Israel Berulah Lagi: Kibarkan Bendera di Al Aqsa dan Wilayah Gaza-Lebanon

Apr 23, 2026 - 10:59
 0  4
Israel Berulah Lagi: Kibarkan Bendera di Al Aqsa dan Wilayah Gaza-Lebanon

Warga Yahudi Israel kembali melakukan aksi provokatif dengan menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Palestina, dan mengibarkan bendera Israel di kawasan yang merupakan situs suci ketiga umat Islam itu pada Selasa (21/4). Aksi ini terjadi bertepatan dengan peringatan "Hari Kemerdekaan" Israel dan dilakukan oleh kelompok pemukim ekstremis dari gerakan Temple Mount yang masuk ke area masjid dengan pengawalan ketat pasukan Israel.

Ad
Ad

Penyerbuan dan Pengibaran Bendera di Al Aqsa

Foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan para pemukim Israel tidak hanya mengibarkan bendera, tetapi juga berpose di depan Dome of the Rock serta melaksanakan ritual di halaman masjid. Tindakan ini menjadi sorotan karena dianggap sebagai upaya "meng-Yahudikan" kawasan Masjid Al Aqsa yang selama ini menjadi simbol penting bagi umat Islam.

Pemerintah Kegubernuran Yerusalem mengecam keras penyerbuan tersebut sebagai serangan langsung terhadap kesucian masjid dan warisan sejarahnya. Selain itu, otoritas setempat melaporkan bahwa azan salat Isya tidak dikumandangkan pada Senin malam bertepatan dengan bunyi sirene peringatan "Hari Memorial" bagi tentara Israel yang gugur, sebuah kebiasaan tahunan yang menimbulkan kontroversi tersendiri.

Kecaman Internasional terhadap Aksi Israel

Otoritas Wakaf Islam di Yerusalem menyatakan bahwa aksi pemukim Israel tersebut melanggar status quo yang telah lama berlaku di Masjid Al Aqsa. Kecaman serupa datang dari berbagai negara seperti Pakistan, Qatar, Mesir, dan Yordania.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Mesir mengutuk keras penyerbuan dan pengibaran bendera Israel di halaman masjid yang disebut sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter." Mereka memperingatkan bahwa provokasi ini berpotensi memicu ketegangan yang dapat merusak upaya perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Mesir juga menolak segala upaya yang mencoba mengubah status quo dan hukum yang berlaku di Yerusalem serta situs suci Islam dan Kristen di kota tersebut, seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Pengibaran Bendera Israel di Gaza dan Lebanon

Tidak hanya di Yerusalem, pasukan Israel juga mengibarkan bendera di wilayah pendudukan lain, termasuk Gaza dan Lebanon selatan. Video yang dibagikan oleh jurnalis Israel Amit Segal menunjukkan tentara Israel melambaikan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Hatikvah di reruntuhan sebuah desa di Lebanon.

Di Gaza, bendera Israel bahkan dipasang di atas gedung Rumah Sakit Indonesia di Jabalia, yang telah menjadi sasaran berulang operasi militer Israel. Kutipan dari Taurat dalam bahasa Ibrani tertulis pada bendera tersebut, menambah kontroversi dan kemarahan warga Palestina dan dunia internasional.

Rumah Sakit Indonesia merupakan salah satu pusat medis terbesar di Gaza dan telah mengalami serangan yang mengakibatkan kematian staf medis pada Juli 2025, termasuk direktur rumah sakit Marwan al-Sultan beserta keluarganya.

Konflik yang Terus Memanas

Hari Kemerdekaan Israel yang dirayakan pada saat yang bersamaan dengan peringatan Nakba oleh rakyat Palestina, kerap menjadi momen bergejolaknya ketegangan di wilayah tersebut. Nakba mengingatkan pada pengusiran paksa ratusan ribu warga Palestina dari tanah mereka pada 1948 ketika Israel berdiri.

Kejadian terbaru ini menambah daftar panjang insiden yang memperkeruh hubungan antara Israel dan Palestina serta memperumit upaya perdamaian di Timur Tengah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, aksi Israel mengibarkan bendera di Masjid Al Aqsa dan wilayah pendudukan lainnya adalah langkah yang sangat provokatif dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas. Tindakan ini tidak hanya menyerang simbol keagamaan dan sejarah umat Islam, tetapi juga mengancam stabilitas politik dan keamanan di kawasan yang sudah sarat ketegangan.

Selain itu, pengibaran bendera Israel di wilayah seperti Gaza dan Lebanon memperlihatkan strategi Israel yang ingin mempertegas dominasi dan klaim wilayahnya secara simbolis, yang dapat memicu reaksi keras dari kelompok militan dan negara-negara tetangga.

Publik internasional dan pemerintah negara-negara terkait seharusnya lebih aktif dalam menekan Israel agar menghormati hukum internasional dan menjaga status quo situs-situs suci untuk mencegah konflik berkepanjangan yang hanya akan merugikan semua pihak.

Kita perlu terus memantau perkembangan situasi ini, terutama bagaimana respons diplomatik dan tindakan di lapangan akan mempengaruhi dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah dalam waktu dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad