Warga Iran Makin Sengsara, Jutaan Orang Kena PHK Akibat Perang dengan AS

Apr 28, 2026 - 22:59
 0  4
Warga Iran Makin Sengsara, Jutaan Orang Kena PHK Akibat Perang dengan AS

Sejak serangan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari 2026, warga Iran mengalami penderitaan yang semakin berat. Selain ribuan korban jiwa, konflik ini juga memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masif dan lonjakan angka pengangguran di negara Timur Tengah tersebut. Situasi ini semakin memperparah kondisi ekonomi yang sudah memburuk sebelum perang pecah.

Ad
Ad

Dampak Perang Terhadap Dunia Kerja di Iran

Seorang desainer lepas berusia 30-an di Teheran, yang bernama Asal, mengungkapkan kepada CNN bahwa sebelum perang, ia rutin mendapat proyek desain busana, termasuk dari luar negeri. Namun setelah dua bulan konflik dan pemadaman internet, Asal menyatakan, "tidak ada proyek baru, tidak ada balasan. Rasanya semua berhenti mendadak dalam semalam." Pendapatannya kini bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, menggambarkan kesengsaraan jutaan warga Iran yang kehilangan sumber penghasilan akibat perang.

Jutaan warga Iran merasakan dampak langsung dari konflik Teheran versus Washington ini. Ekonomi Iran yang sudah tertekan akibat sanksi internasional dan isolasi selama beberapa dekade kini kian terpuruk. Pendapatan nasional per kapita turun drastis dari sekitar US$8.000 pada 2012 menjadi US$5.000 pada 2024, dipengaruhi oleh inflasi, korupsi, dan sanksi yang terus menghantam.

Kerusakan Infrastruktur dan PHK Massal

Menurut laporan CNN Indonesia, lebih dari 23.000 pabrik dan perusahaan terdampak serangan udara yang menghancurkan fasilitas industri. Wakil Menteri Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Iran, Gholamhossein Mohammadi, menyatakan bahwa sudah lebih dari satu juta pekerjaan hilang secara langsung akibat tekanan gabungan perang, inflasi, resesi, dan anjloknya permintaan.

  • Inflasi tahunan pada Maret mencapai 72%, membuat harga kebutuhan pokok melonjak tajam.
  • Serangan udara Israel terhadap kompleks petrokimia besar membuat ribuan pekerja dirumahkan tanpa gaji.
  • Pabrik baja utama seperti Mobarakeh Steel dan Khuzestan Steel terkena dampak, meskipun mereka membantah melakukan PHK.
  • Produsen trailer Maral Sanat terpaksa memberhentikan 1.500 pekerja karena kekurangan bahan baku baja.
  • Perusahaan tekstil Borujerd memutuskan hubungan kerja dengan 700 karyawan.
  • Banyak pabrik susu harus menghentikan operasi akibat kekurangan bahan kemasan penting.

Data resmi dari pemerintah juga menunjukkan lonjakan tajam pengajuan asuransi pengangguran, mencapai sekitar 147.000 permohonan dalam dua bulan terakhir, atau tiga kali lipat dari periode yang sama tahun lalu. Kelompok pekerja informal dan berkeahlian rendah hingga menengah menjadi paling terdampak karena perlindungan mereka yang minim.

Peran Internet dan Bisnis Digital Tergerus

Selain itu, bisnis berbasis internet, yang seharusnya menjadi penyangga strategis selama krisis, juga melemah. Media Iran melaporkan bahwa perusahaan e-commerce terbesar, Digikala, mulai melakukan PHK di beberapa divisinya. Jafar, seorang analis data, mengungkapkan perusahaannya tutup total sehingga lebih dari 50 karyawan kehilangan pekerjaan.

Somayeh, guru bahasa Jerman daring dari Isfahan, juga mengalami penurunan signifikan dalam jumlah murid karena aplikasi domestik yang tidak andal dan gangguan platform. Ia menyebut, "Sekarang tidak ada yang berjalan normal. Murid tidak bisa masuk bersamaan, platform terus bermasalah."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, dampak perang Iran-AS jauh melampaui angka korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Gelombang PHK massal dan kenaikan pengangguran akan memicu krisis sosial yang lebih dalam di Iran, dengan jutaan keluarga kehilangan mata pencaharian dan menghadapi kemiskinan akut. Inflasi yang melejit dan terganggunya rantai produksi memperburuk kesulitan hidup rakyat, terutama bagi pekerja informal yang tidak memiliki perlindungan sosial memadai.

Lebih jauh, kecenderungan menurunnya akses internet dan gangguan bisnis digital menunjukkan bagaimana teknologi yang seharusnya membantu bertahan di masa krisis justru menjadi korban. Hal ini menimbulkan kekhawatiran jangka panjang terhadap potensi pemulihan ekonomi Iran pasca-perang.

Ke depan, yang perlu diwaspadai adalah bagaimana pemerintah Iran dan komunitas internasional merespons krisis ini, apakah ada langkah-langkah efektif untuk melindungi tenaga kerja dan memulihkan infrastruktur ekonomi. Perkembangan situasi ini patut terus dipantau karena berpotensi memengaruhi stabilitas regional dan global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad