Efek Campak ke Otak Bisa Muncul 7 Tahun Setelah Terpapar, Guru Besar FKUI Wanti-wanti

Apr 2, 2026 - 15:50
 0  5
Efek Campak ke Otak Bisa Muncul 7 Tahun Setelah Terpapar, Guru Besar FKUI Wanti-wanti

Penyakit campak kembali menjadi sorotan di Indonesia meski kasusnya mulai menurun. Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa dampak penyakit ini tidak selalu hilang setelah pasien dinyatakan sembuh. Menurut Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Prof. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, campak bisa menimbulkan komplikasi serius jangka panjang yang bahkan muncul bertahun-tahun setelah infeksi awal.

Ad
Ad

Komplikasi Jangka Panjang Campak yang Membahayakan Otak

Dalam sebuah webinar yang berlangsung pada Rabu (1/4/2026), Prof. Hinky menjelaskan bahwa campak dapat menyebabkan gangguan otak yang baru muncul 7 hingga 10 tahun setelah infeksi. Kondisi ini bisa berakhir fatal jika tidak ditangani dengan tepat.

"Campak bisa menyebabkan komplikasi berat, bahkan setelah sembuh. Ada kondisi yang muncul 7 sampai 10 tahun kemudian dan berakhir fatal," ujar Prof. Hinky.

Komplikasi ini termasuk subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), sebuah penyakit neurodegeneratif yang langka namun parah yang menyerang otak dan sistem saraf pusat. SSPE biasanya berkembang bertahun-tahun setelah seseorang terinfeksi virus campak.

Risiko Kematian dan Komplikasi Serius Lainnya

Tidak hanya memicu gangguan otak, campak juga memiliki risiko kematian yang nyata. Data menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 1.000 anak yang terinfeksi campak meninggal dunia. Selain itu, banyak anak mengalami komplikasi serius seperti pneumonia (radang paru) dan ensefalitis (radang otak) yang dapat mengancam jiwa.

Prof. Hinky menegaskan bahwa campak merupakan salah satu penyakit paling menular. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada 12 sampai 18 orang lainnya. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan penyakit infeksi lainnya, sehingga penyebaran campak dapat berlangsung dengan sangat cepat jika tidak dikendalikan.

Kelompok Rentan dan Pentingnya Imunisasi

Kelompok yang paling berisiko terkena campak adalah anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, khususnya balita. Namun, kasus campak juga dapat menyerang remaja dan orang dewasa yang belum lengkap menerima vaksinasi.

Melihat fakta ini, Prof. Hinky menekankan bahwa pencegahan melalui imunisasi adalah langkah paling efektif untuk melindungi masyarakat dari campak. Dengan dua dosis vaksin campak, perlindungan dapat mencapai sekitar 97 persen, sehingga risiko terkena penyakit berat dapat ditekan secara signifikan.

  • Dosis pertama vaksin biasanya diberikan pada usia 9-12 bulan.
  • Dosis kedua vaksin diberikan sebagai penguat pada usia 18 bulan atau saat memasuki sekolah dasar.
  • Vaksinasi lengkap ini sangat penting untuk mencapai herd immunity dan menghentikan penyebaran virus campak.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peringatan dari Prof. Hinky ini menjadi pengingat penting bahwa campak bukan sekadar penyakit yang hilang setelah sembuh. Efek laten berupa gangguan otak fatal yang bisa muncul bertahun-tahun kemudian menunjukkan bahwa penanganan dan pencegahan campak harus menjadi prioritas jangka panjang pemerintah dan masyarakat.

Selain itu, fakta bahwa campak sangat menular dan dapat menimbulkan kematian pada anak-anak memperkuat urgensi program imunisasi nasional. Pemerintah perlu memastikan cakupan vaksinasi yang merata, terutama di daerah terpencil dan kelompok rentan, agar tidak terjadi lonjakan kasus yang dapat berakibat fatal.

Ke depan, masyarakat juga harus lebih sadar pentingnya vaksinasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri tetapi juga komunitas. Informasi yang lebih luas dan edukasi tentang risiko komplikasi jangka panjang campak perlu terus digencarkan agar tidak ada yang menganggap remeh penyakit ini.

Untuk informasi lebih lengkap dan data terbaru mengenai campak dan imunisasi, Anda dapat membaca artikel asli di DetikHealth serta mengikuti update resmi dari Kementerian Kesehatan RI.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad