Trump Ikut Sesi Baca Alkitab di Gedung Putih Usai Kontroversi Nyinyir ke Paus Leo

Apr 22, 2026 - 19:01
 0  3
Trump Ikut Sesi Baca Alkitab di Gedung Putih Usai Kontroversi Nyinyir ke Paus Leo

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengikuti sesi membaca Alkitab yang digelar di Oval Office, Gedung Putih, pada Selasa (21/4) setelah beberapa hari sebelumnya ramai menyita perhatian publik akibat nyinyirannya terhadap Paus Leo XIV. Aktivitas ini menjadi sorotan lantaran berlangsung pasca pernyataan kontroversial Trump yang mengkritik keras pandangan Paus mengenai doa dan perang.

Ad
Ad

Sesi "Amerika Membaca Alkitab" di Oval Office

Dalam acara bertajuk "Amerika Membaca Alkitab," Trump bergabung secara estafet membaca bagian-bagian Alkitab Perjanjian Lama bersama sejumlah staf Gedung Putih. Acara ini disebut sebagai kesempatan sakral untuk memanggil bangsa kita kembali kepada fondasi spiritualnya, sebagaimana tercantum dalam situs resmi penyelenggara.

Salah satu ayat yang dibacakan Trump adalah dari 2 Tawarikh 7:11-22, yang berisi janji pemulihan dan pengampunan jika umat merendahkan diri dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Trump membacakan ayat tersebut di Ruang Oval dengan latar belakang bendera kepresidenan, menegaskan pesan spiritual yang hendak disampaikan.

"Jika umat-Ku, yang disebut dengan nama-Ku, merendahkan diri, berdoa, mencari wajah-Ku, dan berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat, maka Aku akan mendengar dari surga, dan akan mengampuni dosa mereka, dan akan menyembuhkan tanah mereka,"

Acara ini disiarkan oleh Great American Media, sebuah perusahaan penyiaran konten keluarga dan religius yang berbasis di Texas.

Peran Kelompok Konservatif dan Tujuan Acara

Inisiatif membaca Alkitab secara maraton selama satu minggu ini diselenggarakan oleh kelompok lobi konservatif Family Policy Alliance Foundation melalui layanan Christians Engaged. Pendiri Christians Engaged, Bunni Pounds, menyampaikan kepada Fox News Digital bahwa Alkitab mengandung banyak hikmah yang dapat menyembuhkan keluarga, mengatasi kecemasan, serta memperbaiki kondisi kota dan negara.

"Ada begitu banyak hal dalam Alkitab yang dapat memberi kita kebijaksanaan dan pemahaman, dapat menyembuhkan keluarga kita, yang dapat menyelamatkan kita dari depresi dan kecemasan, dan dapat menyembuhkan kota-kota kita dan menyembuhkan tanah kita,"

Pounds juga menilai bahwa kehadiran Trump yang membaca ayat suci secara langsung memperkuat pesan tersebut.

Kontroversi Nyinyiran Trump terhadap Paus Leo XIV

Kehadiran Trump dalam sesi baca Alkitab ini terjadi bertepatan dengan gelombang kontroversi pasca pernyataannya yang menyinggung Paus Leo XIV. Paus sebelumnya menyatakan bahwa Tuhan Yesus menolak doa orang-orang yang memicu perang. Pernyataan itu kemudian dibalas Trump dengan nyinyiran keras, terutama terkait situasi di Iran.

Trump menulis di media sosialnya,

"Bisakah seseorang memberi tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersalah dan tidak bersenjata dalam dua bulan terakhir, dan bahwa Iran memiliki bom nuklir adalah sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima."

Trump menutup pesannya dengan menegaskan kembalinya Amerika di panggung internasional, "Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. Amerika telah kembali!!! President DONALD J TRUMP."

Makna dan Dampak Sesi Baca Alkitab oleh Trump

Sesi baca Alkitab ini tak hanya menjadi momen religius, tetapi juga langkah politik untuk meredam kontroversi sekaligus menguatkan citra Trump sebagai sosok yang mengedepankan nilai-nilai spiritual konservatif. Dengan latar belakang kritik terhadap Paus, partisipasi Trump dalam acara ini bisa dilihat sebagai upaya menegaskan posisi ideologisnya di tengah basis pendukungnya yang religius.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, partisipasi Trump dalam sesi baca Alkitab di Gedung Putih merupakan strategi komunikasi yang disengaja untuk mengalihkan perhatian dari kontroversi nyinyirnya terhadap Paus Leo XIV. Trump mencoba membingkai dirinya sebagai pemimpin yang berakar pada nilai-nilai spiritual dan moral, sebuah langkah yang potensial memperkuat dukungan dari kelompok konservatif dan religius di Amerika.

Namun, sikap keras Trump terhadap Paus juga menandakan polarisasi yang semakin tajam di antara para pendukungnya, sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara politik dan agama yang semakin kompleks di era modern ini. Publik perlu mengawasi bagaimana dinamika ini akan mempengaruhi sikap dan kebijakan Trump ke depan, terutama dalam konteks isu-isu internasional dan keagamaan.

Ke depan, sesi baca Alkitab ini bisa menjadi contoh bagaimana tokoh politik memanfaatkan simbol-simbol keagamaan untuk memperkuat legitimasi dan pengaruh mereka. Sebagai pembaca berita, penting untuk tetap kritis dan waspada terhadap penggunaan agama dalam politik yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

Untuk informasi lengkap dan sumber asli berita, Anda dapat membaca artikel selengkapnya di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad