Biaya Perang Trump vs Iran Bebani Warga AS Hingga Rp17 Ribu Triliun

Apr 15, 2026 - 21:13
 0  4
Biaya Perang Trump vs Iran Bebani Warga AS Hingga Rp17 Ribu Triliun

Perang antara Amerika Serikat dan Iran yang dipicu oleh Presiden Donald Trump bersama Israel sejak 28 Februari 2026 ternyata berimbas sangat besar terhadap keuangan warga AS. Alih-alih memberikan keuntungan strategis, genderang perang ini justru menjadi beban besar yang menambah utang negara dan membebani pembayar pajak di Negeri Paman Sam.

Ad
Ad

Biaya Perang AS vs Iran Bisa Capai US$1 Triliun

Menurut penelitian dari pakar kebijakan publik di Harvard Kennedy School, Profesor Linda Bilmes, biaya total perang yang berlangsung ini berpotensi menyentuh angka US$1 triliun atau sekitar Rp17.155 triliun. Angka ini jauh melampaui estimasi awal yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan AS.

"Saya yakin kita akan mencapai angka $1 triliun (sekitar Rp17.155 triliun) untuk perang melawan Iran," ujar Bilmes kepada CNBC International.

Laporan Pentagon kepada Kongres menyebutkan, dalam enam hari pertama operasi gabungan AS dan Israel sejak akhir Februari, pengeluaran mencapai US$11,3 miliar (sekitar Rp194 triliun). Namun, menurut Bilmes, angka ini masih terlalu rendah karena belum memasukkan biaya penggantian aset militer dan harga aktual terbaru.

Faktor-Faktor Penyumbang Besarnya Biaya Perang

Bilmes merinci bahwa biaya harian selama 40 hari konflik bisa mencapai sekitar US$2 miliar (Rp34,3 triliun), mencakup:

  • Biaya amunisi dan logistik
  • Pengerahan pasukan di wilayah konflik
  • Kerusakan aset militer, termasuk tiga jet tempur F-15 AS yang jatuh akibat salah tembak

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa harga penggantian yang digunakan Pentagon masih berdasarkan harga lama, sehingga angka sebenarnya bisa lebih tinggi. Contohnya, harga pengisian ulang pesawat pencegat mencapai US$4 juta (Rp68,5 miliar) per unit, jauh lebih mahal dibandingkan drone Iran yang hanya US$30.000 (Rp514 juta).

Selain itu, kontrak besar dengan perusahaan seperti Lockheed Martin dan Boeing juga mendorong biaya perang semakin membengkak.

Lonjakan Anggaran Pertahanan AS dan Dampaknya pada Utang Nasional

Pemerintahan Trump mengajukan anggaran pertahanan sebesar US$1,5 triliun (Rp25,71 kuadriliun) kepada Kongres, berpotensi menjadi peningkatan terbesar sejak Perang Dunia II. Anggaran ini belum termasuk tambahan US$200 miliar (Rp3,4 triliun) khusus untuk operasi perang di Iran.

Bilmes memperkirakan, bahkan jika Kongres tidak menyetujui seluruh usulan, setidaknya akan ada tambahan US$100 miliar (Rp1,7 triliun) per tahun ke anggaran dasar pertahanan yang seharusnya tidak disetujui tanpa kondisi perang.

Menurutnya, lonjakan anggaran ini akan memperbesar defisit fiskal AS. Sebagai perbandingan, perang Irak yang menelan biaya sekitar US$2 triliun terjadi saat utang nasional AS masih di bawah US$4 triliun. Kini, utang AS telah melampaui US$31 triliun, sebagian besar akibat dampak perang di Irak dan Afghanistan sebelumnya.

"Kita meminjam untuk membiayai perang ini dengan suku bunga yang lebih tinggi dan basis utang yang jauh lebih besar," jelas Bilmes. "Akibatnya, biaya bunga saja akan bertambah miliaran dolar yang akan menjadi beban generasi berikutnya."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, konflik yang dipicu oleh kebijakan agresif Presiden Trump terhadap Iran ini tidak hanya soal geopolitik tetapi juga krisis ekonomi yang membebani rakyat Amerika secara langsung. Meski pemerintah AS mungkin menilai perang sebagai upaya menjaga dominasi regional dan global, biaya besar yang harus ditanggung pembayar pajak berpotensi menggerus kesejahteraan publik dan memperdalam ketimpangan sosial.

Selain itu, peningkatan utang negara yang signifikan akan membatasi ruang fiskal pemerintah untuk investasi sosial dan pembangunan infrastruktur di masa depan. Krisis utang dan belanja militer yang tidak terkendali bisa membuka pintu bagi turbulensi ekonomi yang lebih luas di Amerika Serikat, dengan dampak global.

Warga dan pengamat perlu mencermati dengan seksama langkah politik dan militer AS selanjutnya, apakah akan ada upaya diplomasi yang lebih serius atau eskalasi yang membuat beban biaya perang semakin membengkak. Perang yang berlarut-larut tanpa solusi damai bisa menjadi bencana finansial dan kemanusiaan berikutnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai dampak perang ini, Anda bisa membaca laporan lengkap dari CNN Indonesia dan analisis dari berbagai media internasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad