Wakapolri Tekankan Konsep O2H dalam Penegakan Hukum Profesional Polri 2026

May 8, 2026 - 19:50
 0  3
Wakapolri Tekankan Konsep O2H dalam Penegakan Hukum Profesional Polri 2026

Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan pentingnya konsep O2H (Operasi, Organisasi, dan Hukum) dalam penegakan hukum oleh Polri. Dalam sambutannya saat penutupan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reserse Kriminal Polri Tahun 2026 yang digelar di Aula Awaloedin Djamin Lantai 9, Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Wakapolri menekankan bahwa penegakan hukum harus mengedepankan profesionalisme, integritas, dan hati nurani guna menghadirkan keadilan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Ad
Ad

Konsep O2H sebagai Pilar Penegakan Hukum Polri

Konsep O2H yang diusung oleh Polri adalah pendekatan menyeluruh yang menggabungkan tiga aspek utama: Operasi yang efektif dan responsif, Organisasi yang solid dan berintegritas, serta Hukum yang adil dan transparan. Menurut Komjen Dedi Prasetyo, penerapan konsep ini menjadi kunci utama agar institusi Polri tidak hanya menjalankan tugas secara mekanis, tetapi juga bermakna bagi masyarakat luas.

"Penegakan hukum bukan sekadar menegakkan aturan, melainkan harus dilandasi profesionalisme dan hati nurani agar keadilan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tegas Wakapolri.

Apresiasi Kinerja Reserse Kriminal Polri

Selain menegaskan konsep O2H, Wakapolri juga memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Reserse Kriminal Polri selama tahun berjalan. Ia menyatakan bahwa keberhasilan penanganan kasus-kasus kriminal tidak terlepas dari dedikasi dan kerja keras para penyidik dan personel Reskrim.

Beberapa capaian penting yang disebutkan meliputi:

  • Peningkatan efektivitas penyidikan kasus kejahatan konvensional dan siber.
  • Penguatan koordinasi antar unit dan dengan aparat penegak hukum lainnya.
  • Optimalisasi penggunaan teknologi dalam investigasi dan penegakan hukum.

Wakapolri berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan melalui inovasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di jajaran Polri.

Profesionalisme dan Integritas sebagai Fondasi Utama

Dalam era tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi, profesionalisme dan integritas menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar. Komjen Dedi Prasetyo mengingatkan agar seluruh anggota Polri, terutama di bidang Reserse Kriminal, selalu menjaga sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai tersebut.

Hal ini penting agar masyarakat tidak hanya melihat Polri sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pelindung yang dipercaya. Dengan demikian, kepercayaan publik dapat terus terjaga dan diperkuat, yang pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas keamanan nasional.

Implementasi Konsep O2H dalam Praktik

Untuk mewujudkan konsep O2H secara nyata, Polri telah merancang sejumlah strategi dan program kerja, antara lain:

  1. Peningkatan pelatihan dan edukasi bagi personel Reserse Kriminal agar mampu menghadapi dinamika kejahatan yang semakin kompleks.
  2. Pengembangan sistem manajemen organisasi yang transparan dan akuntabel.
  3. Penguatan kerja sama lintas sektor dan internasional dalam penanganan kasus-kasus kejahatan lintas negara.
  4. Pemanfaatan teknologi informasi untuk mempercepat proses penyidikan dan meningkatkan kualitas hasil penyidikan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penekanan Wakapolri pada konsep O2H merupakan langkah strategis yang tepat untuk menghadapi tantangan penegakan hukum di era modern. Dengan mengintegrasikan operasi, organisasi, dan hukum, Polri berpotensi meningkatkan efektivitas dan legitimasi institusinya di mata publik.

Khususnya, fokus pada profesionalisme dan integritas adalah jawaban atas kritik publik yang selama ini menganggap aparat hukum rentan terhadap praktik-praktik tidak transparan dan penyalahgunaan wewenang. Jika implementasi konsep ini berjalan konsisten, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan meningkat secara signifikan.

Namun, tantangan terbesar adalah memastikan seluruh jajaran Polri, dari tingkat pusat hingga daerah, benar-benar memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut tanpa kompromi. Selain itu, pengawasan internal yang ketat dan keterbukaan terhadap kritik eksternal harus menjadi prioritas agar konsep O2H tidak hanya menjadi jargon, melainkan budaya kerja yang melekat.

Ke depan, publik perlu terus memantau perkembangan implementasi konsep ini dan dampaknya terhadap kualitas penegakan hukum di Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi Polri dan media berita terpercaya seperti CNN Indonesia.

Kesimpulannya, penegakan hukum yang berlandaskan O2H tidak hanya akan memperkuat posisi Polri sebagai institusi hukum, tetapi juga membawa keadilan yang lebih nyata bagi masyarakat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad