Banjir Air Pasang Rendam Baamang Hilir: Warga Kotim Diminta Waspada

Apr 24, 2026 - 22:50
 0  5
Banjir Air Pasang Rendam Baamang Hilir: Warga Kotim Diminta Waspada

Banjir akibat pasang air sungai kembali melanda kawasan Baamang Hilir, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kejadian ini terjadi pada Jumat, 24 April 2026, di mana air sungai meluap dan merendam beberapa titik di bantaran sungai, termasuk jalur kali yang berada di belakang Masjid Shirothol Mustaqim.

Ad
Ad

Menurut warga setempat, Dewi, fenomena pasang air ini sudah berlangsung selama tiga hari terakhir. Namun, pada hari ini ketinggian air mencapai titik tertinggi dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

“Sudah tiga hari ini air pasang, tapi hari ini yang paling tinggi. Memang ini jadwal pasang,” ujar Dewi.

Luapan air tidak hanya terbatas di satu sisi sungai. Baik sisi kiri maupun kanan sungai terlihat tergenang, sehingga permukiman warga ikut terdampak. Meski kondisi banjir ini berpotensi mengganggu aktivitas, justru sebagian anak-anak di wilayah tersebut memanfaatkan genangan air untuk bermain.

Banjir Air Pasang Juga Terjadi di Samuda

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Di sana, banjir menggenangi kawasan bantaran sungai dan meningkatkan risiko bagi warga yang beraktivitas di sekitar aliran air.

Warga yang tinggal di daerah rawan banjir mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Perhatian khusus diberikan kepada orang tua agar mengawasi anak-anak yang bermain di sekitar banjir guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Diimbau kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di bantaran sungai untuk berhati-hati. Orang tua juga diminta memantau anak-anak yang bermain di sekitar air demi keselamatan bersama,” ujar salah satu warga.

Penjelasan BPBD Kotim Tentang Fenomena Banjir

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, memaparkan bahwa fenomena banjir yang terjadi merupakan pengaruh dari pasang surut air laut yang secara rutin terjadi. Ia menyampaikan data ketinggian air sebagai berikut:

  1. Pukul 05.00 WIB – ketinggian air terendah sekitar 0,4 meter.
  2. Pukul 12.00-13.00 WIB – puncak ketinggian air mencapai 3,2 meter.
  3. Pukul 20.00 WIB – air mulai surut dengan ketinggian 1,2 meter.

Selain itu, Multazam juga menyampaikan bahwa di Pulau Hanaut terjadi banjir air pasang dengan genangan sekitar 35 cm di atas jalan.

“Kami tadi dapat info juga dari Pulau Hanaut sekitar 35 cm di atas jalan,” kata Multazam.

Imbauan dan Tindakan Pencegahan

BPBD Kotim mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir untuk tetap siaga dan mengantisipasi potensi kenaikan air, terutama saat memasuki periode puncak pasang air. Waspada dan kewaspadaan ekstra sangat dianjurkan untuk menjaga keselamatan.

  • Memantau perkembangan kondisi air secara berkala.
  • Menghindari aktivitas di sekitar bantaran sungai saat banjir melanda.
  • Orang tua diminta untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di genangan air.
  • Menyiapkan langkah evakuasi jika kondisi memburuk.

Banjir air pasang seperti ini merupakan fenomena alam yang terjadi berulang, namun dampaknya bisa diminimalisir dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga. Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, masyarakat dapat mengakses berita resmi seperti yang dilaporkan oleh BeritaSampit.com dan media terpercaya lainnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir air pasang yang merendam kawasan Baamang Hilir dan Samuda menunjukkan pentingnya peningkatan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan banjir di Kotawaringin Timur. Fenomena pasang surut laut yang berulang ini sebenarnya dapat diprediksi, namun dampaknya tetap menimbulkan risiko bagi warga terutama yang tinggal di bantaran sungai.

Kejadian ini juga menyoroti kebutuhan pemerintah daerah untuk terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir dan edukasi masyarakat agar tidak menganggap biasa banjir pasang yang dapat berpotensi membahayakan keselamatan. Risiko kecelakaan dan penyakit akibat genangan air harus menjadi perhatian serius, terutama bagi anak-anak yang bermain di lokasi banjir.

Kedepannya, warga dan pemerintah harus bersinergi dalam memantau dan mengelola risiko banjir air pasang agar kerugian materi dan potensi korban dapat diminimalkan. Peran aktif masyarakat dalam mengikuti imbauan BPBD dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama mengatasi tantangan banjir tahunan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad