Banjir Donggala Sulteng: 10 Desa Terendam, 522 Rumah Warga Terdampak

Apr 5, 2026 - 04:30
 0  8
Banjir Donggala Sulteng: 10 Desa Terendam, 522 Rumah Warga Terdampak

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4) menyebabkan banjir besar yang merendam 10 desa di Kecamatan Sirenja. Banjir ini menggenangi 522 rumah warga dan beberapa fasilitas umum, mengakibatkan kerugian material yang signifikan.

Ad
Ad

Banjir Melanda 10 Desa di Kecamatan Sirenja

Menurut keterangan Plt Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, intensitas hujan yang tinggi di wilayah Donggala menyebabkan luapan air sungai yang kemudian menggenangi permukiman warga. "Hujan deras di Kabupaten Donggala, terdapat 10 desa terdampak banjir," ujarnya pada Sabtu (4/4).

Banjir ini terjadi sebagai dampak langsung dari curah hujan yang tinggi sehingga air sungai meluap dan masuk ke kawasan pemukiman di 10 desa Kecamatan Sirenja. Kondisi ini memaksa warga untuk waspada dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk penanganan darurat.

Data Desa dan Dampak Banjir

Berdasarkan data sementara, berikut rincian jumlah rumah yang terendam banjir di masing-masing desa:

  • Desa Balentuma: 177 rumah
  • Desa Tompe: 150 rumah
  • Desa Lompio: 60 rumah
  • Desa Tanjung Padang: 40 rumah
  • Desa Dampal: 30 rumah
  • Desa Tondo: 30 rumah
  • Desa Lende Tovea: 35 rumah

Desa Balentuma dan Tompe menjadi wilayah yang terdampak paling parah dengan jumlah rumah terendam terbanyak. Selain itu, beberapa fasilitas umum seperti kantor desa dan bangunan pendidikan juga ikut terendam banjir.

Untuk desa lainnya seperti Jono Oge, Lende, dan Sipi, petugas masih melakukan pendataan di lapangan untuk mengukur dampak yang terjadi. Meski begitu, hingga saat ini belum ditemukan adanya korban jiwa.

Upaya Penanganan dan Koordinasi

Asbudianto menjelaskan bahwa koordinasi dengan aparat desa terus diintensifkan untuk mempercepat penanganan darurat dan pendataan jumlah pengungsi yang terdampak. Hal ini penting untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi dan kerugian tidak bertambah parah.

Akibat banjir ini, warga harus berjaga-jaga menghadapi kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah tersebut. Pemerintah daerah juga diharapkan segera melakukan mitigasi dan pembangunan sarana penanggulangan banjir agar kejadian serupa tidak terulang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir yang melanda 10 desa di Donggala ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sumber daya air dan infrastruktur penanggulangan bencana yang lebih baik. Kabupaten Donggala termasuk wilayah rawan bencana banjir dan longsor, terutama saat musim hujan ekstrem.

Langkah-langkah mitigasi seperti pembangunan tanggul, normalisasi sungai, serta edukasi kesiapsiagaan warga harus menjadi prioritas agar dampak bencana bisa diminimalkan. Koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat harus terus diperkuat untuk respons yang cepat dan tepat.

Selain itu, pemerintah daerah juga perlu melakukan peninjauan kembali tata ruang dan perizinan pembangunan di kawasan rawan bencana agar tidak memperparah risiko banjir. Pemanfaatan teknologi peringatan dini berbasis cuaca juga dapat menjadi game-changer dalam kesiapsiagaan bencana.

Ke depan, masyarakat dan pemerintah harus sama-sama meningkatkan kesadaran dan kesiapan menghadapi bencana agar kerugian jiwa dan harta benda dapat ditekan secara signifikan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kondisi terkini dan langkah penanganan bencana, Anda dapat mengakses laporan resmi melalui CNN Indonesia maupun sumber berita terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad