Pemkab Tangerang Perketat Pengawasan Cegah Penyakit pada Hewan Kurban 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, melakukan pengetatan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban guna mengantisipasi temuan penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) menjelang pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 96 petugas khusus yang akan bertugas melakukan pemeriksaan di semua lapak penjualan hewan kurban. Pemeriksaan ini mencakup kondisi kesehatan hewan serta kelayakan syariat Islam agar masyarakat merasa tenang dan aman saat membeli hewan kurban.
"Dari petugas yang dikerahkan, mereka akan mengecek apakah hewan sehat, tidak cacat, dan memenuhi syariat Islam. Kami ingin masyarakat tenang dan aman saat membeli hewan kurban," ujar Ujang di Tangerang, Senin.
Langkah Pengawasan Tiga Tahap untuk Hewan Kurban
Menurut Ujang, pengawasan dilakukan dalam tiga tahapan utama:
- Pembekalan petugas dan peternak sejak awal Mei 2026 untuk memastikan kesiapan dan pemahaman prosedur pemeriksaan;
- Pemeriksaan hewan di lapak penjualan yang berlangsung sejak 19 hingga 26 Mei 2026, memastikan hewan yang dijual bebas dari penyakit dan sesuai syarat;
- Pemeriksaan pasca-pemotongan pada 27-31 Mei 2026, yang dilakukan untuk memeriksa daging dan jeroan, mendeteksi dini adanya cacing atau penyakit lain.
Untuk tahap kedua, DPKP berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) guna memperkuat pelaksanaan penyembelihan yang higienis dan sesuai syariat Islam, sehingga kualitas daging kurban terjamin.
Kesiapan dan Kolaborasi dengan Dokter Hewan Profesional
Tim pengawas akan bekerja sama erat dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Banten II. Mereka bertugas memonitor ketersediaan dan kelayakan hewan kurban di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan jaminan kesehatan hewan yang menjadi kurban.
Ujang menyebut, jumlah titik penjualan hewan kurban tahun ini diperkirakan meningkat dari 600 titik pada tahun sebelumnya. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk memilih membeli hewan kurban di lapak resmi yang telah melewati pemeriksaan oleh petugas guna menghindari risiko penyakit.
Penanganan Temuan Penyakit dan Jaminan Kualitas Daging
Jika ditemukan organ hewan yang mengandung cacing atau tanda penyakit lain, petugas akan langsung melakukan pelokalan sesuai protokol kesehatan hewan yang berlaku. Langkah ini memastikan bahwa daging yang diterima masyarakat aman dan berkualitas tinggi.
"Jika ditemukan organ yang mengandung cacing, petugas akan langsung melokalisasinya sesuai aturan. Langkah ini diambil demi menjamin masyarakat menerima daging kurban yang aman dan berkualitas tinggi," tambah Ujang.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tangerang turut mendistribusikan obat-obatan untuk menjaga kesehatan hewan kurban sebagai bagian dari upaya preventif menyambut Idul Adha.
Untuk informasi lebih lengkap, berita asli dapat diakses melalui ANTARA Banten.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, upaya Pemkab Tangerang ini bukan sekadar rutinitas pemeriksaan kesehatan hewan kurban, melainkan langkah krusial dalam mencegah potensi wabah penyakit menular hewan yang dapat berdampak luas pada kesehatan masyarakat dan ekonomi peternakan lokal. Langkah proaktif seperti kolaborasi dengan PDHI dan lembaga keagamaan seperti MUI juga menunjukkan bahwa pengawasan ini menyentuh aspek kesehatan dan keagamaan secara simultan, yang penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses kurban.
Sangat penting bagi masyarakat untuk mengikuti himbauan membeli hewan di lapak resmi, karena selain menjamin kesehatan hewan, ini juga memastikan daging kurban yang dikonsumsi bebas dari risiko penyakit. Ke depan, pengawasan semacam ini perlu terus ditingkatkan dan diperluas cakupannya, terutama dengan prediksi peningkatan titik penjualan hewan kurban yang dapat menjadi potensi penyebaran penyakit jika tidak ditangani dengan baik.
Kita perlu mengawasi perkembangan lebih lanjut terkait temuan penyakit hewan di lapangan dan kesiapan Pemkab Tangerang dalam menanggapi situasi darurat kesehatan hewan, yang dapat menjadi cermin bagi daerah lain dalam mengelola hewan kurban secara aman dan berkualitas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0