Banjir di Bone 2026: Dua Warga Meninggal dan Puluhan Dievakuasi

May 8, 2026 - 16:10
 0  6
Banjir di Bone 2026: Dua Warga Meninggal dan Puluhan Dievakuasi

Banjir melanda Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 8 Mei 2026, setelah curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Akibat bencana ini, dua warga meninggal dunia dan puluhan lainnya harus dievakuasi dari lokasi terdampak.

Ad
Ad

Banjir Meluas dan Dampak Korban Jiwa

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menyatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan untuk melakukan evakuasi di beberapa titik terdampak banjir. "Setelah menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Bone segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan evakuasi," jelasnya.

Dalam operasi penyelamatan tersebut, 67 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, dua korban meninggal dunia, yaitu seorang perempuan lanjut usia bernama Naima yang ditemukan meninggal di atas ranjangnya dengan penyebab kematian yang belum pasti, serta seorang anak laki-laki berusia 5 tahun bernama Acca yang tenggelam saat ayahnya melakukan evakuasi mandiri.

"Sempat dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) namun usaha tersebut tidak berhasil, sehingga anak tersebut meninggal dunia," tambah Andi Sultan.

Wilayah Terdampak dan Kondisi Banjir

Banjir di Kabupaten Bone menggenangi beberapa kawasan dengan ketinggian air antara 0,5 hingga 2 meter. Wilayah terdampak meliputi Panyula, depan Polres Bone, Kelurahan Masumpu, Yos Sudarso, Lingkungan Lengkongnge, dan Rompe. Kondisi tersebut menyebabkan puluhan warga terjebak dan membutuhkan evakuasi segera.

Cuaca di lokasi kejadian hingga saat ini masih diguyur hujan dengan suhu berkisar 19 hingga 30 derajat Celsius, yang berpotensi memperparah kondisi banjir.

Operasi SAR dan Upaya Penanganan

Operasi SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, BPBD, Damkar, Satpol PP, Polres, Kodim, Brimob, PSC, serta masyarakat setempat. "Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan pemantauan dan siaga di wilayah terdampak banjir guna mengantisipasi adanya kondisi darurat lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat," ujar Andi Sultan.

  • Evakuasi warga terdampak banjir
  • Penanganan korban meninggal dunia
  • Monitoring kondisi cuaca dan potensi banjir susulan
  • Koordinasi antar instansi terkait untuk penanggulangan bencana

Banjir yang melanda Bone ini menjadi peringatan penting terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di wilayah Sulawesi Selatan. Untuk informasi lebih lanjut dan update kondisi terkini, pantau terus berita resmi dari Metrotvnews.com dan instansi terkait.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bencana banjir yang menimpa Kabupaten Bone ini memperlihatkan betapa rentannya wilayah tersebut terhadap hujan lebat yang kini semakin intens akibat perubahan iklim. Kejadian ini bukan hanya soal kerugian materi, tapi juga menyangkut keselamatan jiwa yang harus menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat.

Upaya evakuasi dan penanganan SAR yang cepat memang menyelamatkan banyak warga, namun kehilangan dua nyawa, khususnya seorang anak kecil, menjadi gambaran nyata bahwa mitigasi bencana dan edukasi kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan. Ke depan, pemerintah daerah harus memperkuat sistem peringatan dini dan infrastruktur drainase agar dampak banjir bisa diminimalisir.

Selain itu, masyarakat juga perlu lebih waspada dan siap menghadapi potensi bencana susulan, mengingat cuaca masih belum stabil. Kolaborasi antara aparat keamanan, badan penanggulangan bencana, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad