Berapa Kapal yang Lewat dan Diserang Selama Perang AS-Israel vs Iran?

Apr 16, 2026 - 09:11
 0  4
Berapa Kapal yang Lewat dan Diserang Selama Perang AS-Israel vs Iran?

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran telah menyebabkan gangguan besar pada pelayaran kapal-kapal komersial di wilayah Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi urat nadi pengiriman minyak dunia. Konflik ini tidak hanya memblokir jalur pelayaran, tetapi juga menimbulkan serangan terhadap sejumlah kapal dari berbagai negara.

Ad
Ad

Jumlah Kapal yang Melintas dan Terblokir Selat Hormuz

Berdasarkan data pelacakan kapal dari Kpler yang dirangkum oleh Al Jazeera, selama periode 28 Februari hingga 12 April 2026, tercatat hanya 279 kapal yang berhasil melintasi Selat Hormuz. Jumlah ini jauh berkurang dibandingkan dengan rata-rata sebelum perang, yang mencapai sekitar 100 kapal per hari. Penurunan drastis ini terjadi karena penutupan dan pembatasan ketat yang diberlakukan oleh Iran sebagai respons atas serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak 8 April, hanya 45 kapal yang tercatat melintasi selat tersebut dalam beberapa hari setelahnya. Sementara itu, ratusan kapal tanker dan kapal pengangkut lainnya masih tertahan di Teluk, yang secara signifikan mengurangi pasokan minyak dan gas dunia.

Kapal yang Diserang dalam Konflik

Kpler juga mencatat bahwa sedikitnya 22 kapal mengalami serangan selama periode konflik di berbagai perairan di sekitar Timur Tengah. Serangan ini tersebar di beberapa wilayah sebagai berikut:

  • 8 kapal di perairan Uni Emirat Arab (UEA)
  • 6 kapal di perairan Oman
  • 2 kapal di perairan Irak
  • 2 kapal di perairan Qatar
  • 1 kapal masing-masing di perairan Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Iran

Beberapa kapal yang menjadi korban serangan antara lain Skylight, Mkd Vyom, Hercules Star, Stena Imperative, Libra Trader, Gold Oak, Safeen Prestige, dan lainnya. Kapal-kapal ini berasal dari berbagai negara di Teluk, Pasifik, Afrika, Asia Timur, Asia Selatan, dan Asia Tenggara seperti Thailand.

Dampak Perang terhadap Pasokan Energi dan Ekonomi Global

Selain mengganggu lalu lintas pelayaran, perang ini juga menyebabkan kerusakan fasilitas produksi energi di wilayah Teluk. Akibatnya, harga minyak dunia melonjak sekitar 50 persen sejak awal pertempuran. Lonjakan harga tersebut memicu krisis energi di berbagai negara yang sangat bergantung pada pasokan minyak dari kawasan ini.

Per 13 April, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan pemberlakuan blokade Selat Hormuz, khususnya untuk kapal-kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran. Blokade ini dilakukan setelah kegagalan negosiasi damai dengan Iran dan atas perintah Presiden AS Donald Trump. CENTCOM menegaskan bahwa blokade tersebut bertujuan menekan Iran agar kembali ke meja perundingan, namun situasi ini semakin memperumit jalur pelayaran di wilayah yang sensitif tersebut.

Rute Alternatif dan Gencatan Senjata

Meski terdapat blokade dan risiko serangan, beberapa kapal tanker berhasil memasuki Teluk melalui rute alternatif yang disediakan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Pada 14 April, kapal Peace Gulf berbendera Panama, Rich Starry, dan Elpis berhasil melintasi Selat Hormuz. Rute alternatif ini terletak di antara Pulau Larak dan Pulau Qeshm, dekat daratan Iran, dan dibuka setelah kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, konflik bersenjata antara AS-Israel dan Iran yang mengganggu jalur Selat Hormuz bukan sekadar persoalan regional, melainkan berdampak global secara signifikan. Penurunan drastis jumlah kapal yang melintas dan meningkatnya serangan terhadap kapal mengancam stabilitas pasokan energi dunia, yang pada gilirannya memicu kenaikan harga minyak dan tekanan ekonomi pada negara-negara importir bahan bakar.

Selain itu, blokade yang dilakukan CENTCOM memperlihatkan bagaimana militer AS menggunakan kekuatan strategis untuk menekan Iran, namun sekaligus berisiko meningkatkan ketegangan dan potensi eskalasi konflik. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari komunitas internasional agar jalur pelayaran tetap aman dan pasokan energi tidak terusik.

Ke depan, penting untuk memantau perkembangan negosiasi damai dan langkah-langkah diplomatik yang bisa meredakan ketegangan di Teluk. Jika tidak, gangguan yang berkelanjutan di Selat Hormuz akan terus menjadi ancaman serius bagi ekonomi global dan keamanan maritim internasional.

Untuk informasi lebih rinci dan data terkini, Anda bisa membaca sumber lengkapnya di CNN Indonesia dan laporan resmi Komando Pusat AS (CENTCOM).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad