Pertamina Bantah Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp17.850, Bahlil Tegaskan BBM Nonsubsidi Ikuti Harga Pasar

Mar 31, 2026 - 10:40
 0  9
Pertamina Bantah Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp17.850, Bahlil Tegaskan BBM Nonsubsidi Ikuti Harga Pasar

Pertamina secara tegas membantah kabar yang beredar mengenai kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya harga Pertamax yang disebut naik drastis menjadi Rp17.850 per liter mulai 1 April 2026. Pernyataan ini sekaligus menepis dokumen berlabel rahasia yang viral di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat.

Ad
Ad

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM nonsubsidi tersebut. "Dokumen yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan dan kami meminta masyarakat agar mencari informasi harga BBM resmi hanya melalui saluran resmi Pertamina," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTV pada Senin (30/3/2026).

Penjelasan Menteri ESDM soal Harga BBM Nonsubsidi

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi memang sudah diatur dalam regulasi dan mekanismenya mengikuti pergerakan harga energi di pasar global. Menurut Bahlil, hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 yang mengatur dua formulasi harga BBM, yaitu untuk sektor industri dan nonindustri.

"Untuk BBM industri, harga mengikuti pasar tanpa perlu diumumkan resmi secara berkala. Sedangkan BBM nonsubsidi mengikuti harga energi dunia," jelas Bahlil setelah menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3/2026), dikutip dari Kompas TV.

Bahlil juga menegaskan bahwa BBM nonsubsidi seperti RON 95 dan RON 98 biasanya digunakan oleh kelompok masyarakat mampu dan sektor usaha, sehingga perubahan harganya tidak menjadi beban negara. "Tugas negara adalah menyiapkan subsidi untuk yang membutuhkan, sehingga tidak ada tanggungan negara untuk BBM nonsubsidi," tambahnya.

Isi Dokumen yang Dibantah Pertamina

Berita soal kenaikan harga BBM nonsubsidi bermula dari tersebarnya dokumen bertanda rahasia yang memuat estimasi harga jual eceran BBM nonsubsidi per April 2026. Dokumen ini memperkirakan kenaikan harga signifikan untuk berbagai jenis BBM nonsubsidi Pertamina, antara lain:

  • Pertamax: naik Rp5.550 per liter dari Rp12.300 menjadi Rp17.850
  • Pertamax Green 95: naik Rp6.250 per liter dari Rp12.900 menjadi Rp19.150
  • Pertamax Turbo: naik Rp6.350 per liter dari Rp13.100 menjadi Rp19.450
  • Pertamina Dex: naik Rp9.450 per liter dari Rp14.500 menjadi Rp23.950
  • Dexlite: naik Rp9.450 per liter dari Rp14.200 menjadi Rp23.650

Dokumen tersebut menyebutkan kenaikan harga ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat situasi perang yang mengganggu pasokan di Selat Hormuz. Namun, Pertamina telah membantah validitas dokumen ini dan meminta publik untuk berhati-hati terhadap informasi yang belum resmi.

Kebijakan Subsidi dan Harga BBM di Masa Depan

Mengenai BBM subsidi, Menteri Bahlil menyatakan bahwa keputusan terkait harga dan subsidi sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut akan mempertimbangkan kondisi sosial dan daya beli masyarakat agar tidak membebani rakyat miskin.

"Subsidi tunggu tanggal mainnya. Saya yakinkan bahwa Presiden selalu mempertimbangkan kondisi masyarakat dalam membuat kebijakan," ujar Bahlil.

Dengan mekanisme harga BBM nonsubsidi yang mengikuti pasar global, masyarakat pengguna jenis BBM ini harus siap menghadapi fluktuasi harga sesuai dinamika pasar energi dunia. Sementara itu, pemerintah tetap fokus menjaga stabilitas harga BBM subsidi agar tidak memberatkan masyarakat kurang mampu.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bantahan resmi dari Pertamina dan penegasan Menteri ESDM Bahlil menunjukkan pemerintah berupaya menjaga transparansi dan mengendalikan spekulasi negatif terkait harga BBM. Munculnya dokumen rahasia yang tidak dapat dipertanggungjawabkan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat, apalagi menjelang kebijakan harga baru yang biasanya diumumkan secara resmi.

Harga BBM nonsubsidi yang mengikuti pasar global memang menjadi tantangan tersendiri di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia. Hal ini menuntut masyarakat dan pelaku usaha untuk semakin adaptif terhadap perubahan harga energi, sekaligus meningkatkan efisiensi konsumsi BBM.

Ke depan, penting bagi pemerintah untuk terus memberikan informasi yang akurat dan edukasi kepada publik tentang mekanisme harga BBM. Pemantauan ketat terhadap penyebaran informasi hoaks juga harus diperkuat agar masyarakat tidak terjebak pada kabar palsu yang bisa memicu kepanikan.

Simak terus perkembangan resmi seputar harga BBM melalui saluran resmi Pertamina dan pengumuman dari Kementerian ESDM agar tidak salah informasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad