Pakar Sebut AS Kalah dalam Perang Melawan Iran, Khawatir Israel Gunakan Bom Nuklir

Apr 13, 2026 - 08:30
 0  5
Pakar Sebut AS Kalah dalam Perang Melawan Iran, Khawatir Israel Gunakan Bom Nuklir

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin menunjukan arah yang mengkhawatirkan. Beberapa pakar dan ahli politik menilai bahwa AS telah kalah dalam perang melawan Iran, terutama setelah Iran berhasil menguasai Selat Hormuz, jalur perdagangan strategis dunia. Kekalahan ini memiliki implikasi besar bagi keamanan regional dan global, termasuk potensi penggunaan senjata nuklir oleh Israel.

Ad
Ad

Penilaian Pakar Terhadap Situasi Perang AS-Iran

Dalam konferensi tahunan ke-11 Arab Center yang digelar di Washington DC pada 10 April 2026, para ahli membahas kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah serta implikasi konflik AS-Israel versus Iran. Profesor John Mearsheimer, ilmuwan politik dari Universitas Chicago, menegaskan bahwa arah peperangan saat ini menunjukkan kekalahan bagi AS dan Israel. Hal ini terutama disebabkan oleh kontrol Iran atas Selat Hormuz, sebuah titik strategis penting bagi perdagangan minyak dunia.

Menurut Mearsheimer, Israel memiliki tiga tujuan strategis utama di Timur Tengah, yaitu:

  • Memperluas wilayah kekuasaan, termasuk di Tepi Barat, Jalur Gaza, Lebanon Selatan, Sungai Litani, dan Semenanjung Sinai.
  • Melakukan pembersihan etnis di wilayah yang dikuasainya, khususnya di Gaza dan Tepi Barat.
  • Menjaga agar negara-negara tetangga tetap lemah dan tidak mengancam Israel.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Israel menerapkan dua strategi utama: mempertahankan negara-negara kecil seperti Yordania dan Lebanon agar tunduk pada AS, serta melemahkan negara-negara besar seperti Suriah, Iran, dan Turki. Serangan Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023 menjadi contoh nyata agresi ini, yang menurut Mearsheimer telah berkembang menjadi genosida dan pembunuhan massal terhadap rakyat Palestina.

Ancaman Nuklir dan Perpecahan Iran

Mearsheimer juga menyoroti bahwa Israel memandang Iran sebagai ancaman eksistensial dan mungkin akan menggunakan senjata nuklir jika yakin Iran telah menguasai kemampuan nuklir tersebut. Pengaruh lobi Israel di AS membuat kecil kemungkinan Washington akan mencegah langkah ini.

Selain itu, Israel berusaha memecah Iran menjadi entitas yang terpisah-pisah atau mendorong perubahan rezim untuk memasang pemerintahan yang pro-AS. Namun, strategi ini belum berhasil dan justru memperpanjang konflik yang tidak terkendali.

Dampak Kekalahan AS dan Kendali Iran atas Selat Hormuz

Kekalahan AS dalam perang ini terlihat dari sejumlah kerugian, seperti:

  • Serangan terhadap pangkalan militer AS yang menyebabkan kerusakan besar.
  • Hilangnya sejumlah pesawat tempur dan menipisnya stok amunisi canggih.
  • Keterbatasan pasukan darat yang membuat AS sulit mempertahankan sekutunya di Teluk.

Sementara itu, kendali Iran atas Selat Hormuz memberikan kemampuan strategis untuk mengganggu perdagangan minyak global, yang dapat berdampak pada kenaikan harga bahan bakar dan kelangkaan pangan dunia. Mearsheimer memperingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz akan berpotensi menyebabkan krisis pangan dan kelaparan global.

Pengaruh Konflik Terhadap Politik Dalam Negeri AS

Dalam sesi akhir konferensi, Carrie Dann dari Cook Political Report menegaskan bahwa perang di Timur Tengah sangat mempengaruhi pemilihan paruh waktu AS. Mayoritas warga AS menolak keterlibatan dalam perang tersebut dan khawatir akan dampak ekonomi serta potensi korban jiwa.

Tekanan ini diperkirakan akan memaksa pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mempertimbangkan kembali eskalasi konflik. Mearsheimer bahkan menyebut bahwa jika Trump tetap ingin menghancurkan Iran, hal itu dapat dianggap sebagai genosida dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum internasional.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengakuan kekalahan AS dalam perang melawan Iran merupakan momen penting yang menandai pergeseran kekuatan di Timur Tengah. Kontrol Iran atas Selat Hormuz tidak hanya mengubah dinamika geopolitik, tapi juga menimbulkan risiko besar bagi stabilitas ekonomi global. Hal ini dapat memicu lonjakan harga minyak dan kelangkaan bahan pokok, yang dampaknya dirasakan hingga ke negara-negara berkembang.

Lebih mengkhawatirkan lagi adalah potensi penggunaan senjata nuklir oleh Israel. Dengan tekanan lobi kuat di AS dan ketakutan akan kemampuan nuklir Iran, risiko eskalasi menjadi perang nuklir semakin nyata. Masyarakat internasional harus mewaspadai bahwa konflik ini bukan hanya masalah regional, melainkan ancaman global yang bisa mengubah peta keamanan dunia.

Kedepannya, penting bagi para pemimpin dunia untuk mendorong dialog dan diplomasi intensif guna mencegah eskalasi lebih jauh. Situasi ini juga harus menjadi perhatian utama dalam pemilihan umum AS, mengingat kebijakan luar negeri sangat berpengaruh terhadap keamanan nasional dan ekonomi rakyat.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat dalam laporan CNN Indonesia dan ulasan politik dari Cook Political Report.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad