Obesitas Sebabkan Lebih dari 200 Komplikasi Penyakit, Ini Penjelasannya

May 7, 2026 - 17:40
 0  3
Obesitas Sebabkan Lebih dari 200 Komplikasi Penyakit, Ini Penjelasannya

Obesitas tidak hanya soal penampilan, namun juga menjadi bom waktu kesehatan yang berpotensi menimbulkan lebih dari 200 jenis komplikasi penyakit. Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik, Putri Sakti Dwi, dampak buruk obesitas yang dibiarkan dalam jangka panjang bisa mengancam jiwa tanpa disadari karena banyak komplikasi yang merupakan silent killer.

Ad
Ad

Dampak Obesitas Terhadap Kesehatan

Putri menjelaskan, dua penyakit utama yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia yaitu penyakit jantung dan stroke, erat kaitannya dengan obesitas.

"Kalau untuk obesitas implikasinya bisa ke dua penyakit menyebabkan kematian terbesar di dunia yaitu masalah jantung dan stroke,"
ujar Putri saat diwawancara oleh Media Indonesia pada 7 Mei 2026.

Masalah utama obesitas yang berkepanjangan adalah peningkatan kadar gula darah secara perlahan, yang lama kelamaan memicu komplikasi serius seperti diabetes dan gangguan metabolisme lainnya.

Lemak Visceral dan Risiko Penyakit Komplikasi

Salah satu penyebab utama komplikasi dari obesitas adalah keberadaan lemak visceral, yaitu lemak yang menyelimuti organ-organ dalam tubuh dan berperan besar dalam perkembangan berbagai penyakit berbahaya.

Untuk menghindari risiko ini, perbaikan gaya hidup menjadi langkah awal yang sangat penting, meliputi pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, dan menghindari kebiasaan buruk.

Intervensi Medis untuk Obesitas

Namun, jika perubahan gaya hidup tidak cukup efektif menurunkan risiko penyakit, maka diperlukan intervensi medis yang lebih intensif. Menurut Putri:

  1. Terapi obesitas dengan penggunaan obat-obatan khusus.
  2. Langkah terakhir yang dapat ditempuh adalah operasi bariatrik atau potong lambung untuk mengatasi obesitas yang parah.
"Kalau memang lifestyle saja tidak bisa membantu, mau tidak mau kita masuk ke yang lebih dalam, misalkan dengan terapi obesitas yang lain seperti obat-obatan, atau yang paling terakhir adalah dengan bariatrik atau potong lambung,"
tambah Putri.

Pentingnya Konsultasi dengan Dokter Spesialis

Masyarakat diingatkan agar tidak mengabaikan obesitas dan sebaiknya segera mencari penanganan tepat dari dokter spesialis untuk mengetahui akar permasalahan kesehatan. Dengan diagnosis yang akurat, penanganan komplikasi dan risiko kematian akibat penyakit degeneratif dapat ditekan secara optimal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, data bahwa obesitas dapat menyebabkan lebih dari 200 komplikasi penyakit menunjukkan betapa seriusnya masalah ini bagi kesehatan masyarakat. Silent killer seperti penyakit jantung dan stroke yang berawal dari obesitas sering kali terabaikan karena gejalanya yang tidak langsung terlihat. Oleh karena itu, edukasi dan pencegahan melalui perubahan gaya hidup harus menjadi prioritas nasional.

Lebih jauh, intervensi medis seperti terapi obat dan operasi bariatrik perlu menjadi opsi yang tidak tabu bagi pasien obesitas yang sudah mencapai tahap kritis. Pemerintah dan tenaga kesehatan harus memperkuat akses layanan medis tersebut agar penanganan obesitas tidak sekadar teori, melainkan solusi nyata untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit degeneratif.

Ke depan, masyarakat perlu terus mengikuti perkembangan ilmu kesehatan dan kebijakan terkait obesitas agar tidak terlena dengan risiko kesehatan yang mengintai. Jangan sampai obesitas menjadi beban sosial yang semakin berat jika tidak ditangani secara komprehensif.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca berita asli di MetroTVNews dan mengikuti update kesehatan terkini dari sumber terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad