Orang Tua Wajib Aktif Memantau Perilaku Anak di Media Sosial, Ini Caranya

May 4, 2026 - 14:30
 0  5
Orang Tua Wajib Aktif Memantau Perilaku Anak di Media Sosial, Ini Caranya

Perkembangan pesat dunia digital membawa tantangan baru bagi para orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama dalam penggunaan media sosial. Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Gisella Tani Pratiwi, menegaskan bahwa orang tua tidak boleh pasif hanya menjadi pengamat, melainkan harus berperan sebagai pendamping aktif agar anak dapat menggunakan media sosial dengan aman dan sehat.

Ad
Ad

Peran Aktif Orang Tua dalam Mengawasi Anak Bermedia Sosial

Menurut Gisella, keterlibatan orang tua sangatlah penting dalam menavigasi dunia digital yang kini semakin kompleks. Orang tua perlu memahami aturan terkini mengenai penggunaan media sosial, terutama batas usia yang telah ditetapkan agar diskusi dengan anak bisa berjalan efektif dan persuasif.

"Perlu pelan-pelan didiskusikan dengan anak sesuai usianya. Jelaskan bahwa ada peraturan dan alasan di balik pembatasan tersebut. Alasan itu harus masuk dalam diskusi agar anak paham," jelas Gisella pada Minggu (3/5).

Diskusi terbuka seperti ini bertujuan agar anak tidak hanya mengikuti aturan secara mekanis, tetapi juga memahami tujuan dan manfaat dari pembatasan tersebut.

Implementasi PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak

Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) telah mengambil langkah penting dalam melindungi anak dari dampak negatif media sosial dan internet. Namun, Gisella mengingatkan bahwa kebijakan ini tidak akan efektif tanpa dukungan dari keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama.

"Intervensi pemerintah tetap membutuhkan dukungan domestik berupa pembiasaan yang baik di rumah," tambahnya. Orang tua harus menerapkan pengawasan yang konsisten dan memberikan contoh positif terkait penggunaan gawai dan media sosial.

Risiko Paparan Media Sosial tanpa Pendampingan

Gisella menyoroti dampak negatif yang bisa muncul jika anak terpapar dunia digital secara intens tanpa pendampingan yang tepat, antara lain:

  • Penurunan fungsi kognitif: Anak cenderung berpikir kurang mendalam dan kurang analitis, serta menginginkan hasil instan.
  • Ketidakstabilan emosi: Anak menjadi fluktuatif secara emosional, sulit memahami perasaan sendiri, dan kurang terasah dalam mengatur emosi.

Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan dan komunikasi aktif antara orang tua dan anak sangat dibutuhkan agar tumbuh kembang psikologis anak tidak terganggu.

Tips Orang Tua Mengawasi Anak Bermedia Sosial

  1. Berikan edukasi usia tepat: Diskusikan aturan dan batasan penggunaan media sosial sesuai usia anak.
  2. Jadilah contoh: Tunjukkan perilaku positif dalam menggunakan gawai dan media sosial.
  3. Gunakan fitur pengawasan: Manfaatkan teknologi parental control yang tersedia di banyak platform.
  4. Buat jadwal penggunaan: Batasi waktu penggunaan media sosial agar anak tetap seimbang dengan aktivitas lain.
  5. Buka komunikasi: Ajak anak berdiskusi mengenai konten yang mereka temui dan rasakan saat bermedia sosial.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keterlibatan aktif orang tua dalam mengawasi perilaku anak di media sosial bukan sekadar kewajiban tapi kebutuhan mendesak di era digital ini. Tanpa pendampingan yang baik, anak-anak bisa terjebak dalam konten negatif yang berdampak pada perkembangan mental dan emosional mereka. Banyak kasus yang menunjukkan meningkatnya kecanduan gawai, cyberbullying, hingga penyebaran konten tidak pantas yang sulit dikendalikan tanpa peran orang tua.

Langkah pemerintah dengan PP Tunas merupakan kemajuan penting, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada bagaimana keluarga mengimplementasikannya. Orang tua harus memperkuat literasi digitalnya agar bisa menjadi mentor yang mampu membimbing anak secara tepat. Ke depan, masyarakat dan pemerintah juga perlu bekerja sama mengembangkan program edukasi digital yang dapat menjangkau berbagai lapisan keluarga.

Jangan sampai anak-anak menjadi korban dari ketidaktahuan dan kurangnya pengawasan. Orang tua harus selalu update informasi dan teknik pengawasan digital agar bisa terus mendampingi anak di dunia yang terus berubah ini. Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca langsung sumber asli di JPNN Jogja atau kunjungi situs resmi pemerintah terkait perlindungan anak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad