Harga Plastik Melonjak 3 Kali Lipat, Pedagang Mengeluh Sulit Dapat Barang

Apr 6, 2026 - 20:21
 0  4
Harga Plastik Melonjak 3 Kali Lipat, Pedagang Mengeluh Sulit Dapat Barang

Harga plastik di Indonesia mengalami lonjakan tajam hingga mencapai tiga kali lipat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta Selatan, yang membuat para pedagang mengeluhkan kenaikan harga sekaligus sulitnya mendapatkan stok barang. Kenaikan harga ini didorong oleh meningkatnya konflik di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak dunia naik signifikan, sehingga berdampak langsung pada harga bahan baku plastik yang berbasis minyak bumi.

Ad
Ad

Kenaikan Harga Plastik di Pasar Lenteng Agung

Menurut pantauan CNNIndonesia.com di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (6/4), harga berbagai jenis plastik seperti kantong plastik, sedotan, dan plastik kemasan melonjak cukup drastis.

Mustaroh, seorang penjual es kelapa di sana, menjelaskan bahwa hampir semua jenis plastik yang ia gunakan untuk berjualan mengalami kenaikan harga.

"Semua merk naik semua," ujar Mustaroh saat ditemui.

Dia merinci kenaikan harga berikut:

  • Kantong plastik naik dari Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu per pak.
  • Sedotan naik dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu per pak.
  • Plastik kemasan merek tomat melonjak dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu per pak.

Meski biaya operasional meningkat, Mustaroh mengaku belum menaikkan harga jual es kelapanya.

"Nggak (menaikkan harga es kelapa). Jadi ini kita udah aduh-aduhan banget," tambahnya.

Kelangkaan Barang dan Dampaknya bagi Pedagang

Keluhan serupa datang dari Yusni, pemilik kios plastik di Pasar Lenteng Agung. Dia menyatakan bahwa kenaikan harga sudah berlangsung sejak bulan puasa, dengan kenaikan mencapai tiga kali lipat pada hampir semua produk plastik yang dijualnya.

"Naik tiga kali lipat semua," kata Yusni.

Selain kenaikan harga, ia juga mengeluhkan kelangkaan barang yang membuat stok plastik sulit didapatkan. Meskipun pembeli tetap ada, ketersediaan produk menjadi masalah utama.

"Pembeli tetap ada, tapi ya gitu, barangnya yang nggak ada," tambahnya.

Impor Plastik Indonesia Masih Tinggi

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor plastik dan produk turunannya. Pada Februari 2026, nilai impor plastik mencapai US$873,2 juta atau sekitar Rp14,84 triliun.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa impor terbesar berasal dari:

  • China: US$380,1 juta
  • Thailand: US$82,7 juta
  • Korea Selatan: US$66,7 juta

Impor yang tinggi ini membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga bahan baku plastik di pasar global, terutama ketika terjadi konflik geopolitik yang mendorong harga minyak naik.

Respons Pemerintah terhadap Kenaikan Harga Plastik

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengakui bahwa pemerintah telah menerima keluhan dari para pedagang terkait lonjakan harga plastik yang sangat signifikan.

"Saya dengar bijih plastiknya naiknya luar biasa. Karena plastik itu kan dari BBM," ujar Zulhas, sapaan akrabnya.

Pemerintah pun berencana mengundang beberapa pihak terkait untuk membahas solusi atas kenaikan harga ini.

"Ya nanti kita akan bahas secara khusus, kok tiba-tiba naiknya begitu tinggi. Kita akan undang beberapa pihak terkait," tambahnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga plastik yang melonjak hingga tiga kali lipat bukan hanya persoalan ekonomi mikro bagi pedagang kecil, tapi juga menjadi sinyal penting tentang ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik. Situasi ini menggarisbawahi perlunya strategi jangka panjang untuk memperkuat industri petrokimia dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Selain itu, kelangkaan barang yang terjadi menambah tekanan pada rantai pasok yang sudah rapuh, berpotensi memicu kenaikan harga barang lain yang menggunakan plastik sebagai kemasan. Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret, seperti mendorong diversifikasi bahan kemasan dan memperkuat produksi dalam negeri agar dampak sosial ekonomi dari kenaikan harga ini tidak meluas.

Ke depan, masyarakat dan pelaku usaha perlu terus memantau perkembangan harga bahan baku plastik dan kebijakan pemerintah terkait, karena hal ini akan memengaruhi berbagai sektor, mulai dari perdagangan kecil hingga industri besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad