Trump Kena Batunya, Taklukkan Iran dan Kuba Tak Semudah Venezuela
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat peringatan keras dari para pakar strategi dan hubungan internasional karena menganggap menaklukkan Iran semudah penaklukan rezim Venezuela. Keyakinan tersebut dinilai sebagai blunder yang berpotensi membawa konsekuensi serius bagi kebijakan luar negeri AS.
Kesuksesan di Venezuela dan Harapan Serupa untuk Iran
Menurut John Feely, pakar strategi perang sekaligus mantan pilot helikopter marinir dan Duta Besar AS untuk Panama, keberhasilan Trump dalam operasi militer di Venezuela pada awal tahun 2026 membuat presiden AS tersebut terlena. Operasi yang dinamai "Absolute Resolve" berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya Delcy Rodriguez pada 3 Januari, menewaskan lebih dari 100 tentara Venezuela dan Kuba.
"Ini adalah salah satu pamer kekuatan dan kemampuan militer Amerika yang paling menakjubkan, efektif, dan dahsyat dalam sejarah Amerika," ujar Trump saat itu, menyebut serangan ini sebagai bukti bahwa AS memiliki militer terkuat dan paling menakutkan di dunia.
Namun, Feely menilai bahwa kesuksesan itu justru membuat Trump terlalu percaya diri untuk melancarkan serangan ke Iran pada Februari 2026. Keputusan tersebut dianggap terlalu gegabah dan mengabaikan kompleksitas politik serta militer yang jauh berbeda.
Perbedaan Besar Antara Iran, Kuba, dan Venezuela
Feely mengingatkan bahwa rezim di Iran yang telah bertahan lebih dari 50 tahun dan Kuba selama sekitar 70 tahun memiliki struktur pemerintahan yang terdesentralisasi, militer dan paramiliter yang terlatih, serta tingkat indoktrinasi politik yang tinggi. Hal ini sangat berbeda dengan Venezuela, yang menurutnya merupakan "mafia kriminal" yang baru saja mengonsolidasikan kekuasaannya dalam beberapa dekade terakhir.
"Orang-orang ini akan membuat kesalahan yang sangat bodoh dan naif dengan berpikir bahwa Kuba akan sama seperti Venezuela, dengan cara yang sama mereka salah paham bahwa Iran akan sama seperti Venezuela," tegas Feely.
Dampak dan Risiko Keputusan Trump
Keputusan Trump menyerang Iran berdasarkan keberuntungan operasi di Venezuela berpotensi menimbulkan kehancuran di Timur Tengah dan mengguncang ekonomi global. Feely menyebut bahwa Trump mengira akan terjadi "perang singkat dua minggu yang luar biasa" seperti di Venezuela, namun situasi di Iran jauh lebih kompleks dan berisiko tinggi.
"Kita sekarang benar-benar menuai 'buah pahit' dari keputusan yang sebagian besar dibuat untuk menyerang Iran berdasarkan keberuntungan luar biasa yang ia miliki di Venezuela," kata Feely.
Feely juga mengakui keberhasilan operasi di Venezuela menunjukkan bahwa pemerintahan Trump "bersedia menggunakan kekerasan untuk menyingkirkan seseorang yang tidak mereka sukai," namun ia mengingatkan bahwa hal itu tidak bisa menjadi standar untuk negara lain dengan kondisi berbeda.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, peringatan Feely ini sangat penting sebagai pengingat bahwa setiap intervensi militer memiliki dinamika dan risiko yang berbeda-beda tergantung konteks politik, sosial, dan militer negara target. Keberhasilan operasi militer di Venezuela bukanlah jaminan keberhasilan serupa di Iran atau Kuba, yang memiliki sistem pemerintahan lebih stabil dan jaringan keamanan yang kuat.
Kesalahan Trump dalam meremehkan kompleksitas Iran dan Kuba bisa berdampak buruk tidak hanya bagi stabilitas regional tapi juga posisi AS di kancah internasional. Selain itu, ketidaksiapan menghadapi resistensi yang kuat dari rezim-rezim tersebut dapat memicu konflik berkepanjangan yang melelahkan sumber daya dan menimbulkan korban jiwa yang besar.
Ke depan, publik dan pengamat harus terus mengawasi kebijakan luar negeri AS yang cenderung mengandalkan kekuatan militer sebagai solusi utama. Diplomasi dan pendekatan multilateral seharusnya menjadi jalan yang lebih bijak dalam menyikapi negara-negara dengan rezim yang kuat dan tahan banting seperti Iran dan Kuba.
Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi artikel asli dari CNN Indonesia dan ikuti update terbaru dari berbagai sumber terpercaya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0