Veri AFI Ungkap Perjuangan Melawan Anxiety dan Penyakit Berat yang Bikin Tubuh Makin Kurus

Apr 13, 2026 - 14:40
 0  3
Veri AFI Ungkap Perjuangan Melawan Anxiety dan Penyakit Berat yang Bikin Tubuh Makin Kurus

Veri AFI, penyanyi dan pemenang ajang Akademi Fantasi Indonesia (AFI) musim pertama, baru-baru ini berbagi cerita perjuangannya menghadapi sederet penyakit yang berdampak besar pada kondisi fisiknya. Tubuhnya yang terlihat semakin kurus menjadi perhatian publik setelah lama tidak muncul di hadapan media.

Ad
Ad

Penyakit Medis dan Nonmedis yang Dialami Veri AFI

Dalam wawancara eksklusif dengan Rumpi: No Secret, Veri AFI mengungkapkan bahwa ia mengalami berbagai masalah kesehatan, baik medis maupun nonmedis. Masalah medis yang paling awal dialaminya adalah gangguan lambung yang kemudian berkembang menjadi gangguan mental seperti anxiety dan psikosomatis.

"Cium aroma makanan aja udah enek duluan," ungkap Veri, menyoroti dampak anxiety yang membuatnya tidak mampu makan selama tiga bulan terakhir.

Gangguan anxiety yang dialami juga diperparah oleh sejumlah kejadian traumatis, seperti terkena hack dan teror dari pinjaman online (pinjol), yang membuatnya merasa ketakutan dan memilih mengunci akun Instagram pribadinya sejak 2019.

Kesulitan Makan dan Dampak pada Kesehatan Fisik

Veri AFI menjelaskan bahwa anxiety yang dialaminya memicu gejala psikosomatis yang sangat mengganggu. Ia bahkan tidak bisa makan maupun minum air putih karena rasa mual dan dada yang terasa terbakar.

"Kadang-kadang kondisi tertentu yang bikin anxiety muncul dan itu yang memperparah GERD-nya. Jangankan makan, minum air putih aja sudah gak bisa, sakit banget," jelasnya.

Kondisi ini membuat tubuhnya semakin kurus dan lemah. Hal ini juga berdampak pada aktivitasnya sehari-hari, termasuk pekerjaan yang sangat ia cintai.

Vonis Ablasio Retina dan Dampaknya pada Karier

Di tengah perjuangannya melawan masalah lambung dan anxiety, Veri AFI juga divonis mengidap ablasio retina, sebuah kondisi yang menyebabkan retina terlepas dan berpotensi menyebabkan kebutaan permanen jika tidak ditangani dengan cepat. Akibatnya, mata kiri Veri sudah tidak bisa melihat.

Veri mengaku sangat terpukul karena kondisi ini menghalanginya untuk menekuni pekerjaan sebagai desainer grafis, yang merupakan cita-citanya sejak kecil:

"Kayak semua benar-benar runtuh. Tadinya seneng baca, bikin gambar, bikin desain akhirnya sampai sekarang gak bisa ngelakuin itu lagi. Sedih banget, kebayang gak sih hidup cuma bisa melihat hanya dengan satu mata," tuturnya penuh haru.

Dampak Psikologis dan Ketakutan yang Terus Menghantui

Selain gangguan fisik, kondisi mental Veri AFI juga terus diuji. Ia mengaku sering merasa ketakutan yang mendalam, bahkan sampai harus membatasi interaksi sosial dan aktivitas di media sosial demi menjaga kesehatan mentalnya.

Veri memilih untuk mengunci Instagram dan hanya menggunakan platform tersebut sebagai satu-satunya media sosial yang ia anggap aman. Pengalaman di-hack dan teror pinjol membuatnya merasa trauma dan waspada.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengakuan terbuka Veri AFI ini membuka mata kita tentang betapa kompleksnya hubungan antara penyakit fisik dan gangguan mental. Kondisi seperti anxiety dan psikosomatis yang dialami Veri tidak bisa dipisahkan dari masalah medis yang memicu atau memperparah gejalanya, seperti gangguan lambung dan ablasio retina.

Ini menunjukkan bahwa penanganan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada satu aspek saja. Penyakit fisik yang diderita Veri memperlihatkan bagaimana penyakit mental juga bisa memperburuk kondisi tubuh secara keseluruhan. Perjuangan Veri pun mengingatkan kita tentang pentingnya dukungan sosial dan akses perawatan kesehatan mental yang memadai.

Ke depannya, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk lebih peka terhadap isu kesehatan mental, sekaligus menyediakan fasilitas yang memadai bagi mereka yang mengalami kondisi serupa. Kisah Veri juga menjadi peringatan bahwa kita perlu menjaga diri secara holistik, termasuk membatasi tekanan dari media sosial yang bisa memicu gangguan psikologis.

Kesimpulan dan Harapan ke Depan

Veri AFI telah menunjukkan keberanian dengan membagikan kisah perjuangannya yang penuh tantangan. Walaupun menghadapi berbagai penyakit berat dan gangguan mental, ia tetap bertahan dan berharap mendapat dukungan.

Semoga cerita ini menjadi inspirasi dan membuka diskusi lebih luas mengenai pentingnya kesehatan mental dan fisik secara bersamaan. Kita juga perlu terus mengikuti perkembangan kondisi Veri, berharap ia dapat pulih dan kembali menjalani hidup dengan lebih baik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad