Banjir di Depok Akibat Luapan Kali Angke: Rumah Terendam 70 Cm Kini Sudah Surut
Perumahan di Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat mengalami banjir yang cukup signifikan akibat luapan air dari Kali Angke. Ketinggian muka air sempat mencapai 70 sentimeter, namun kini kondisi banjir sudah surut dan aktivitas warga mulai kembali normal.
Banjir Luapan Kali Angke di Depok
Denny Romulo Hutauruk, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, menjelaskan bahwa banjir tersebut dipicu oleh luapan Kali Angke yang membawa air kiriman dari Bogor. "(Banjir dipicu) Luapan Kali Angke, (air) kiriman dari Bogor. Sekarang sudah surut," kata Denny pada Selasa, 19 Mei 2026.
Petugas Dinas Damkar langsung meninjau lokasi banjir di perumahan yang terletak di Kelurahan Duren Mekar, Bojongsari. Berdasarkan laporan dari pengurus RW 05, banjir sudah mulai surut sekitar pukul 09.15 WIB.
Tinggi muka air mencapai 50 sampai 70 cm dan terdampak pada beberapa RT, yaitu RT 02, 03, 04, 05, 06, 10, dan 12. Jumlah keluarga yang terdampak mencapai sekitar 350 kepala keluarga (KK).
Penanganan dan Dampak Banjir
Banjir yang terjadi di kawasan perumahan ini menyebabkan aktivitas sehari-hari warga terganggu. Meskipun air sudah surut, penanganan dampak banjir tetap menjadi prioritas pihak berwenang, khususnya Dinas Damkar yang terus memantau kondisi wilayah tersebut.
Ratusan keluarga menghadapi kesulitan akibat genangan air yang cukup dalam, sehingga perlu perhatian khusus agar tidak menimbulkan masalah kesehatan dan kerusakan properti lebih lanjut.
Longsor di Kali Tiga Putra, Meruyung Depok
Selain banjir, peristiwa longsor juga terjadi di wilayah Depok, tepatnya di Kali Tiga Putra, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo. Dinas PUPR Kota Depok langsung melakukan penanganan terhadap longsor yang terjadi pada turap atau dinding beton di lokasi tersebut.
Menurut keterangan dari Dinas PUPR melalui akun Instagram resmi mereka @dinaspupr_depok, turap yang longsor sepanjang 15 meter dengan kedalaman 5 meter tersebut mengalami kerusakan karena kondisi beton sudah rapuh. Akibatnya, struktur tanah dan bebatuan bergerak ke tempat yang lebih rendah.
Petugas melakukan pembongkaran dan pembersihan material longsor, lalu memasang beronjong batu sebagai penahan agar tanah tidak terus bergerak dan longsor tidak meluas.
Fakta Penting Dampak Banjir dan Longsor di Depok
- Banjir di Bojongsari terjadi akibat luapan Kali Angke yang membawa air dari Bogor.
- Tinggi muka air banjir mencapai 70 cm dan mempengaruhi sekitar 350 KK di beberapa RT.
- Banjir sudah surut pada pagi hari sekitar pukul 09.15 WIB.
- Longsor terjadi di Kali Tiga Putra, Meruyung, dengan turap beton sepanjang 15 meter runtuh.
- Petugas Dinas PUPR melakukan penanganan dengan membersihkan dan mengganti turap yang longsor menggunakan beronjong batu.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kejadian banjir dan longsor di Depok ini menandakan pentingnya pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan infrastruktur penahan banjir yang lebih baik. Luapan Kali Angke yang membawa kiriman air dari wilayah Bogor menunjukkan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan secara lokal, tetapi harus melibatkan koordinasi antar daerah.
Selain itu, kondisi turap di Kali Tiga Putra yang sudah rapuh memperlihatkan perlunya pemeliharaan berkala pada struktur penahan tanah. Jika dibiarkan, longsor bisa berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih luas dan mengancam keselamatan warga sekitar.
Warga dan pemerintah daerah perlu waspada terutama saat musim hujan tiba dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan mitigasi risiko banjir dan longsor lebih optimal. Kita juga harus terus mengikuti update informasi resmi dari Dinas Damkar dan PUPR terkait penanganan dan kondisi terkini di wilayah rawan bencana.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, simak laporan resmi melalui detikNews dan pantau akun resmi pemerintah Kota Depok.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0