Foto Pesawat E-3 Sentry Amerika Rusak Parah Akibat Serangan Iran di Arab Saudi
Jakarta – Foto-foto yang menunjukkan kerusakan parah pada pesawat E-3 Sentry AWACS (Airborne Warning and Control System) milik Angkatan Udara Amerika Serikat kini telah resmi diverifikasi. Pesawat yang dikenal sebagai otak perang ini dilaporkan rusak akibat serangan gabungan rudal dan drone oleh Iran pada 27 Maret 2026 di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi.
Kerusakan Pesawat E-3 Sentry dalam Serangan Iran
Dikutip dari detikINET yang mengutip BBC, foto-foto yang beredar pertama kali dibagikan oleh sebuah halaman Facebook yang fokus pada berita militer AS memperlihatkan pesawat E-3 Sentry terbelah menjadi dua bagian. Lokasi foto dikonfirmasi sebagai Prince Sultan Air Base, sekitar 100 km tenggara Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Ciri khas tiang penyangga radar, unit penyimpanan, dan marka landasan di foto tersebut sesuai dengan citra satelit pangkalan udara tersebut.
Komando Pusat AS (US Central Command) hingga saat ini belum memberikan komentar resmi mengenai insiden tersebut.
Dampak Serangan dan Kondisi Personel
Menurut laporan Reuters, seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa dalam serangan ini sebanyak 12 personel Amerika terluka, dengan dua orang mengalami luka serius. Wall Street Journal juga menyebutkan bahwa selain E-3 Sentry, setidaknya dua pesawat pengisian bahan bakar milik AS turut mengalami kerusakan.
Kantor berita Fars yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim drone Shahed milik mereka berhasil menghantam pesawat E-3 tersebut. Salah satu foto yang diverifikasi menunjukkan nomor ekor pesawat dengan jelas. Berdasarkan nomor ini, situs pelacak penerbangan Flightradar24 mencatat pesawat tersebut sempat terbang di dekat daerah pangkalan pada 18 Maret 2026.
Fungsi dan Signifikansi Pesawat E-3 AWACS
Boeing E-3 AWACS merupakan pesawat berbasis Boeing 707 yang dilengkapi piringan radar berputar khas di atas badan pesawat. Radar ini memungkinkan deteksi dan pelacakan target dari jarak jauh, memberikan peringatan dini kepada komandan operasi udara mengenai ancaman yang potensial selama misi tempur.
Pesawat ini berperan sebagai pusat komando dan kendali, mengoordinasikan pesawat tempur dan mengarahkan mereka ke target sambil melindungi dari serangan musuh. E-3 AWACS mulai beroperasi pada 1977 dan diperkirakan akan tetap dipakai hingga sekitar 2035.
Kehilangan satu unit E-3 AWACS merupakan pukulan berat bagi kemampuan intelijen dan kendali udara AS di kawasan tersebut. Menurut analis militer Cedric Leighton, mantan kolonel Angkatan Udara AS yang pernah mengoperasikan pesawat ini, kerusakan tersebut bisa berdampak langsung pada kemampuan AS untuk mengendalikan dan mengarahkan operasi udara secara efektif, serta melindungi pesawat tempur dari ancaman musuh.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, serangan Iran yang berhasil merusak pesawat AWACS ini bukan hanya soal kerusakan material, melainkan juga merupakan sinyal politik dan militer yang kuat terhadap kehadiran militer AS di Timur Tengah. Pesawat E-3 Sentry adalah simbol kendali udara dan pengawasan strategis AS, sehingga kerusakannya mengindikasikan potensi gangguan besar dalam operasi intelijen dan pertahanan udara di kawasan.
Serangan ini juga menandakan eskalasi ketegangan yang berpotensi memperumit hubungan antara AS dan Iran serta sekutunya di wilayah tersebut. Selain itu, kerusakan pesawat ini dapat mempengaruhi kesiapan dan respons militer AS dalam menghadapi ancaman yang berkembang, terutama di daerah konflik yang rawan seperti Teluk Persia.
Ke depan, publik dan pengamat internasional harus mengawasi perkembangan respons militer dan diplomasi AS, apakah akan dilakukan peningkatan keamanan pangkalan udara di kawasan atau langkah diplomatik untuk meredakan ketegangan. Laporan BBC juga menunjukkan bahwa insiden ini dapat menjadi titik balik dalam dinamika keamanan regional.
Secara keseluruhan, kerusakan pesawat E-3 Sentry menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah semakin kompleks dan berisiko meningkat, sehingga menjadi perhatian utama dunia dalam beberapa waktu mendatang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0