Homeless Media Viral di Media Sosial: Apa Bedanya dengan Media Tradisional?

May 8, 2026 - 15:20
 0  4
Homeless Media Viral di Media Sosial: Apa Bedanya dengan Media Tradisional?

Perbincangan mengenai homeless media tengah viral di media sosial setelah Badan Komunikasi (Bakom) RI mengumumkan sejumlah nama pelaku new media dalam Indonesia New Media Forum (INMF). Fenomena ini menarik perhatian publik karena homeless media berbeda signifikan dengan media tradisional atau konvensional yang selama ini dikenal masyarakat.

Ad
Ad

Apa Itu Homeless Media?

Istilah homeless media merujuk pada outlet berita yang awalnya tidak memiliki "rumah" atau platform resmi seperti website, melainkan hanya mendistribusikan informasi melalui media sosial seperti Instagram dan platform lainnya. Mereka biasanya tidak memiliki struktur editorial formal maupun mekanisme koreksi yang ketat.

Penelitian dari Remotivi mengungkap bahwa homeless media biasanya dijalankan secara informal dengan sedikit karyawan dan tanpa akuntabilitas yang jelas. Tanpa verifikasi berlapis dan kewajiban koreksi, media ini rentan menyebarkan misinformasi yang cepat tersebar karena prioritas mereka adalah kecepatan dan keterlibatan audiens.

"Karena mereka memprioritaskan kecepatan penyampaian dan keterlibatan tinggi, mereka rentan untuk mengunggah ulang informasi yang salah," tulis penelitian Remotivi dalam laporan Memahami Homeless Media.

Selain itu, homeless media kerap mendanai operasionalnya melalui kerja sama berbayar dengan berbagai bisnis lokal seperti hotel, restoran, dan kafe. Namun, mereka juga sering kurang memahami aspek hukum karena tidak dilindungi oleh Undang-Undang Pers, sehingga kerentanannya perlu diperhatikan.

Pelopor Homeless Media yang Sukses Secara Global

Model bisnis homeless media bukan hal baru. Beberapa perusahaan media besar dunia memulai sebagai homeless media sebelum bertransformasi menjadi media mapan:

  • BuzzFeed: Awalnya fokus membuat konten "listicle" dan kuis yang dibagikan di Facebook dan Pinterest tanpa mendorong kunjungan ke website. Kini BuzzFeed berkembang menjadi konglomerasi media global dengan nilai kapitalisasi pasar US$ 1,7 miliar di NASDAQ.
  • LADBible Group: Bermula dari halaman Facebook yang membagikan meme dan video lucu, LADBible kini menjadi grup media besar di Inggris dengan beberapa merek seperti UNILAD dan SPORTbible. Pada 2021, mereka melantai di Bursa Efek London dengan valuasi sekitar 360 juta pound.
  • Brut: Media asal Prancis yang didirikan tanpa website resmi, seluruh kontennya berupa video persegi dengan subtitel yang dioptimalkan untuk Facebook, Instagram, dan TikTok. Brut telah mengumpulkan lebih dari US$ 150 juta pendanaan dan menjadi salah satu media paling populer di kalangan Gen Z di Eropa.

Mengapa Homeless Media Lebih Sukses di Media Sosial?

Perbedaan utama antara homeless media dan media tradisional terletak pada strategi distribusi dan monetisasi konten:

AspekMedia TradisionalHomeless Media
Cara Menarik AudiensMenarik pengguna ke website resmiMendistribusikan konten langsung ke akun media sosial pengguna
MonetisasiIklan banner di websiteKerja sama dan promosi dengan brand melalui media sosial
Strategi KontenMengandalkan klik dan trafik ke websiteMembuat konten viral yang langsung bisa disaksikan di media sosial
HasilMeningkatkan trafik websiteMenciptakan viralitas dan engagement tinggi di media sosial

Model homeless media ini terbukti efektif menjangkau audiens muda yang lebih aktif di media sosial dan menginginkan konten cepat, mudah diakses, serta menghibur.

Peran Bakom RI dan Transformasi Homeless Media di Indonesia

Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa para pelaku homeless media kini bertransformasi menjadi new media yang lebih terstruktur dan profesional melalui wadah Indonesia New Media Forum (INMF). Menurut Qodari, INMF menjadi kolaborasi penting untuk membangun ekosistem media digital nasional yang kredibel dan bertanggung jawab.

"New Media Forum ini wadah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," ujar Qodari saat konferensi pers di kantor Bakom, Jakarta Pusat.

Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat kualitas berita digital Indonesia sekaligus menjaga independensi dan akuntabilitas media baru.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena homeless media mencerminkan pergeseran paradigma konsumsi berita di era digital yang semakin cepat dan dinamis. Meski homeless media memiliki kelemahan seperti kurangnya mekanisme verifikasi dan potensi misinformasi, model ini berhasil mengisi celah komunikasi yang tidak terjangkau media konvensional, terutama di kalangan generasi muda.

Namun, keberhasilan global pelopor homeless media seperti BuzzFeed dan LADBible menunjukkan bahwa dengan transformasi dan profesionalisasi, homeless media bisa menjadi kekuatan besar yang membawa inovasi dalam industri media digital. Di Indonesia, langkah Bakom RI melalui INMF menjadi momen penting untuk mengintegrasikan homeless media ke dalam ekosistem yang lebih sehat dan beretika.

Ke depan, publik dan regulator perlu terus mengawasi perkembangan homeless media agar tetap mengedepankan akurasi dan tanggung jawab sosial tanpa mengorbankan kreativitas dan kecepatan penyampaian informasi. Perubahan ini juga membuka peluang bagi pelaku media baru untuk berkembang secara berkelanjutan dan berkontribusi positif dalam demokrasi informasi Indonesia.

Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi sumber aslinya di CNBC Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad