Imbas Longsor Bantargebang, Petugas Kebersihan Antre Lama Buang Sampah di Jatinegara

Mar 31, 2026 - 02:10
 0  4
Imbas Longsor Bantargebang, Petugas Kebersihan Antre Lama Buang Sampah di Jatinegara

JAKARTA – Imbas dari longsor yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, kini berdampak signifikan pada proses pembuangan sampah di wilayah Jakarta Timur, khususnya di TPS Jatinegara. Petugas kebersihan yang bertugas membuang sampah dengan menggunakan gerobak harus rela mengantre sejak dini hari untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Ad
Ad

Ali, seorang petugas kebersihan berusia 40 tahun, mengungkapkan bahwa dalam kondisi normal antrean pembuangan sampah biasanya hanya memakan waktu sekitar 10 hingga 30 menit. Namun, sejak longsor terjadi di Bantargebang, antrean menjadi sangat panjang hingga petugas harus mulai bekerja sejak pukul 03.00 dini hari.

"Kemarin pas sebelum Lebaran itu masih antre, saya kadang-kadang pukul 03.00 berangkat dan keluar siang, karena antre tadi," ujar Ali saat ditemui di lokasi, Senin (30/3/2026).

Peristiwa longsor yang terjadi di TPST Bantargebang memicu gangguan operasional yang menjalar hingga ke TPS di Jatinegara. Hal ini membuat proses pengangkutan dan pembuangan sampah menjadi sangat terhambat.

Ali menambahkan, meskipun saat ini kondisi sudah mulai membaik dan antrean sudah mulai berkurang, dampak dari longsor tersebut masih terasa. Dia menyebutkan bahwa pihak terkait sudah melakukan upaya pengangkatan sampah yang menumpuk sehingga proses pembuangan mulai kembali normal.

"Sekarang keluar masuk sih, sudah diangkatin, sudah normal sih kalau sekarang. Kemarin karena longsor di Bantargebang jadi imbasnya ke mana-mana," tambah Ali.

Dampak Longsor TPST Bantargebang Terhadap Pengelolaan Sampah Jakarta Timur

Longsor di TPST Bantargebang yang terjadi beberapa waktu lalu bukan hanya menjadi perhatian di Kota Bekasi, melainkan berimbas langsung ke pengelolaan sampah di Jakarta Timur. Bantargebang sendiri merupakan salah satu pusat pengolahan sampah terbesar di wilayah Jabodetabek yang menerima sampah dari berbagai wilayah, termasuk Jakarta Timur.

Akibat longsor tersebut, operasional pengolahan sampah menjadi terganggu, menyebabkan penumpukan sampah di TPS-TPS yang melayani wilayah tersebut. Petugas kebersihan pun harus bekerja ekstra keras dengan waktu lebih panjang agar sampah tidak menumpuk di lingkungan warga.

  • Antrean pembuangan sampah yang mencapai beberapa jam.
  • Petugas kebersihan mulai bekerja sejak dini hari untuk menghindari penumpukan.
  • Pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang sempat terhenti dan menumpuk di TPS.
  • Pihak Sudin Lingkungan Hidup telah menurunkan armada tambahan untuk membantu pengangkutan sampah.
  • Koordinasi antara Bekasi dan Jakarta Timur diperketat untuk mengatasi krisis sampah sementara.

Menurut laporan Kompas, Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur bahkan menurunkan sejumlah armada tambahan untuk membantu proses pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan yang merugikan warga dan lingkungan sekitar.

Upaya Penanganan dan Pemulihan Operasional TPST Bantargebang

Pihak pengelola TPST Bantargebang segera melakukan penanganan longsor dengan mengerahkan alat berat dan tenaga kerja guna mengangkat material longsor dan menormalkan kembali jalur pengolahan sampah. Hal ini sangat krusial agar pengelolaan limbah domestik di wilayah Jabodetabek tidak mengalami gangguan berkelanjutan.

Dalam beberapa hari setelah longsor, proses pemulihan terus dilakukan dengan fokus utama pada kelancaran akses dan kapasitas pengolahan sampah. Koordinasi antar pemerintah daerah dan pengelola TPST sangat penting agar dampak negatif yang dirasakan warga bisa diminimalisir.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian longsor di TPST Bantargebang ini membuka mata kita akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana. Ketergantungan besar wilayah Jabodetabek pada satu titik pengolahan sampah seperti Bantargebang membuat sistem pengelolaan sampah sangat rentan jika terjadi gangguan seperti longsor.

Antrean panjang petugas kebersihan yang harus bekerja sejak dini hari merupakan gambaran nyata bagaimana salah satu layanan publik dasar menjadi terdampak besar, yang tentu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan jika dibiarkan berlarut-larut.

Ke depan, pemerintah dan pengelola TPST perlu mempertimbangkan diversifikasi lokasi pengolahan sampah dan meningkatkan sistem mitigasi bencana untuk fasilitas seperti Bantargebang. Selain itu, edukasi dan dukungan terhadap pengurangan produksi sampah di sumbernya juga harus menjadi prioritas agar beban pada TPST bisa dikurangi.

Warga dan pemangku kepentingan disarankan untuk terus memantau perkembangan pemulihan ini, serta aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan agar dampak dari bencana pengelolaan sampah tidak semakin memperparah kondisi kota.

Untuk informasi terbaru seputar pengelolaan sampah dan dampak longsor TPST Bantargebang, pembaca dapat mengikuti update dari Kompas Megapolitan dan sumber berita resmi lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad