VinFast Tandatangani MoU dengan Satu Kosong Tujuh dan Sembilan Benua untuk 20 Ribu Mobil Listrik

Mar 6, 2026 - 14:41
 0  5
VinFast Tandatangani MoU dengan Satu Kosong Tujuh dan Sembilan Benua untuk 20 Ribu Mobil Listrik

VinFast resmi menandatangani dua Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan penyedia solusi transportasi, yaitu PT Satu Kosong Tujuh dan PT Sembilan Benua Abadi, untuk pengadaan 20.000 unit kendaraan listrik VinFast hingga tahun 2028. Penandatanganan tersebut berlangsung di Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026.

Ad
Ad

Rencana Pengadaan 20 Ribu Mobil Listrik VinFast

Berdasarkan kesepakatan tersebut, PT Sembilan Benua Abadi akan membeli sebanyak 10.000 unit kendaraan listrik VinFast hingga akhir tahun 2027, sedangkan PT Satu Kosong Tujuh menargetkan pembelian 10.000 unit hingga akhir 2028.

Mobil-mobil yang akan digunakan meliputi dua model utama dari lini Green VinFast, yaitu Nerio Green (C-SUV) dan Limo Green (MPV 7-penumpang). Seluruh armada ini nantinya akan dioperasikan untuk layanan transportasi komersial dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Detail Model Nerio Green dan Limo Green

Nerio Green merupakan adaptasi dari model VF e34 yang telah diperkenalkan VinFast di pasar Indonesia. Mobil ini menawarkan desain urban modern, kabin luas, serta teknologi canggih yang mendukung kebutuhan operasional transportasi komersial.

Sementara itu, Limo Green adalah model terbaru dalam lini Green yang dirancang khusus untuk kebutuhan transportasi penumpang dengan intensitas tinggi. Dengan dimensi 4.740 x 1.872 x 1.729 mm dan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.840 mm, kendaraan ini memiliki konfigurasi tiga baris kursi yang luas.

Fitur unggulan Limo Green adalah baterai LFP yang tangguh dan mampu menempuh jarak hingga 450 km dalam sekali pengisian penuh. Hal ini memaksimalkan siklus operasional dan mengurangi waktu henti kendaraan selama pengisian baterai.

Mendorong Mobilitas Hijau di Indonesia

Melalui pengoperasian armada listrik ini, PT Satu Kosong Tujuh dan PT Sembilan Benua Abadi tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas armada dan tingkat pemanfaatan kendaraan, tetapi juga secara aktif menekan emisi karbon dan mendukung terbentuknya budaya mobilitas hijau di masyarakat.

"Kerja sama ini sejalan dengan visi jangka panjang kami untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik serta secara proaktif mendukung transformasi hijau di tingkat regional maupun global," ujar Nirzam Pahmi, Presiden Direktur PT Satu Kosong Tujuh.

"Model-model Nerio Green dan Limo Green merupakan solusi sangat menjanjikan yang sesuai dengan kebutuhan praktis konsumen di tengah transisi menuju transportasi ramah lingkungan," tambah Wempy Suciadi, CEO PT Sembilan Benua Abadi.

VinFast dan Strategi Perluasan Pasar Kendaraan Listrik di Indonesia

Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, menyampaikan bahwa pihaknya merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan mitra-mitra tepercaya di Indonesia untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik dan mendukung transisi hijau di sektor transportasi.

"Bermitra dengan perusahaan yang memahami pasar lokal dengan sangat baik memungkinkan VinFast memperluas jangkauan pasar dengan cepat dan menghadirkan solusi mobilitas modern yang semakin dekat dengan konsumen Indonesia," ujar Kariyanto.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penandatanganan dua MoU oleh VinFast dengan PT Satu Kosong Tujuh dan PT Sembilan Benua Abadi ini menandai langkah strategis penting dalam percepatan transisi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan target pengadaan 20 ribu unit kendaraan listrik, kedua perusahaan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga menegaskan komitmen industri otomotif nasional untuk mendukung mobilitas hijau.

Keunggulan teknologi baterai LFP dan desain khusus yang mengakomodasi kebutuhan operasional transportasi komersial menunjukkan bahwa VinFast memahami tantangan dan kebutuhan pasar lokal. Hal ini sekaligus membuka peluang besar bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana implementasi penggunaan armada ini dapat dioptimalkan serta didukung infrastruktur pengisian baterai yang memadai. Selain itu, kolaborasi serupa dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lainnya untuk mengadopsi kendaraan listrik secara masif, mempercepat pencapaian target pengurangan emisi nasional, dan merangsang pertumbuhan ekonomi hijau.

Dengan perkembangan ini, publik dan pelaku industri otomotif di Indonesia disarankan untuk terus mengikuti update terkait ekspansi VinFast dan dampaknya terhadap pasar kendaraan listrik nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad