Macron Tegaskan: Negara Dunia Jangan Tunduk pada AS dan China

Apr 5, 2026 - 01:50
 0  8
Macron Tegaskan: Negara Dunia Jangan Tunduk pada AS dan China

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan tegas agar negara-negara di seluruh dunia tidak menjadi bawahan dari dua kekuatan besar, yakni Amerika Serikat (AS) dan China. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungannya ke Korea Selatan pada Jumat, 3 April 2026.

Ad
Ad

Desakan Macron untuk Kemandirian Politik Global

Dalam pertemuan dengan mahasiswa di Yonsei University, Seoul, Macron menegaskan bahwa tujuan utama adalah menghindari ketergantungan pada dominasi hegemonik dari AS maupun China. Ia menyampaikan, "Saya pikir tujuan kita bukanlah menjadi bawahan dari dua kekuatan hegemonik [AS dan China]. Kita tidak ingin bergantung pada dominasi, katakanlah, China, juga tidak ingin terlalu terpapar pada ketidakpastian AS."

Menurut Macron, ketergantungan seperti itu dapat membahayakan kedaulatan dan kebebasan politik negara-negara lain, sehingga penting untuk mencari alternatif yang lebih mandiri dan seimbang di panggung internasional.

Membangun Koalisi Jalan Ketiga

Macron mengajak negara-negara lain untuk bersatu membangun sebuah koalisi yang tidak selalu tunduk pada AS ataupun China. Ia menyebutkan beberapa negara yang bisa diajak bergabung dalam koalisi ini, termasuk Korea Selatan, negara-negara Eropa, Kanada, Jepang, India, Brasil, dan Australia.

  • Koalisi ini disebut Macron sebagai "jalan ketiga" yang menawarkan alternatif kebijakan luar negeri yang lebih independen.
  • Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan pengaruh dua kekuatan besar tersebut dan mendorong kerjasama multilateral yang lebih adil.

"Dengan kesamaan agenda yang dianut oleh Korea Selatan, Prancis, juga dengan melibatkan negara-negara Eropa lainnya, Kanada, Jepang, India, Brasil, Australia, kita bisa memiliki semacam 'jalan ketiga'," tambahnya.

Ketegangan dengan AS dan Isu Perang Iran

Desakan Macron ini juga terkait dengan perselisihan yang terjadi antara Prancis dan Amerika Serikat, terutama mengenai perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran serta soal NATO. Prancis menolak memberikan dukungan langsung kepada AS dan Israel dalam konflik tersebut.

Selain itu, Prancis melarang militer AS menggunakan pangkalan udaranya di kawasan sebagai bentuk sikap menentang eskalasi militer secara langsung.

"Saya tidak percaya bahwa kita akan memperbaiki situasi hanya dengan pengeboman atau operasi militer," ujar Macron mengomentari perang Iran.

Lebih jauh, Prancis bersama Rusia dan China juga menentang resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengizinkan operasi militer untuk membuka Selat Hormuz, memperlihatkan posisi kritis terhadap kebijakan agresif militer.

Ancaman terhadap Tatanan Internasional

Macron menegaskan bahwa negara-negara yang memikul tanggung jawab besar seperti AS telah menunjukkan perilaku yang mengancam tatanan internasional yang stabil. Ia mengingatkan bahwa dominasi sepihak hanya akan memperburuk ketegangan global dan memecah solidaritas antarnegara.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Macron ini bukan sekadar kritik diplomatik, melainkan sinyal kuat bahwa dunia kini semakin menuntut kemandirian dari dominasi kekuatan besar. Dalam konteks geopolitik saat ini, terutama dengan ketegangan di Timur Tengah dan persaingan antara AS dan China, dorongan untuk jalan ketiga ini bisa menjadi momentum penting bagi negara-negara menengah dan berkembang untuk merebut kembali kedaulatan politik dan ekonomi mereka.

Namun, membangun koalisi alternatif tentu tidak mudah. Negara-negara yang disebut Macron memiliki kepentingan dan aliansi masing-masing yang kompleks. Koordinasi dan kesepakatan bersama akan menghadapi tantangan besar, terutama dalam konteks ketidakpastian politik global dan tekanan dari kekuatan besar.

Ke depan, penting untuk memantau bagaimana negara-negara yang diusulkan Macron merespons ajakan ini dan apakah gagasan "jalan ketiga" dapat benar-benar terwujud menjadi kekuatan yang signifikan di panggung dunia. Langkah ini juga bisa menjadi indikator perubahan paradigma hubungan internasional di era pasca-hegemonik.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca berita asli di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad