Pelaku Penembakan Dekat Gedung Putih Pernah Klaim Jadi Yesus, Ini Fakta Lengkapnya

May 24, 2026 - 14:04
 0  5
Pelaku Penembakan Dekat Gedung Putih Pernah Klaim Jadi Yesus, Ini Fakta Lengkapnya

Pelaku penembakan yang terjadi dekat Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, ternyata memiliki latar belakang yang kompleks. Nasire Best, pria berusia 21 tahun yang terlibat dalam insiden tersebut, tidak hanya memiliki catatan kriminal, tetapi juga gangguan kejiwaan serius, termasuk klaim bahwa dirinya adalah Yesus Kristus.

Ad
Ad

Riwayat Penangkapan dan Klaim Kontroversial Nasire Best

Berdasarkan catatan pengadilan yang dikutip dari CNN Indonesia dan laporan New York Post, Nasire Best pernah ditangkap pada Juli 2025. Saat itu, dia tertangkap melewati pos pemeriksaan pejalan kaki di Gedung Putih secara ilegal dan membuat pernyataan yang tidak masuk akal kepada petugas.

"Dia mengaku sebagai Yesus Kristus dan ingin ditangkap," tulis catatan pengadilan.

Selain itu, Best juga aktif di media sosial dengan postingan yang menyatakan dirinya sebagai "putra Tuhan" dan bahkan mengancam Presiden AS saat itu, Donald Trump. Ancaman dan perilakunya tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terkait stabilitas mentalnya.

Detik-detik Penembakan di Dekat Gedung Putih

Insiden penembakan terjadi pada Sabtu malam, 23 Mei 2026, di sekitar Gedung Putih. Sejumlah tembakan terdengar dan langsung memicu respons cepat dari polisi serta pasukan keamanan. Presiden Donald Trump saat itu sedang berada di dalam Gedung Putih untuk bernegosiasi terkait kesepakatan dengan Iran.

Beruntung, Trump selamat tanpa cedera karena pelaku akhirnya ditembak mati oleh agen Secret Service saat masih berada di lokasi. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump mengapresiasi tindakan cepat aparat keamanan.

"Terima kasih kepada Secret Service dan Penegak Hukum kita yang hebat atas tindakan cepat dan profesional yang diambil malam ini terhadap seorang pria bersenjata di dekat Gedung Putih, yang memiliki riwayat kekerasan dan kemungkinan obsesi terhadap bangunan paling berharga di negara kita," ujar Trump.

Catatan Hubungan Nasire Best dengan Secret Service

Nasire Best bukanlah sosok asing bagi Secret Service. Pada Juni 2025, ia pernah berurusan dengan agen keamanan karena menghalangi jalur masuk Gedung Putih secara paksa. Akibat kejadian tersebut, ia sempat dibawa ke rumah sakit jiwa secara paksa untuk penanganan lebih lanjut.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai motif penembakan ini, apakah berkaitan dengan masalah politik atau bukan. Namun, berbagai pihak dari Partai Demokrat dan Republik secara tegas mengecam aksi kekerasan ini dan mendesak penyelidikan mendalam.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, insiden penembakan ini menyoroti masalah serius antara keamanan nasional dan isu kesehatan mental yang sering kali luput dari perhatian publik. Kasus Nasire Best memperlihatkan bagaimana gangguan kejiwaan yang tidak tertangani dapat berpotensi menimbulkan ancaman nyata terhadap keselamatan publik, terutama di lokasi-lokasi yang sangat sensitif seperti Gedung Putih.

Selain itu, insiden ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara aparat keamanan dan layanan kesehatan mental untuk deteksi dini dan penanganan kasus-kasus yang berisiko. Motif politik mungkin tidak selalu menjadi penyebab utama dalam kejadian seperti ini, tetapi implikasi keamanan tetap harus mendapatkan perhatian serius.

Ke depan, publik perlu mengikuti perkembangan investigasi lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang memicu penembakan ini agar langkah pencegahan serupa dapat dilakukan. Selain itu, evaluasi prosedur keamanan di sekitar Gedung Putih dan gedung pemerintahan lainnya juga harus diperketat.

Untuk informasi terbaru mengenai insiden ini dan perkembangan keamanan nasional, selalu ikuti berita terpercaya seperti CNN Indonesia dan media resmi lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad