Desa Koto Rawang di Jambi Terisolasi Akibat Longsor, Akses Jalan Lumpuh Total
Desa Koto Rawang yang terletak di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi kini mengalami isolasi total setelah akses jalan utama penghubung menuju desa tersebut tertimbun tanah longsor. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 7 Mei 2026, dan berdampak besar terhadap sekitar 250 jiwa penduduk desa.
Longsor Menutup Total Jalan dan Merusak Jembatan Penghubung
Menurut laporan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Merangin, Risdiansyah, terjadi longsor di tiga titik sepanjang jalur menuju Desa Koto Rawang. Ketiga titik longsor ini menimbun seluruh badan jalan dengan panjang sekitar 100 meter, sehingga akses kendaraan tidak mungkin dilalui.
"Kita upayakan, alat dari pemerintah kabupaten tidak bisa menembus akses ke sana, jalannya tidak bisa untuk kendaraan pemindah alat berat (trado), kami sedang upayakan cari alat berat di sekitar sana," ujar Risdiansyah, Jumat, 8 Mei 2026.
Tidak hanya itu, satu jembatan penghubung menuju desa tersebut juga rusak parah akibat hanyut terbawa arus sungai yang deras karena tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. Kepala Pelaksana BPBD Merangin, Muhamad Sahiri, menegaskan kondisi jalan yang berlumpur dan licin memperparah situasi akses menuju desa.
Upaya Pemerintah Membuka Kembali Akses Jalan
Pemerintah Kabupaten Merangin berusaha membuka kembali akses jalan dengan memanfaatkan alat berat milik masyarakat atau perusahaan lokal di sekitar wilayah Jangkat, mengingat kendaraan alat berat dari ibu kota kabupaten tidak dapat melewati jalan yang masih berupa pengerasan tersebut.
- Alat berat pemerintah kabupaten tidak dapat menjangkau lokasi karena kondisi jalan tidak memungkinkan.
- Pemerintah tengah mencari alat berat dari masyarakat atau perusahaan lokal untuk membantu membersihkan material longsor.
- Desa berencana membuat jembatan darurat sebagai solusi sementara untuk mengatasi jembatan yang hanyut.
Sahiri menambahkan, "Dalam waktu dekat Dinas PUPR Merangin akan segera menurunkan alat berat ke tiga titik longsor di sepanjang jalan menuju Desa Koto Rawang agar akses dapat dibuka kembali."
Implikasi dan Kondisi Warga Desa
Isolasi yang dialami Desa Koto Rawang ini sangat berdampak bagi kehidupan sehari-hari warga, mulai dari kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok hingga akses layanan kesehatan yang terhambat. Dengan hanya satu akses jalan utama, kondisi ini sangat rentan jika tidak segera ditangani.
Selain itu, intensitas hujan yang masih tinggi berpotensi menyebabkan longsor susulan. Oleh karena itu, penanganan harus dilakukan cepat dan terkoordinasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, isolasi akibat longsor di Desa Koto Rawang bukan hanya masalah infrastruktur semata, tetapi mencerminkan kerentanan wilayah pegunungan dan terpencil terhadap bencana alam. Ketergantungan pada satu akses jalan yang masih berupa pengerasan dan tanpa jalur alternatif membuat warga sangat rentan saat terjadi bencana seperti ini.
Selain itu, penanganan yang bergantung pada alat berat dari masyarakat dan perusahaan lokal menunjukkan keterbatasan sumber daya pemerintah kabupaten dalam menghadapi bencana secara cepat dan efektif. Ini mengindikasikan perlunya perencanaan mitigasi bencana yang lebih matang, termasuk pembangunan infrastruktur yang lebih tahan bencana dan pembukaan jalur alternatif.
Ke depan, pembaca harus mengawasi perkembangan penanganan longsor ini, terutama bagaimana pemerintah mengelola mitigasi risiko jangka panjang agar kejadian serupa tidak kembali mengisolasi desa-desa lain di Merangin atau Jambi secara umum.
Untuk informasi lebih lanjut dan update terkini, Anda dapat mengunjungi sumber berita resmi di ANTARA News serta mengikuti berita bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0