Golongan Darah A Berisiko Tinggi Stroke Dini, Ini Penjelasan Lengkapnya

Mar 31, 2026 - 09:40
 0  3
Golongan Darah A Berisiko Tinggi Stroke Dini, Ini Penjelasan Lengkapnya

Stroke merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Baru-baru ini, sebuah penelitian di Amerika Serikat mengungkap bahwa golongan darah tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke dini, yaitu sebelum usia 60 tahun. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang faktor risiko stroke yang selama ini kurang diperhatikan.

Ad
Ad

Penelitian dan Metode Analisis Golongan Darah dan Risiko Stroke

Menurut laporan CNBC Indonesia yang melansir dari Healthline, para peneliti dari University of Maryland mempelajari data dari sekitar 7.000 pasien stroke dan hampir 600 ribu orang sehat yang dikumpulkan dari 48 studi berbeda. Mereka juga meninjau data genetika serta kasus stroke iskemik, yang merupakan jenis stroke paling umum akibat penyumbatan pembuluh darah otak.

Hasil analisis ini menunjukkan adanya korelasi signifikan antara golongan darah dan risiko stroke dini, bahkan setelah memperhitungkan faktor risiko lain seperti jenis kelamin, berat badan, dan kebiasaan merokok.

Golongan Darah A Paling Berisiko, O Paling Rendah

Penelitian tersebut menemukan bahwa 16 persen orang dengan golongan darah A memiliki kemungkinan lebih besar mengalami stroke sebelum usia 60 tahun dibandingkan golongan darah lainnya. Sementara itu, golongan darah B juga menunjukkan peningkatan risiko, tetapi tidak setinggi golongan darah A.

Sebaliknya, golongan darah O yang paling umum justru memberikan perlindungan dengan 12 persen risiko lebih rendah terkena stroke dini. Golongan darah AB dan B tidak menunjukkan dampak signifikan pada risiko stroke dini.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology ini juga mengungkap bahwa sekitar 1 dari 16 kasus stroke pada kelompok tipe A dapat dikaitkan langsung dengan golongan darah mereka.

Penyebab dan Implikasi Temuan Golongan Darah dan Risiko Stroke

"Jumlah orang dengan stroke dini meningkat. Mereka lebih mungkin meninggal akibat kejadian yang mengancam jiwa, dan yang selamat berpotensi menghadapi kecacatan jangka panjang," ujar Dr. Steven Kittner, profesor neurologi dan peneliti utama.

"Kami masih belum mengetahui secara pasti mengapa golongan darah A meningkatkan risiko stroke, tetapi kemungkinan besar terkait dengan faktor pembekuan darah seperti trombosit dan endotel pembuluh darah," tambahnya.

Data resmi menunjukkan bahwa di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara terdapat lebih dari 91.000 kasus stroke dalam setahun antara April 2021 dan Maret 2022, sedangkan di AS sekitar 800.000 orang mengalami stroke setiap tahunnya.

Distribusi golongan darah di kedua negara tersebut cukup mirip, dengan hampir setengah populasi memiliki golongan darah O dan sepertiga golongan darah A. Golongan darah B dan AB masing-masing sekitar 10 persen dan 5 persen.

Apa Itu Stroke dan Kenapa Penting Memahami Faktor Risiko?

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, bisa karena penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kondisi ini menyebabkan kerusakan jaringan otak dan dapat berakibat fatal atau menyebabkan kecacatan permanen.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15 juta orang mengalami stroke setiap tahun di seluruh dunia. Dari jumlah itu, 5 juta meninggal dan 5 juta lainnya mengalami kecacatan permanen.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menekankan bahwa stroke tidak hanya menyerang lansia, tetapi bisa dialami oleh semua kelompok usia tanpa terkecuali.

Daftar Faktor Risiko Stroke Berdasarkan Golongan Darah

  • Golongan darah A: Risiko stroke dini meningkat hingga 16 persen.
  • Golongan darah B: Risiko stroke sedikit lebih tinggi dari golongan lain kecuali A.
  • Golongan darah O: Memiliki risiko stroke dini lebih rendah sekitar 12 persen.
  • Golongan darah AB: Risiko stroke tidak signifikan dibandingkan golongan darah lainnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, temuan ini menjadi warning sign penting bagi masyarakat dan tenaga medis bahwa faktor risiko stroke tidak hanya terkait gaya hidup, tapi juga faktor genetik seperti golongan darah. Terutama bagi pemilik golongan darah A, kesadaran akan risiko ini harus mendorong langkah pencegahan lebih dini, termasuk kontrol faktor risiko lain seperti tekanan darah, pola makan, dan olahraga.

Meski peningkatan risiko berdasarkan golongan darah tidak bisa diubah, pemahaman ini bisa memicu penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi mekanisme biologis yang mendasari dan mengembangkan terapi pencegahan yang lebih efektif. Selain itu, edukasi publik perlu diperkuat agar stroke tidak lagi dianggap penyakit yang hanya menyerang lansia.

Ke depan, penting untuk memperhatikan hasil studi ini dalam konteks kebijakan kesehatan dan program skrining untuk deteksi dini risiko stroke, agar angka kematian dan kecacatan akibat stroke dapat ditekan secara signifikan.

Untuk informasi lebih lengkap dan pembaruan terkini mengenai kesehatan dan stroke, tetap ikuti berita terpercaya dan konsultasikan dengan dokter Anda secara rutin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad