Keracunan Daging Anjing di Mamuju: 7 Orang Terinfeksi, Kemenkes Sebut Risiko Rabies dan Zoonosis

Mar 31, 2026 - 10:41
 0  5
Keracunan Daging Anjing di Mamuju: 7 Orang Terinfeksi, Kemenkes Sebut Risiko Rabies dan Zoonosis

Kasus keracunan daging anjing kembali menghebohkan publik di Mamuju. Sebanyak tujuh warga, mulai dari balita hingga orang dewasa, mengalami gejala serius usai mengonsumsi daging anjing yang sebelumnya dalam kondisi tidak sehat. Peristiwa ini menjadi perhatian penting terkait risiko penyakit zoonosis yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Ad
Ad

Insiden Keracunan Daging Anjing di Desa Karama

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Mamuju. Menurut keterangan Kapolsek Kalumpang, Lukman Rahman, seorang warga berinisial JS menemukan seekor anjing peliharaan yang sedang muntah-muntah dan dalam kondisi tidak sehat.

Alih-alih membuang atau melaporkan, anjing tersebut disembelih dan dimasak untuk dikonsumsi bersama warga lain. Setelah santapan tersebut, dua orang pertama mulai menunjukkan gejala mual dan muntah. Selanjutnya, lima orang lainnya juga mengalami kondisi memburuk dan dilarikan ke Puskesmas Karama sekitar pukul 15.30 WITA.

Kemenkes Ingatkan Bahaya Penyakit Zoonosis

Kementerian Kesehatan melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi hewan yang berpotensi menularkan penyakit zoonosis, seperti rabies. Ia menegaskan bahwa hanya hewan yang sehat, bersih, dan dimasak hingga matang sempurna yang aman untuk dikonsumsi.

“Perlu kehati-hatian dalam mengonsumsi hewan yang berpotensi menjadi vektor zoonosis seperti rabies, salah satunya anjing,”

— Aji Muhawarman, Kemenkes

Dugaan Penyebab Keracunan dan Kondisi Korban

Korban yang berjumlah tujuh orang saat ini masih menjalani perawatan intensif dengan gejala beragam, mulai dari pusing, nyeri dada, hingga sensasi terbakar di perut. Pihak kepolisian menduga anjing tersebut terpapar racun tikus sebelum disembelih dan dikonsumsi, karena kondisi hewan sudah menunjukkan tanda-tanda keracunan.

  • Keracunan makanan akibat daging anjing yang tidak sehat
  • Risiko penyakit zoonosis seperti rabies yang mematikan
  • Gejala korban meliputi mual, muntah, pusing, dan nyeri dada
  • Perawatan intensif korban di Puskesmas Karama
  • Pentingnya memasak hewan hingga matang dan memilih hewan sehat

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam mengonsumsi bahan makanan, khususnya dari sumber hewan yang rawan menularkan penyakit zoonosis seperti anjing. Langkah mengonsumsi daging anjing tanpa memastikan kondisi kesehatan hewan tersebut merupakan tindakan yang sangat berisiko.

Selain itu, peristiwa ini mencerminkan pentingnya edukasi kesehatan dan pengawasan ketat atas konsumsi makanan di daerah-daerah yang masih menggunakan sumber protein dari hewan tidak konvensional. Pemerintah daerah dan Kemenkes harus meningkatkan sosialisasi terkait bahaya penyakit zoonosis dan memastikan pelayanan kesehatan siap mengantisipasi kasus serupa yang mungkin muncul.

Ke depan, masyarakat diharapkan lebih waspada dan tidak mengabaikan gejala mencurigakan pada hewan peliharaan atau hewan konsumsi. Kasus ini juga harus menjadi momentum penguatan regulasi dan pengawasan terhadap konsumsi daging hewan yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan publik.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini mengenai kasus ini, Anda dapat mengunjungi situs resmi SULSEL.FAJAR.CO.ID.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad