangan dapat dipahami secara utuh dan ditangani dari titik paling kritis.

Untuk informasi lebih lengkap, sumber berita asli dapat dibaca melalui DetikNews.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, respons cepat Menteri PU Dody Hanggodo merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Penanganan banjir yang dimulai dari hilir menunjukkan pemahaman mendalam akan dinamika aliran sungai dan sedimentasi sebagai faktor utama penyebab banjir di Brebes. Terobosan pembangunan jeti di muara sungai bisa menjadi game-changer dalam mengendalikan sedimentasi berulang yang selama ini memperparah banjir.

Namun, yang perlu dicermati adalah keberlanjutan program pengendalian banjir ini. Skema pendanaan multiyears memang menjanjikan, tapi membutuhkan komitmen kuat dari semua pihak terkait agar program ini tidak terhenti di tengah jalan. Masyarakat juga harus dilibatkan dalam pemeliharaan lingkungan sekitar sungai agar sedimentasi bisa diminimalisir sejak hulu.

Kedepannya, pemerintah harus memantau progres penanganan muara dan kolam detensi secara berkala serta melakukan evaluasi untuk memastikan target penyelesaian di 2026 dapat tercapai. Jangan sampai upaya ini hanya menjadi kunjungan simbolis tanpa hasil nyata di lapangan.

Situasi banjir di Brebes juga menjadi cermin penting bagi daerah lain yang memiliki tantangan serupa. Pendekatan komprehensif dan langsung dari pimpinan, seperti yang dilakukan Menteri Dody, harus menjadi contoh agar penanganan banjir di seluruh Indonesia bisa berjalan efektif dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad