Stemcell Jadi Terobosan Terbaru Terapi Penyakit Ortopedi di Indonesia

Apr 21, 2026 - 16:23
 0  6
Stemcell Jadi Terobosan Terbaru Terapi Penyakit Ortopedi di Indonesia

Terapi stemcell atau sel punca kini menjadi alternatif yang menjanjikan untuk mengatasi berbagai penyakit ortopedi di Indonesia, terutama penyakit degeneratif seperti osteoporosis dan osteoarthritis (radang sendi). Dengan kemajuan teknologi ini, pengobatan osteoarthritis tidak lagi harus mengandalkan operasi penggantian sendi lutut yang invasif, melainkan dapat dilakukan melalui penyuntikan stemcell yang merangsang pembentukan sel-sel baru di sendi lutut.

Ad
Ad

Terapi Stemcell dalam Penanganan Penyakit Ortopedi

Menurut dr. Yanuarso, SpOT(K), seorang dokter ahli ortopedi, terapi sel punca memberikan harapan baru bagi pasien dengan berbagai kelainan ortopedi. Terapi ini membantu regenerasi jaringan, mempercepat proses pemulihan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara aman dan terstandar.

“Terapi sel punca bagi masyarakat dapat membantu regenerasi jaringan, mempercepat pemulihan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara aman dan terstandar,” ujar dr. Yanuarso saat peresmian Stemcell Clinic by Prodia di Pondok Indah, Jakarta.

Layanan terapi stemcell yang disediakan Prodia saat ini fokus pada bidang ortopedi, mencakup penanganan lesi osteochondral, osteoarthritis, osteoporosis, serta reparasi dan rekonstruksi tendon, ligamen, dan cedera meniskus lutut.

Apa Itu Terapi Stemcell dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Terapi stemcell menggunakan sel punca yang biasanya diambil dari embrio berusia 4-5 hari, tali pusat bayi, atau sumsum tulang. Sel-sel ini kemudian dikembangbiakkan di laboratorium dan disuntikkan ke dalam tubuh pasien untuk merangsang regenerasi sel-sel yang rusak.

Dalam kasus osteoarthritis, stemcell berfungsi meregenerasi tulang rawan yang sudah aus di sendi-sendi seperti lutut dan panggul. Dr. Yanuarso menjelaskan bahwa osteoarthritis merupakan radang sendi akibat aus karena penggunaan, dan pengobatan konvensional hanya bertujuan mempertahankan fungsi sendi, bukan menyembuhkan. Terapi stemcell mampu membuat tulang rawan kembali muda dan berfungsi optimal.

“Osteoartritis itu penyakit radang sendi karena aus akibat penggunaan. Pengobatan tidak akan membuat sembuh, hanya bertahan fungsinya saja. Stemcell akan membuat tulang rawan sendi di lutut kembali muda,” tambah dr. Yanuarso.

Sumber Stemcell dan Regulasi di Indonesia

Stemcell yang digunakan Prodia berasal dari sel tali pusat dengan metode alogenik, yaitu pengambilan sel dari individu berbeda namun masih sesama manusia. Menurut dr. Yanuarso, regulasi di Indonesia melarang penggunaan sel punca dari hewan seperti domba atau sapi untuk pasien manusia.

Alasan penggunaan sel tali pusat dari bayi bukan dari pasien sendiri adalah karena pasien osteoarthritis biasanya berusia lanjut dengan kualitas sel punca yang menurun. Pengambilan sel dari pasien sendiri juga dapat menimbulkan stres dan tidak efektif.

Kebutuhan Terapi Stemcell yang Meningkat dan Inovasi Prodia

Direktur Utama Prodia Widyahusada Tbk, Dewi Muliaty, menyatakan bahwa kebutuhan terapi stemcell di Indonesia terus meningkat. Setelah mengakuisisi 30% saham ProSTEM pada 2025, Prodia berkomitmen mengembangkan layanan kesehatan inovatif, termasuk terapi pengobatan regeneratif berbasis sel punca sebagai bagian dari precision medicine dan future medicine.

“Prodia terus berkomitmen menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat, termasuk pengembangan terapi pengobatan regeneratif berbasis sel punca,” ujar Dewi.

Stemcell Clinic by Prodia menawarkan standar medis dan keamanan tinggi, bekerja sama dengan PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM), perusahaan yang berpengalaman dalam pengolahan dan pengelolaan sel punca di Indonesia. Kolaborasi ini didukung oleh tenaga medis profesional dan teknologi canggih.

Dewi juga mengungkapkan rencana perluasan layanan ke berbagai kota strategis dan integrasi layanan ini ke dalam ekosistem kesehatan Prodia secara menyeluruh.

Standar Internasional dan Sertifikasi Pengolahan Sel Punca

Direktur ProSTEM, Cynthia Retna Sartika, menjelaskan bahwa perusahaan memegang komitmen tinggi terhadap kualitas dan keamanan produk berbasis sel punca. ProSTEM memiliki sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM dan izin operasional dari Kementerian Kesehatan untuk pengolahan sel punca.

Selain itu, ProSTEM berpedoman pada standar internasional seperti FACT-NetCord dan AABB, yang menekankan pengendalian mutu, traceability, dan keamanan produk. Sistem manajemen mutu mereka juga telah tersertifikasi ISO 9001:2015, memastikan konsistensi kualitas dan layanan.

Inovasi Layanan dan Ekspansi Masa Depan

Prodia terus mengembangkan layanan berbasis diagnostik, preventif, dan wellness berkat pengalaman panjang sebagai penyedia layanan laboratorium dan klinik terdepan di Indonesia. Kolaborasi Prodia dan ProSTEM juga mencakup pengembangan biomarker, uji genetik, serta integrasi data diagnostik.

Strategi pemasaran dan branding dilakukan secara terintegrasi, mematuhi standar nasional dan internasional, dengan target ekspansi ke pasar Asia Tenggara melalui kemitraan strategis dan transfer teknologi.

“Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan biomarker, uji genetik, dan integrasi data diagnostic. Kami juga menyiapkan ekspansi ke Asia Tenggara melalui kemitraan strategis dan transfer teknologi,” pungkas Dewi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kehadiran terapi stemcell sebagai alternatif pengobatan penyakit ortopedi merupakan langkah revolusioner yang dapat mengubah paradigma pengobatan degeneratif di Indonesia. Dengan menghindari operasi besar seperti penggantian sendi lutut, pasien bisa mendapatkan terapi yang lebih aman, minim risiko, dan memiliki waktu pemulihan lebih cepat.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah kesiapan regulasi dan edukasi masyarakat agar terapi ini diterima dan dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, biaya terapi stemcell yang saat ini masih relatif tinggi harus menjadi perhatian agar layanan ini dapat diakses oleh lebih banyak pasien yang membutuhkan.

Ke depan, perkembangan terapi regeneratif berbasis sel punca tidak hanya akan berdampak pada bidang ortopedi, tetapi juga membuka peluang besar di berbagai cabang kedokteran lain. Oleh karena itu, publik dan praktisi kesehatan harus terus mengikuti perkembangan teknologi ini agar mendapatkan manfaat maksimal.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai layanan terapi stemcell ini, Anda dapat mengunjungi sumber aslinya dan mengikuti update terbaru dari Prodia serta ProSTEM.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad