China Kecam Blokade AS di Selat Hormuz: Langkah Tak Bertanggung Jawab

Apr 14, 2026 - 17:31
 0  3
China Kecam Blokade AS di Selat Hormuz: Langkah Tak Bertanggung Jawab

China menyatakan kemarahan atas keputusan Amerika Serikat yang memblokade Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tindakan tersebut untuk mengusir kapal-kapal yang tertahan di perairan itu.

Ad
Ad

China Kutuk Tindakan AS di Selat Hormuz

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyebut langkah AS sebagai tindakan berbahaya dan tidak bertanggung jawab yang justru memperburuk ketegangan di kawasan. Dalam konferensi pers pada Selasa (14/4), Guo mengkritik pengerahan militer dan blokade yang dilakukan Washington sebagai upaya yang melemahkan perjanjian gencatan senjata yang sudah rapuh dan membahayakan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

"AS meningkatkan pengerahan militer dan melakukan tindakan blokade yang ditargetkan, yang hanya akan memperburuk ketegangan, dan melemahkan perjanjian gencatan senjata yang sudah rapuh serta kian membahayakan keamanan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz," ujar Guo.

Signifikansi Selat Hormuz dalam Perdagangan Energi Global

Guo juga menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan rute internasional vital bagi energi dan barang lainnya, sehingga keamanan serta stabilitas kawasan menjadi kepentingan seluruh komunitas internasional. Menurutnya, akar permasalahan gangguan di Selat Hormuz adalah konflik militer yang belum terselesaikan dan harus segera dihentikan demi menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk dan Timur Tengah.

  • Selat Hormuz adalah jalur utama pengiriman minyak dunia.
  • Konflik militer menjadi akar penyebab ketegangan di wilayah tersebut.
  • China menyerukan semua pihak untuk tetap tenang dan menahan diri.
  • China berkomitmen memainkan peran konstruktif dalam menjaga keamanan kawasan.

Konteks Negosiasi dan Ketegangan AS-Iran

Blokade AS diumumkan setelah negosiasi damai antara Washington dan Teheran yang berlangsung di Pakistan menemui kebuntuan. AS menuntut agar Iran menghentikan program nuklirnya secara total dan menyerahkan material uranium yang telah diperkaya, sementara Iran tetap mempertahankan haknya untuk memperkaya uranium dan mengontrol akses di Selat Hormuz.

Konflik ini merupakan lanjutan dari perang yang sudah berlangsung lebih dari sebulan, di mana AS dan Israel menggempur Iran hingga menimbulkan ribuan korban tewas. Sebagai balasan, Iran membatasi akses kapal, terutama yang berafiliasi dengan AS dan Israel, di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital global.

China Siap Bekerja Sama untuk Keamanan Energi Global

Menanggapi situasi ini, China menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan negara lain guna menjaga keamanan energi global dan stabilitas rantai pasokan minyak. Namun, mereka menekankan bahwa pemulihan perdamaian dan stabilitas di kawasan adalah prasyarat utama agar masalah ini bisa diselesaikan secara menyeluruh.

"Untuk menyelesaikan masalah ini secara mendasar, yang perlu dilakukan pertama dan terutama adalah memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk dan Timur Tengah," tambah Guo.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, reaksi keras China terhadap blokade AS di Selat Hormuz mencerminkan ketegangan geopolitik yang semakin memanas di wilayah strategis ini. Selat Hormuz bukan hanya jalur penting bagi ekspor minyak global, tetapi juga menjadi titik sentral perebutan pengaruh antara kekuatan besar seperti AS dan China, serta aktor regional seperti Iran.

Blokade yang dilakukan AS tidak hanya meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dunia, tapi juga berpotensi memicu konflik militer yang lebih luas di Timur Tengah. Dalam skenario terburuk, ketegangan ini dapat berdampak negatif pada harga minyak global dan stabilitas ekonomi dunia. Oleh karena itu, penting bagi komunitas internasional untuk mendukung upaya diplomasi dan menekan semua pihak agar menahan diri.

Ke depan, pengamat harus mencermati bagaimana respons Iran dan sekutunya terhadap blokade tersebut, serta sejauh mana peran China dalam mengupayakan mediasi perdamaian. Langkah diplomatik yang konstruktif dari Beijing bisa menjadi penyeimbang yang menahan eskalasi konflik, sekaligus menjaga kepentingan energi global tetap aman. Simak terus perkembangan terbaru di CNN Indonesia untuk update terkini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad