Oghab 44: Pangkalan Bawah Tanah Iran Simpan Jet Tempur Canggih dan Bom Strategis

Apr 16, 2026 - 11:13
 0  3
Oghab 44: Pangkalan Bawah Tanah Iran Simpan Jet Tempur Canggih dan Bom Strategis

Oghab 44, sebuah pangkalan udara bawah tanah milik Iran yang terletak di Provinsi Hormozgan, semakin menjadi sorotan dunia setelah dilaporkan menjadi sasaran serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Maret 2026. Pangkalan ini dikenal sebagai basis rahasia yang menyimpan berbagai jet tempur canggih dan fasilitas strategis yang mendukung operasi militer Iran di kawasan Timur Tengah.

Ad
Ad

Serangan dan Kerusakan di Pangkalan Oghab 44

Citra satelit yang dilansir oleh The New York Times memperlihatkan adanya kawah besar akibat benturan di dan sekitar pintu masuk terowongan pangkalan. Kerusakan ini diduga telah melumpuhkan akses ke landasan pacu, sehingga menjebak segala macam pesawat di dalamnya dan menghancurkan beberapa fasilitas konstruksi yang sedang dibangun.

Selain itu, terlihat pula gundukan tanah yang sengaja dibuat di landasan pacu sebagai rintangan untuk mencegah pendaratan pesawat musuh. Meski demikian, militer AS dan Israel belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini.

Apa Itu Pangkalan Oghab 44?

Oghab 44 atau Eagle 44 adalah pangkalan Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF) yang berlokasi sekitar 160 kilometer utara Selat Hormuz. Dibangun sejak 2013, pangkalan ini mulai dikenal publik saat peringatan ke-44 Revolusi Islam Iran pada tahun 2023, ketika media Iran menayangkan rekaman yang menunjukkan drone dan jet tempur seperti F-4 Phantom yang disimpan di fasilitas bawah tanah tersebut.

Pangkalan ini dirancang sebagai pangkalan udara taktis pertama Iran yang mampu menampung berbagai jenis pesawat, termasuk jet tempur, pesawat pembom, dan kendaraan udara nirawak (UAV). Fasilitasnya meliputi area siaga, pos komando, hanggar, pusat perbaikan, peralatan navigasi, serta tangki bahan bakar besar yang mendukung operasi udara jarak jauh.

Peran Strategis dan Kemampuan Militer Oghab 44

Menurut laporan media Iran Press TV, Oghab 44 dapat melengkapi pesawat dengan sistem peperangan elektronik dan persenjataan lengkap berupa berbagai bom dan rudal. Pangkalan bawah tanah ini memungkinkan Iran untuk melakukan operasi udara dengan jangkauan yang lebih luas dan serangan strategis ke target darat maupun laut.

Berdasarkan laporan The New York Times pada Februari 2023, terdapat indikasi bahwa pangkalan ini telah dipersiapkan untuk menampung jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia, yang dibeli Iran sebagai bagian dari peningkatan kerja sama pertahanan pasca invasi Rusia ke Ukraina. Jet tempur ini memungkinkan Iran memperkuat daya serang udara dengan teknologi mutakhir.

Menurut mantan analis citra pemerintah AS, Chris Biggers, "Citra-citra ini kemungkinan digunakan untuk menilai ruang gerak pesawat di seluruh fasilitas bawah tanah dan dapat mengindikasikan bahwa pesawat tersebut (Su-35) akan berbasis di sini."

Sementara itu, kantor berita resmi Iran, IRNA, menyatakan bahwa jet-jet tempur yang disimpan dilengkapi dengan rudal jelajah jarak jauh, menandakan kesiapan Iran untuk melancarkan serangan presisi terhadap sasaran jika terjadi konflik, bukan sekadar untuk pertahanan udara.

Strategi Militer dan Sejarah Pangkalan Oghab 44

Menurut Forbes, pembangunan pangkalan bawah tanah ini dipengaruhi oleh pengalaman Iran dalam Perang Enam Hari tahun 1967 dan Perang Iran-Irak 1980-1988, yang mengajarkan pentingnya melindungi armada udara dari serangan pendahuluan musuh. Pangkalan ini meminimalkan risiko penghancuran jet tempur dalam serangan udara yang tiba-tiba.

Farzin Nadimi dari The Washington Institute for Near East Policy menilai bahwa lokasi strategis Oghab 44 memungkinkan Iran melancarkan serangan mendadak terhadap kapal dan pangkalan militer AS di Teluk Persia. Pangkalan ini dirancang sebagai bagian dari strategi anti-akses/penolakan wilayah (A2/AD) yang bertujuan memutus akses udara dan maritim di kawasan tersebut, sehingga menekan rantai pasok energi global dan memperoleh leverage diplomatik.

Implikasi dan Potensi Dampak Konflik

  • Oghab 44 sebagai basis peluncuran serangan strategis dapat meningkatkan ketegangan militer di Teluk Persia.
  • Kehancuran fasilitas ini mempengaruhi kemampuan Iran dalam mempertahankan dan mengoperasikan armada jet tempurnya.
  • Serangan ini menandai eskalasi konflik antara Iran dengan AS dan Israel yang berpotensi memperluas perang proxy di Timur Tengah.
  • Penggunaan pangkalan bawah tanah sebagai tempat penyimpanan dan operasi jet tempur canggih memperlihatkan peningkatan teknologi militer Iran.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, serangan terhadap Oghab 44 bukan sekadar operasi militer biasa, melainkan simbol dari persaingan strategis yang semakin intens antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Keberadaan pangkalan bawah tanah ini menunjukkan bahwa Iran telah berinvestasi besar dalam mengembangkan kemampuan militer yang tidak mudah dihancurkan oleh serangan udara konvensional.

Lebih jauh, Oghab 44 menjadi bukti bagaimana Iran mengadopsi strategi asimetris yang menggabungkan teknologi canggih dengan perlindungan fisik dari serangan. Ini adalah langkah cerdas yang mampu memperpanjang daya tahan militer Iran sekaligus memberikan tekanan geopolitik yang signifikan di kawasan Teluk Persia.

Kedepannya, penting untuk terus memantau perkembangan di Oghab 44 dan respons militer dari pihak-pihak yang terlibat. Apakah Iran mampu memperbaiki kerusakan dan mempertahankan kemampuan ofensifnya akan sangat memengaruhi stabilitas regional dan dinamika konflik di Timur Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad