SDA Jaksel Keruk Kali Grogol dan Saluran Cegah Banjir di Jalan Sinabung

May 7, 2026 - 13:30
 0  5
SDA Jaksel Keruk Kali Grogol dan Saluran Cegah Banjir di Jalan Sinabung

Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan melakukan pengerukan Kali Grogol dan saluran penghubung (Phb) Jelawe sebagai upaya utama mengatasi banjir yang sering terjadi di kawasan Jalan Sinabung, RW 05, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru. Langkah ini diambil setelah terjadinya genangan setinggi sekitar 50 sentimeter akibat luapan air saat hujan dengan intensitas tinggi.

Ad
Ad

Pengerukan Kali Grogol dan Penanganan Saluran Penghubung Jelawe

Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Santo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei ulang untuk memastikan penanganan lanjutan terkait genangan yang terjadi. Menurutnya, genangan tersebut merupakan akibat langsung dari luapan Kali Grogol dan saluran penghubung Jelawe yang tidak mampu menampung debit air hujan dengan baik.

"Hari ini kami melakukan survei kembali ke lokasi untuk memastikan penanganan lanjutan terkait genangan," ujar Santo di Jakarta, Kamis.

Langkah lanjutan yang direncanakan adalah pengerukan Kali Grogol agar aliran air dapat mengalir lebih lancar. Selain itu, pengecekan menyeluruh pada bagian turap atau dinding saluran Phb juga dilakukan untuk mendeteksi adanya rembesan air ke lingkungan sekitar yang dapat memperparah kondisi banjir.

"Kami melakukan pengecekan secara menyeluruh, termasuk turun langsung ke lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya rembesan. Untuk pengerukan Kali Grogol, saat ini kami masih mencari akses agar alat berat dapat masuk ke lokasi karena keterbatasan akses," tambah Santo.

Antisipasi dan Siaga Penanganan Banjir di Lokasi Rawan

Untuk mengantisipasi terjadinya genangan saat hujan deras, Sudin SDA Jakarta Selatan juga telah menyiagakan personel dan berbagai jenis pompa air di sejumlah titik rawan banjir di wilayah tersebut. Hal ini bertujuan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif, meminimalkan dampak banjir terhadap warga sekitar.

"Seluruh personel siap dikerahkan, dan pompa juga telah diperiksa dalam kondisi baik serta siap digunakan," kata Santo.

Peran Serta Masyarakat dan Upaya Kebersihan Lingkungan

Lurah Gunung, Elvita Rahmadani Rangkuti, menambahkan bahwa saat genangan terjadi, puluhan Pasukan Oranye dan Pasukan Biru dikerahkan untuk membantu membersihkan saluran air dari sampah yang menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran air.

"Alhamdulillah, penanganan berjalan dengan baik. Setelah hujan berhenti, air juga cepat surut. Kami berharap upaya menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air, dapat membuat wilayah ini bebas dari genangan," ujar Elvita.

Peran aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air sangat penting agar upaya pengerukan dan penanganan banjir yang dilakukan pemerintah dapat memberikan hasil yang optimal.

Langkah Berkelanjutan dan Sinergi Antisipasi Banjir

Selain pengerukan Kali Grogol dan saluran penghubung Jelawe, Sudin SDA Jakarta Selatan rutin melakukan pengerukan di 10 titik rawan banjir setiap hari sebagai upaya preventif. Pembangunan sumur resapan dan penanganan lumpur serta sampah di kali-kali lain juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di Ibu Kota.

Menurut laporan ANTARA, sinergi antara pemerintah daerah, petugas lapangan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan banjir yang kerap melanda wilayah Jakarta Selatan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengerukan Kali Grogol dan saluran penghubung Jelawe bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan bagian dari strategi pengelolaan sumber daya air yang komprehensif di wilayah padat seperti Kebayoran Baru. Penanganan banjir yang efektif membutuhkan koordinasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat sampah dan endapan lumpur.

Meski pengerukan dan siaga pompa menjadi langkah segera, tantangan utama adalah keterbatasan akses alat berat serta perubahan pola hujan yang semakin ekstrem akibat perubahan iklim. Ini menuntut inovasi dan perbaikan infrastruktur drainase yang lebih adaptif dan tahan banjir.

Ke depan, pembaca perlu mengikuti perkembangan langkah-langkah pemerintah daerah terkait pengelolaan banjir, termasuk pembangunan sumur resapan dan revitalisasi saluran air. Upaya preventif dan mitigasi ini sangat penting untuk menjaga kualitas hidup warga Jakarta Selatan yang terus bertambah, sekaligus mengurangi kerugian akibat banjir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad