Gangguan Tidur Picu Stroke dan Penyakit Jantung, Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Apr 16, 2026 - 06:20
 0  4
Gangguan Tidur Picu Stroke dan Penyakit Jantung, Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Gangguan tidur seperti sleep apnea bukan hanya sekadar masalah ringan yang kerap diabaikan. Menurut Dokter Spesialis Paru Ignatius Hanny Handoko Tanuwijaya, kondisi ini dapat berdampak serius terhadap kesehatan jantung dan otak, bahkan meningkatkan risiko stroke jika tidak ditangani dengan tepat.

Ad
Ad

Sleep apnea adalah gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur, di mana saluran napas tersumbat sementara sehingga menyebabkan napas berhenti berulang kali. Kondisi ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena terjadi saat tidur dan bisa berlangsung secara kronis tanpa gejala yang jelas pada awalnya.

Risiko Serius akibat Gangguan Tidur Sleep Apnea

Dokter Ignatius menjelaskan, jika sleep apnea tidak mendapatkan penanganan selama 10 hingga 15 tahun, sekitar 75 persen kasus dapat berujung pada penyakit serius seperti stroke dan penyakit jantung. Hal ini dikarenakan gangguan pernapasan berulang dapat menimbulkan tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, hingga kerusakan pembuluh darah.

“Sleep apnea yang tak diobati dalam waktu lama sangat berbahaya dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular,” ujar Dokter Ignatius dalam wawancara dengan Beritajatim.com.

Tanda dan Gejala Sleep Apnea yang Perlu Diwaspadai

  • Mendengkur dengan suara keras
  • Sering terbangun tiba-tiba dengan rasa sesak napas
  • Kantuk berlebihan di siang hari meskipun sudah cukup tidur
  • Sakit kepala pagi hari
  • Konsentrasi menurun dan mudah marah

Gejala-gejala tersebut sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi indikator adanya gangguan tidur serius yang membutuhkan penanganan medis.

Pentingnya Diagnosis dan Perawatan Sleep Apnea

Untuk memastikan diagnosis, pasien biasanya akan menjalani pemeriksaan polisomnografi atau tes tidur di laboratorium. Setelah diagnosis ditegakkan, terapi seperti penggunaan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) menjadi pilihan utama untuk membuka saluran napas saat tidur.

Selain itu, perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, menghindari konsumsi alkohol sebelum tidur, dan menjaga posisi tidur juga sangat dianjurkan untuk mengurangi gejala sleep apnea.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kesadaran masyarakat terhadap bahaya gangguan tidur masih sangat rendah. Banyak kasus penyakit kardiovaskular yang sebenarnya dapat dicegah jika gangguan tidur seperti sleep apnea segera dideteksi dan ditangani. Pemeriksaan tidur seharusnya lebih sering menjadi bagian dari skrining kesehatan rutin terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti obesitas dan hipertensi.

Selain itu, peningkatan edukasi tentang gejala dan konsekuensi sleep apnea harus menjadi prioritas bagi tenaga medis dan pemerintah. Jika tidak, angka kematian akibat stroke dan penyakit jantung yang berhubungan dengan gangguan tidur dapat terus meningkat. Langkah ini bisa menjadi game-changer dalam pencegahan penyakit kardiovaskular di Indonesia.

Kedepannya, masyarakat harus lebih waspada dan tidak menganggap remeh gangguan tidur. Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala yang mencurigakan agar risiko komplikasi berat dapat diminimalisir.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi situs resmi Beritajatim.com dan media kesehatan terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad