Doomscrolling: Kenali Dampak dan Cara Mengatasi Kecanduan Scroll Media Sosial

Apr 6, 2026 - 20:20
 0  3
Doomscrolling: Kenali Dampak dan Cara Mengatasi Kecanduan Scroll Media Sosial

Doomscrolling menjadi fenomena yang kian marak di era digital saat ini, terutama di kalangan pengguna media sosial. Istilah ini merujuk pada kebiasaan menggulir layar media sosial secara terus-menerus untuk mencari informasi negatif atau berita buruk, yang pada akhirnya dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental penggunanya. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan biasa, melainkan sebuah bentuk kecanduan digital yang perlu mendapat perhatian serius.

Ad
Ad

Apa Itu Doomscrolling dan Mengapa Bisa Terjadi?

Doomscrolling secara harfiah berarti menggulir (scroll) layar sambil mencari berita atau informasi yang bersifat doom atau buruk. Biasanya, pengguna media sosial akan terus menerus membuka dan membaca berita negatif, seperti bencana alam, konflik sosial, hingga isu kesehatan yang mengkhawatirkan.

Menurut para ahli psikologi, perilaku ini didorong oleh rasa ingin tahu yang kuat dan kebutuhan untuk tetap update terhadap kondisi sekitar, meskipun informasi yang didapat cenderung membuat stres atau cemas. Otakyang dilibatkan dalam proses ini adalah sistem reward di otak yang membuat seseorang sulit berhenti menggulir layar.

Dampak Negatif Doomscrolling bagi Kesehatan Mental

Kebiasaan doomscrolling dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan mental, antara lain:

  • Kecemasan dan stres berlebihan: Informasi negatif yang terus-menerus dikonsumsi dapat meningkatkan perasaan takut dan khawatir.
  • Gangguan tidur: Paparan cahaya layar dan berita buruk sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Depresi: Terus-menerus fokus pada berita buruk bisa memperparah perasaan putus asa dan kesepian.
  • Penurunan produktivitas: Waktu yang dihabiskan untuk doomscrolling bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan pekerjaan.

Cara Efektif Mengatasi Kecanduan Doomscrolling

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kebiasaan doomscrolling menurut para ahli:

  1. Tentukan batas waktu penggunaan media sosial: Gunakan fitur pengingat waktu atau aplikasi pengelola waktu untuk membatasi durasi scroll.
  2. Mengalihkan perhatian: Isi waktu dengan aktivitas lain yang lebih positif, seperti olahraga, membaca buku, atau berkumpul dengan keluarga.
  3. Selektif dalam memilih sumber informasi: Prioritaskan berita dari sumber terpercaya dan batasi konsumsi berita negatif.
  4. Praktik mindfulness dan meditasi: Latih kesadaran diri untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kontrol atas kebiasaan digital.
  5. Mencari bantuan profesional: Jika doomscrolling sudah sangat mengganggu, konsultasikan dengan psikolog atau konselor untuk mendapatkan terapi yang tepat.
"Doomscrolling sering kali menjadi pelarian sementara dari ketidakpastian, tapi ironisnya, ia malah memperparah stres dan kecemasan," ujar psikolog klinis dalam wawancara dengan Jawa Pos.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena doomscrolling mencerminkan tantangan besar di era informasi yang serba cepat. Masyarakat kini harus belajar untuk tidak hanya menjadi konsumen pasif berita, tetapi juga memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar tidak terjebak dalam siklus konsumsi berita negatif yang berlebihan. Dampak psikologis dari doomscrolling tidak boleh dianggap remeh karena berpotensi memicu masalah kesehatan mental yang serius.

Dalam jangka panjang, penting bagi pemerintah dan platform media sosial untuk menyediakan edukasi dan fitur yang mendukung penggunaan media sosial secara sehat. Misalnya, dengan mengembangkan teknologi yang memantau kecenderungan doomscrolling atau menyediakan konten yang lebih seimbang. Pembaca juga disarankan untuk aktif memantau kebiasaan digital mereka dan segera mengambil langkah preventif agar kesehatan mental tetap terjaga.

Untuk informasi lebih lanjut terkait kesehatan mental dan penggunaan media sosial yang sehat, Anda dapat mengunjungi situs resmi Kompas yang menyediakan berbagai artikel terpercaya.

Doomscrolling memang fenomena yang kompleks, namun dengan kesadaran dan langkah yang tepat, kita bisa meminimalisir dampak negatifnya. Tetap update dengan berita penting, tapi jangan sampai kesehatan mental kita jadi taruhannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad