Bruxism: Stres Jadi Penyebab Utama Gertakkan Gigi Saat Tidur

Apr 11, 2026 - 07:40
 0  4
Bruxism: Stres Jadi Penyebab Utama Gertakkan Gigi Saat Tidur

Bruxism atau kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur bukan sekadar masalah pada gigi saja, melainkan memiliki kaitan erat dengan fungsi otak dan sistem saraf. Kebiasaan ini dapat berdampak serius pada kesehatan secara menyeluruh jika tidak segera ditangani.

Ad
Ad

Apa Itu Bruxism dan Bagaimana Terjadinya?

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Yeni Quinta Mondiani, SpN, menjelaskan bahwa bruxism merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan gerakan berulang rahang bawah saat tidur hingga menyebabkan gesekan antar gigi. Aktivitas ini memicu suara yang mengganggu sekaligus berdampak pada kondisi gigi dan sendi rahang.

Secara medis, bruxism terjadi akibat peningkatan aktivitas otot pengunyahan seperti masseter, temporalis, dan pterygoid. Peningkatan ini dipicu oleh gangguan pada sistem saraf pusat, terutama yang berkaitan dengan sistem dopamin.

"Kontraksi otot menjadi lebih sering dan lebih kuat dibandingkan normal, menunjukkan adanya keterlibatan sistem saraf pusat," jelas dr Yeni dalam keterangannya pada Jumat (10/4/2026).

Faktor Pemicu dan Kelompok Usia Rentan

Gangguan ini bisa terjadi pada semua kelompok usia, tetapi prevalensinya lebih tinggi pada anak usia 3 sampai 12 tahun, dengan keseimbangan antara pria dan wanita. Faktor psikologis seperti stres dan kecemasan menjadi pemicu utama bruxism.

Semakin tinggi tingkat stres seseorang, semakin besar risiko untuk mengalami kebiasaan ini. Oleh karena itu, pengelolaan stres sangat penting tidak hanya demi kesehatan mental, tetapi juga kualitas tidur dan kesehatan gigi serta rahang.

Bruxism termasuk dalam kategori parasomnia, yaitu gangguan tidur yang memunculkan perilaku atau gerakan tidak diinginkan saat tidur. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan gangguan tidur lain seperti sleep apnea, nyeri, hingga gangguan gerakan saat tidur.

Faktor Lain yang Memicu Bruxism dan Gejala

Selain stres, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko bruxism, antara lain:

  • Faktor genetik
  • Kekurangan waktu tidur
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Gangguan ritme sirkadian tubuh

Gejala bruxism yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri pada rahang
  • Gigi retak atau sensitif
  • Gangguan saat mengunyah
  • Sakit kepala berulang
  • Gangguan tidur lainnya

dr Yeni mengingatkan agar segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jika gejala tersebut muncul, terutama untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan yang tepat.

Penanganan Bruxism Secara Menyeluruh

Penanganan bruxism harus disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa langkah yang dianjurkan meliputi:

  1. Memperbaiki kualitas tidur dengan menjaga pola tidur yang teratur.
  2. Melakukan pengelolaan stres melalui teknik relaksasi atau terapi psikologis.
  3. Menggunakan pelindung gigi (mouth guard) saat tidur untuk mencegah kerusakan gigi akibat gesekan.
  4. Dalam kasus tertentu, dokter dapat meresepkan obat pelemas otot sebelum tidur guna mengurangi kontraksi otot rahang.

Langkah-langkah ini penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan menjaga kesehatan gigi serta sistem saraf.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bruxism yang tampak seperti gangguan kecil sebenarnya merupakan sinyal penting dari kondisi stres dan gangguan neurologis yang mendalam. Kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan gigi, tetapi juga bisa menurunkan kualitas hidup melalui gangguan tidur dan rasa nyeri kronis.

Faktor psikologis yang menjadi pemicu utama bruxism menunjukkan perlunya pendekatan multidisiplin, termasuk intervensi psikologis dan medis. Kesehatan mental yang terabaikan tidak hanya memicu gangguan tidur, tetapi juga memperburuk kondisi fisik seperti bruxism.

Ke depan, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya pengelolaan stres dan pemeriksaan dini jika mengalami gejala bruxism. Hal ini juga menjadi tantangan bagi tenaga medis untuk meningkatkan edukasi dan akses terhadap layanan kesehatan mental serta gangguan tidur.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca artikel asli di CNBC Indonesia dan mengikuti perkembangan terkait kesehatan tidur di situs resmi kedokteran terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad